Festival Tenun: Antara Pelestarian Budaya dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Lombok Timur

oleh -3.428 views
oleh
edwin
Wakil Bupati Lombok Timur HM Edwin Hadiwijaya bersama Ny. Hj. Sri Mahyu Wardhani Edwin

LOMBOKSATU.comFestival Tenun 2025 di Kabupaten Lombok Timur hadir bukan sekadar pesta budaya, melainkan juga upaya nyata pemerintah daerah dalam menjaga warisan tradisi sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif.

Melalui festival ini, tenun Sasak diperkenalkan lebih luas sebagai identitas budaya sekaligus produk unggulan yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat di tengah kehidupan yang terhubung dengan pasar global.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk lomba sebagai rangkaikan peringatan HUT Kemerdekaan ke-80 Republik Indonesia tersebut berlangsung meriah di Halaman Kantor Bupati Lombok Timur pada Kamis (21/08/2025).

Lomba dengan peserta berasal dari pimpinan OPD, kecamatan, hingga staf tersebut mendapat sambutan antusias para undangan. Ditambah dengan dukungan dari masing-masing OPD, suasana menjadi semakin semarak.

Tidak kalah dengan para pimpinan OPD, Wakil Bupati H. Moh. Edwin Hadiwijaya dan Sekda H. Muhammad Juaini Taofik didampingi istri masing-masing turut melenggang menambah hangat suasana festival.

Kedua pasangan tersebut mengenakan busana formal rancangan Ny. Hj. Sri Mahyu Wardhani Edwin yang juga merupakan Istri Wabup sekaligus Ketua IWAPI Lombok Timur.

Wabup Edwin menyampaikan apresiasi sekaligus berharap agar produk lokal dapat menjadi industri yang dapat memberikan manfaat bagi perajin, desainer, hingga reseller produk tersebut.

Edwin menyadari potensi ekonomi kreatif yang besar tengah tumbuh di masyarakat. Untuk itu pemerintah siap untuk memfasilitasi seperti Car Free Night (CFN) yang dibuka pada Rabu malam kemarin.

“Indsutri kreatif di masyarakat sudah mulai tumbuh. UMKM bergerak sendiri, membawa tenda sendiri, membayar listrik sendiri, kebersihan sendiri, Pemda hanya memfasilitasinya saja,” jelasnya.

Wabup berharap industri kreatif lainnya seperti musik dan film juga dapat tumbuh dengan baik sehingga dapat menyerap tenaga kerja yang lebih besar sehingga angka pengangguran dapat ditekan.

Selain lomba, tampilkan pula pakaian rancangan desainer lokal dan siswa-siswi SMKN 2 Selong. Pakaian berbahan tenun tradisional Lombok Timur dari Sembalun, Kesik, Pulau Maringkik, Pringgasela, hingga Kembang Kerang diperagakan duta pariwisata Lotim 2025.