Hanapi Guru Lauq

oleh -28.383 views
oleh
hanapi
Hanapi (foto doc.)

Dr. Hanapi, S.Pd., M.Si aliah Amaq Aliya. Panggilan “Guru Lauq” belakangan muncul setelah mendirikan komunitas intelektual “Guru Lauq Indonesia”. Lahir di Dusun Bowoh, Desa Setungkeplingsar, Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur NTB, sebuah kawasan perbatasan antara Lombok Timur dan Lombok Tengah. Ia lahir pada hari Jumat, 9 Maret 1979 atau bertepatan dengan 11 Rabiul Akhir 1399 Hijriah. Masa kecilnya tumbuh dalam lingkungan pedesaan yang hangat, sederhana, dan sarat dengan nilai-nilai tradisional. Kehidupan kampung dengan budaya gotong royong, cerita rakyat, serta adat-istiadat lokal menjadi fondasi penting yang membentuk karakter, pandangan hidup, dan semangat pengabdiannya kepada masyarakat.

Perjalanan pendidikan Hanapi dimulai pada tahun 1986 ketika ia masuk Sekolah Dasar Negeri Setungkep dan menyelesaikannya pada tahun 1992. Selama enam tahun masa pendidikan dasar, ia harus berjalan kaki menempuh jarak lebih dari dua kilometer setiap hari untuk sampai ke sekolah. Perjalanan itu bukan hanya menguji ketahanan fisik, tetapi juga menempa kedisiplinan, kesabaran, dan semangat juang sejak usia dini.

Setelah lulus sekolah dasar, ia melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah NW Sepit pada tahun 1992 hingga 1995. Selama tiga tahun, ia kembali harus berjalan kaki dengan jarak pulang-pergi sekitar 4,6 kilometer setiap harinya. Debu jalanan saat musim kemarau dan lumpur saat musim hujan menjadi bagian dari perjalanan hidup yang dijalani dengan penuh ketabahan. Perjuangan itu memberikan pelajaran berharga bahwa kehidupan membutuhkan ketekunan, kerja keras, dan kesabaran untuk mencapai cita-cita.

Perjalanan pendidikan berlanjut di Madrasah Aliyah NW Rensing Rajak, Kecamatan Sakra—yang kini menjadi Sakra Barat—pada tahun 1995 hingga 1998. Tantangan yang dihadapi semakin besar. Untuk sampai ke madrasah, ia harus berjalan kaki sekitar dua kilometer sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan desa sejauh dua kilometer lagi. Pada masa ini, ia memilih jurusan IPA dengan harapan dapat melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan. Namun, cita-cita tersebut belum terwujud.

Setelah sempat menempuh pendidikan di Akademi Manajemen Mataram pada tahun 1998 meskipun tidak selesai, ia kemudian melanjutkan studi Strata 1 di STKIP Hamzanwadi Selong pada tahun 2000 hingga 2006. Pendidikan Strata 2 ditempuh di Universitas Muhammadiyah Malang pada tahun 2006–2008. Semangat akademiknya terus berkembang hingga akhirnya berhasil menyelesaikan studi doktoral (S-3) di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja Bali pada tahun 2022–2026 dengan predikat cumlaude atau pujian.

Sejak masih menjadi mahasiswa pada tahun 2004, Hanapi telah aktif di dunia jurnalistik. Ia menulis di berbagai media seperti Tabloid Gema Indonesia, Koran Mingguan Rinjani Post, Tabloid Duta Selaparang, Media Lombok, Media Rakyat, Tabloid Dewi Anjani, hingga Harian Umum Nurani Rakyat. Dunia pers menjadi ruang pengabdian sekaligus wadah perjuangannya dalam menyuarakan persoalan masyarakat dan menyebarkan informasi kepada publik.

