Menarik…! Inilah Cerita Jukir Hingga Marbot yang Lulus jadi Polisi

oleh -331 views
Wahyu Setiaji Nova Azima lulus polisi
Lalu Bagus dan Wahyu Setiaji Nova Azima

LOMBOKSATU.com– Menjadi polisi merupakan cita-cita sebagian anak bangsa di negeri ini. Bahkan tidak sedikit yang memiliki cerita menarik tentang keinginan mereka supaya bisa masuk dan lulus meraih cita-citanya. Berikut ini sekilas cerita beberapa orang yang lulus sebagai calon siswa (Casis) polisi yang lulus di Polda NTB tahun 2021.

Sebanyak 614 dari 3186 orang pendaftar yang terverifikasi melalui Polda NTB dalam Penerimaan Terpadu Bintara dan Tamtama Polri Tahun 2021 lulus. Dari 614 orang yang lulus tersebut, terdapat anak seorang juru parkir hingga marbot masjid dan juga anak buruh harian lepas.

Wahyu Setiaji Nova Azima seorang juru parkir (Jukir), putra pasangan bapak M. Nazir yang perprofesi sebagai tukang ojek dan ibu Masnun yang sehari-hari berjualan nasi meluapkan kebahagiaannya dengan melakukan sujud syukur.

Di sela-sela pengumuman kelulusan, Kamis (22/7/2021) Wahyu yang lulus pada formasi Tamtama Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) mengungkapkan, bahwa dirinya baru pertama kali mengikuti seleksi dan langsung lulus.

“Sehari-hari saya jadi tukang parkir di depan Polres dengan penghasilan yang tidak menentu. Saya mendaftar polisi setelah melihat baliho di depan Polres Lombok Timur, karena memang saya berasal dari sana,” ungkapnya.

Ia mengaku baru pertama kali mendaftar sebagai polisi dengan harapan bisa lulus untuk mengabdi pada negara dan pengayom masyarakat. “Saya ikut seleksi baru tahun ini. Alhamdulillah, saya langsung lulus,” ungkapnya.

Menurut Wahyu, dalam mempersiapkan mengikuti seleksi, dirinya belajar dan berlatih sendiri dengan memanfaatkan teknologi informasi. Termasuk keyakinannya akan proses rekrutmen dengan prinsip bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH).

“Terus terang saya bersyukur atas hasil tes saya. Sebab selama ini saya hanya belajar dan berlatih di rumah dengan cara membuka-buka google,” ujarnya.

Cerita yang sama dari anak pasangan buruh harian lepas (BHL) Lalu Padli dan Hilmayati bernama Lalu Bagus yang juga belajar sendiri melalui google. Namun bedanya, kelulusan Bagus sebagai Bintara Polri tahun 2021.

“Saya bangga sebab saya lulus atas usaha sendiri. Ini adalah seleksi tahun kedua, sebab di tahun 2020 lalu saya juga mengikuti seleksi AKPOL atau Taruna Polri, tapi saya gugur di psikologi,” katanya.

Sementara Tegas Anggara Putra asal Beleka Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah, yang sehari-hari menjadi marbot Masjid Baitus Salam Polda NTB, sangat bersyukur lulus sebagai salah satu dari 35 orang yang lulus sebagai Bintara Polri melalui rekrutmen Bintara Proaktif.

“Alhamdulillah, saya sangat senang bisa mengangkat derajat orang tua,” ucap anak pertama Suharman dan Nurlaili itu. Anak petani kelahiran 1 Januari 2002 itu menuturkan, selama menjadi marbot masjid, ia harus membagi waktu, antara menyelesaikan tugas atau kegiatan masjid dengan mempersiapkan diri untuk mengikuti tes rekrutmen Polri.

“Kadang kalau pagi sedang kosong saya pergunakan untuk olahraga pagi di Lapangan Polda NTB. Kalau kegiatan masjid sedang banyak, olahraganya saya ganti pada habis Isya. Nah, selepas itu baru waktu malam saya pergunakan untuk belajar materi akademik dan psikologi,” imbuh Anggara.

Anggara juga menuturkan, melalui proses rekrutmen dengan menerapkan prinsip BETAH, ia mengaku puas, karena selama pelaksanaan tes prosesnya berjalan dengan aman dan lancar. “Sebab selepas setiap pelaksanaan tes rekrutmen tersebut, pengumuman nilai bisa langsung terlihat secara transparan,” tuturnya.

Sebagai informasi, dalam Sidang Kelulusan Akhir Penerimaan Polri 2021 Polda NTB menyatakan 614 orang lulus sebagai Casis. Adapun rincian 396 orang Bintara Polisi Tugas Umum (PTU), 27 orang Bintara Brimob, 35 orang Bintara Rekrutmen Proaktif, 30 orang Bintara Kompetensi khusus, 7 orang Eks Catar Akpol, 105 orang Tamtama Brimob, dan 14 Tamtama Polair.

Wakapolda NTB Brigjen Pol. Drs. Ruslan Aspan saat memimpin Sidang Kelulusan Akhir melalui zoom meeting di Gedung Sasana Dharma Polda NTB menyatakan, bahwa prinsip BETAH bermuara pada meningkatnya citra Polri di masyarakat.

“Dengan prinsip BETAH tersebut, maka masyarakat akan bisa menilai bahwa proses rekrutmen Polri secara terbuka. Dengan harapan akan dapat meningkatkan citra Polri di masyarakat,” katanya.

Wakapolda juga menyampaikan, selamat kepada peserta yang telah lulus dalam seleksi tahun ini, semoga semuanya dapat dilantik menjadi seorang personel Polri. “Bagi yang belum lulus, jangan patah semangat. Persiapkan diri untuk mendaftar di tahun depan. Sebab usaha tidak akan mengkhianati hasil,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.