Job Matching, Kepala SMKN 2 Selong Sentil Disnakertrans

oleh -483 views

LOMBOKSATU.com – Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 2 Selong Hasbi Ahmad, meminta agar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Timur lebih serius memperhatikan alumni SMK, terutama dalam hal prioritas untuk penempatan kerja.

Hal itu disampaikan ketika SMK Negeri 2 Selong melakukan kegiatan job matching (lowongan kerja khusus untuk alumni SMK) yang notabenenya memang menjadi leading sektor dari Disnakertrans Lotim.

Disebutkan, job matching merupakan salah satu instrumen untuk mengurangi pengangguran peserta didik SMK setelah lulus. “Memang kami akui, bahwa job matching ini merupakan leading sektor dari Disnakertrans Lotim,” sentilnya, Rabu, 25/11/2020.

Ia menegaskan, yang relevan untuk melakukan job matching seharusnya pemerintah daerah dalam hal ini Disnakertrans, akan tetapi sampai dengan saat ini dirinya belum melihat keseriusan dari Disnakertrans untuk melakukan job matching tersebut.

Walapun tahun ini Disnakertrans telah melakukan agenda Job Fair, namun menurut Hasbi itu tidak semasif dibandingan dengan pelaksanaan job natching di masing-masing SMK. Mengingat, SMK merupakan tempat mengasah potensi sumber daya manusia yang siap pakai, ketika lulus dari dunia pembelajaran.

“Posisi yang strategis memang job matching ini harus dilakukan oleh Disnakertrans,” ucapnya. Namun sampai dengan saat ini, ia sangat menyayangkan pihak Disnakertrans yang belum merespon program job matching.

“Sayangnya belum matching dengan Disnaker, kami sebetulnya menyentil Disnaker juga dalam hal ini,” sambungnya.

Tak hanya itu, ia juga menyebut salah satu contoh program Bursa Kerja Khusus (BKK) yang dicanangkan dari dulu oleh Disnakertrans, akan tetapi belum terlihat realisasinya sampai dengan saat ini.

Selain itu, jebolan SMK yang siap untuk bekerja setelah lulus itu salah satu dilema yang dihadapinya, karena di Lotim sendiri belum mempunyai perusahaam besar. Jika dibandingan dengan perusahaan luar daerah, masih sangat jauh.

Kalau di luar dareah, kata Hasbi, alumni SMK sebagian besar langsung bekerja di perusahaan-perusahaan besar karena sebagian besar alumni SMK memang lebih memilih untuk tidak melanjutkan studinya. “Yang lulusan SMK cuman 20% yang melanjutkan,” imbuhnya.

Kondisi di Lotim yang kekurangan perusahaan besar, ia menawarkan solusi program yakni produk ekspo, ketika muridnya mempunyai produk maka akan dijual ke masyarakat secara langsung.

Bahkan yang lebih kreatif, lanjutnya, pedagang kantin yang berada di sekolahnya juga dijaga oleh murid sendiri. Modal dari kantin tersebut nantinya diambil dari bank sekolah, yang kemudian itulah diputar supaya menghasilkan efek positif interprenurship bagi generasi muda lulusan SMK.

“Dengan sistem itu, nantinya perputaran dana hanya di internal sekolah. Bahkan pada saat siswa memegang HP juga bisa dimanfaatkan untuk menjual produk-produk sekolahnya,” tuturnya.

Tugas Disnaker Menerbitkan Izin Operasional BKK

Sementara itu, Kepala Bidang Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja Disnakertrans Lotim, Hirsan mengatakan, kegiatan bursa kerja khusus (BKK) harus mematuhi Peraturan Menaker 39 tahun 2016 yang mendorong SMK menggelar kegiatan BKK.

“Melalui job macthing, membantu alumni sekolahnya mencari pekerjaan dan menjembatani dunia usaha dan dunia industri dalam merekrut tenaga kerja dari lulusan SMK tersebut,” tegas Hirsan.

Disebutkan, kegiatan job matching harus dilaporkan kepada Disnakertrans Lotim sampai pusat dengan menyusun laporan kegiatan penempatan tenaga kerja setiap bulan triwulan dan tahunan.

“Tugas Disnaker adalah menerbitkan izin operasional BKK yang diajukan oleh kepala sekolah menengah kejuruan sebagai pimpinan BKK, kemudian memberikan informasi pasar kerja kepada sekolah, dan untuk selanjutnya dilaksanakan bursa kerja khusus oleh pengelola BKK,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.