Semangatnya di bidang media terus berkembang. Pada tahun 2009, ia mendirikan Koran Corong Rakyat dan sekaligus menjadi pemimpin redaksi. Tahun 2013 ia kembali mendirikan Tabloid Aktualitanews. Tidak berhenti di situ, pada tahun 2014 ia mendirikan portal berita lomboksatu.com. Enam tahun kemudian, tepatnya tahun 2020, ia memperluas jangkauan media digital dengan mendirikan portal berita okenews.net, kemudian disusul portal berita dutarakyat.com pada tahun 2022.

Selain aktif di dunia jurnalistik, Hanapi juga dikenal aktif dalam berbagai organisasi kemahasiswaan dan kemasyarakatan. Ia tercatat sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Selong, Lombok Timur. Di kampung halamannya, ia mendirikan Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Tangan Lingsar (Alhajarutasar) sebagai wadah pengembangan generasi muda. Ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Karang Taruna Mercusuar Desa Sepit, Kecamatan Keruak.

Kepeduliannya terhadap pendidikan dan pemberdayaan masyarakat diwujudkan melalui berbagai lembaga yang didirikannya. Pada tahun 2007, ia mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Insani. Tahun 2008, ia mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Bina Insani dan Koperasi Bina Insani, serta sejumlah lembaga sosial lainnya. Dalam dunia pendidikan keagamaan, ia pernah menjadi guru Madrasah Ibtida’iyah NW Tangar Lingsar pada tahun 2004–2008 dan kini menjadi Pembina Pondok Pesantren Darussalam Al-Amin Tangar Lingsar. Saat pemekaran desa, ia hadir menggagas pembentukan dengan posisi sebagai Penasihat Panitia Pemakaran Desa Setungkeplingsar yang pisah dari Desa Sepit yang definitif 2013.

Pada tahun 2007 hingga 2010, Hanapi aktif di Lembaga Pemantau Kebijakan untuk Rakyat (LinKar), sebuah organisasi yang fokus pada pengawasan kebijakan publik. Selanjutnya, pada tahun 2011 ia mendirikan The Foundation of Tourism and Conservation (FTC) NTB yang bergerak dalam pengembangan pariwisata dan konservasi di Nusa Tenggara Barat. Tahun 2012, ia kembali mendirikan Lembaga Krama Adat Paer Timuk Lombok Timur yang berkomitmen melestarikan adat dan budaya lokal.

Komitmennya terhadap pengembangan masyarakat terus berlanjut dengan mendirikan Lombok Institut pada tahun 2015 dan Nusa Tenggara Institut pada tahun 2016. Kedua lembaga ini berfokus pada penelitian dan pengembangan kebijakan di Nusa Tenggara Barat. Pada tahun 2017, ia mendirikan Yayasan Peduli Masyarakat Lombok Timur yang bergerak dalam pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program sosial.

Pada tahun 2025, bersama sejumlah akademisi, Hanapi mendirikan Guru Lauq Indonesia yang bergerak di bidang edukasi dan riset. Melalui lembaga ini, ia turut menerbitkan sejumlah jurnal ilmiah seperti Sasak Studies, Educational Journal of Asia, Journal of Qualitative Review, Religion Journal and Character Building, dan GURU: Jurnal Pengabdian & Pemberdayaan.

Di bidang organisasi, Hanapi memiliki pengalaman panjang dalam berbagai kepengurusan. Ia pernah menjadi Sekretaris Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lombok Timur selama tahun 2006–2017, kemudian menjadi Presidium KAHMI Lombok Timur periode 2017–2022, dan saat ini dipercaya sebagai Dewan Pakar KAHMI Lombok Timur.

Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lombok Timur periode 2012–2015. Pada tahun 2015–2020, ia mendirikan Komite Pemuda Lombok Timur sekaligus menjadi Sekretaris Umum. Selanjutnya, ia juga aktif sebagai Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD KNPI Lombok Timur periode 2020–2023, Pengurus Pimpinan Pusat Pemuda NW periode 2017–2021, dan Pengurus Pimpinan Pusat Pemuda NWDI periode 2022–2026.

