LOMBOKSATU.com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar apel peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-30, Senin (27/4). Sekretaris Daerah Lombok Timur H. Muhammad Juaini Taufik bertindak sebagai pembina upacara.
Pada kesempatan itu, ia memaparkan sejumlah capaian membanggakan yang terus menunjukkan perkembangan positif di berbagai sektor.
Dari 10 kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Lombok Timur menempati peringkat keempat dengan indeks pembangunan terbaik.
Selain itu, pertumbuhan ekonomi Lombok Timur pada akhir tahun 2025 tercatat sebesar 4,93 persen atau menjadi yang tertinggi kedua di NTB. Menurut Sekda, capaian tersebut merupakan hasil sinergi dan kolaborasi seluruh pihak, baik pemerintah pusat maupun daerah.
“Saya katakan jujur, itu terjadi karena sinergi dan kolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah,” Juaini Taofik.
Tak hanya dari sisi pembangunan dan ekonomi, Lombok Timur juga mencatat sederet prestasi di tingkat regional maupun nasional. Di antaranya sebagai kabupaten terbaik nasional dalam percepatan dan perluasan digitalisasi pada tahun 2018.
Lombok Timur juga meraih penghargaan sebagai Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terbaik se-Indonesia, pengendalian inflasi terbaik regional NTB, NTT, Maluku, dan Papua, serta Perangkat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) terbaik nasional tahun 2025 untuk program akses keuangan inklusif.
Sekda menambahkan, berbagai penghargaan dan insentif yang diterima daerah akan masuk ke kas daerah dan dimanfaatkan kembali untuk mendukung pembangunan.
Ia juga mengapresiasi kerja keras seluruh jajaran, terutama dalam penguatan sistem pembayaran non tunai dan digitalisasi layanan pemerintahan.
Menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi motivasi untuk terus menghadirkan inovasi dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Tidak ada kesuksesan hanya karena diri sendiri. Mari kita pertahankan inovasi ini di tahun 2026. Kita bagikan pengalaman ini untuk kemajuan daerah kita,” pesannya.
Sekda mengajak seluruh elemen daerah menjaga semangat otonomi daerah sebagai momentum memperkuat kinerja pemerintahan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.