Bidang organisasi profesi jurnalistik, Hanapi pernah menjadi Sekretaris DPC Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Lombok Timur periode 2008–2013. Ia kemudian mendirikan Forum Persatuan Jurnalis Lombok Timur dan sejak tahun 2019 hingga sekarang menjadi Pembina Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT). Ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Cabang Lombok Timur periode 2020–2023, dan saat ini menjadi Ketua SMSI Cabang Lombok Timur periode 2024–2027.

Profesi dosen mulai digelutinya sejak tahun 2008. Ia pernah mengajar di STIT Palapa Nusantara dan sejak tahun 2009 menjadi dosen tetap di STKIP Hamzanwadi Selong yang kini bertransformasi menjadi Universitas Hamzanwadi. Selain itu, ia mendirikan Pusat Kajian Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Hamzanwadi sekaligus menjadi sekretaris lembaga tersebut. Ia juga aktif sebagai anggota Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI) dan berbagai asosiasi akademik lainnya. Saat ini, ia tercatat sebagai dosen tetap Universitas Hamzanwadi dengan NIDN 0809037901.

Bidang penelitian dan kebudayaan, Hanapi dikenal aktif mengkaji budaya lokal Sasak dan jaringan ulama Nusantara. Ia melakukan penelitian ke berbagai daerah hingga ke luar negeri seperti Malaysia, Singapura, dan Thailand untuk menelusuri jaringan Tuan Guru Umar Kelayu, seorang ulama besar yang lahir pada tahun 1827 M. Ia juga pernah menjadi bagian dari tim penulis buku Pendidikan dan Kebudayaan Sasak yang diterbitkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur.

Berbagai karya ilmiah dan buku telah diterbitkannya, di antaranya:
Buku:

  1. Tuan Guru Umar Kelayu: Lombok Poros Makkah Nusantara (2016).
  2. Tuan Guru: Gerakan Revolusi Sosial Masyarakat Sasak (2018).
  3. Pendidikan dan Kebudayaan Sasak (Penunjang Pembelajaran Mulok SD & SMP Lombok Timur (2020).
  4. Membangun Sikap Inklusif-Multikultural melalui Nilai-nilai Kearifan Budaya Lokal dalam Berbangsa (2024).
  5. MENJADI EDUPRENEUR MASA KINI “Panduan Praktis Kewirausahaan Berbasis Teknologi Untuk Pendidik” (2025).

Jurnal:

  1. Eksistensi Tradisi Jati Suara dalam Acara Khitanan di Desa Darmasari Lombok Timur (Suatu Tinjauan Sejarah Budaya) (2017).
  2. Dropout School Children in Coastal Communities (2021).
  3. Pelestarian Lingkungan Pesisir Melalui Ritual Nyalamaq Dilauq di Desa Tanjung Luar Keruak Lombok Timur (2023).
  4. The Problems and Dilemmas of Implementing the MBKM Curriculum Education Study Program in the Social Science in the Lombok Region (2023).
  5. Interaksi antarsuku dalam Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Tanjung Luar Lombok Timur (2024).
  6. The Value of the Beriuk Tinjal Tradition as a Strengthening of Student Character in the Global Era (2024)
  7. Strategi Pemenangan Paslon dalam Pilkada Gubernur NTB: Analisis Pendekatan Identitas Sosial dan Dukungan Elit Lokal (2024)
  8. Sustaining the Integration of Local Wisdom into School Life: A Case Study and Bibliometric Approach (2026)
  9. The Impacts of Tourism on Shifting Mountain Climbing Ritual Tradition In Geopark Rinjani, Indonesia
    (2026)
  10. Ritual Perang Topat sebagai Praktik Ekologis: Kepercayaan Masyarakat dalam Pelestarian Alam (2026).