Hanapi Amaq Aliya

oleh -27.952 views
oleh
hanapi
Hanapi (foto doc.)

Dr. Hanapi, S.Pd., M.Si alias Amaq Aliya lahir di perkampungan perbatasan Kabupaten Lombok Timur dengan Lombok Tengah, tepatnya di Dusun Bowoh Desa Setungkeplingsar Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Lahir hari Jumat tanggal 09 Maret 1979 bertepatan 11 Rabiul Akhir 1399 H.

Hidup di pedesaan penuh suasana kehangatan diwarnai nilai-nilai tradisional, memberikan fondasi dalam menjalani kehidupan. Di sini, tumbuh dan dibesarkan dengan cerita-cerita lokal serta kebiasaan yang kaya dengan makna, mempengaruhi pandangan hidup.

Tahun 1986 masuk Sekolah Dasar Negeri Setungkep dan selesai 1992. Selama enam tahun penuh tantangan dan dedikasi. Jalan kaki menempuh jarak lebih dari dua kilometer untuk mencapai sekolah. Perjalanan panjang ini tidak hanya menguji ketahanan fisik, tetapi membentuk semangat kehidupan.

Pada tahun 1992 hingga 1995 masuk Madrasah Tsanawiyah NW Sepit. Selama tiga tahun, berjalan kaki menempuh jarak sekitar 4,6 kilometer pulang-pergi. Perjalanan panjang ini bukan sekadar rutinitas, tetapi goresan perjuangan di tengah kehidupan pedesaan.

Jejak kaki menginjak debu pada musim kemarau, becek berlumpur musim hujan seakan mengajarkan kehidupan yang keras dan membutuhkan ketekunan serta ketabahan. Liku-liku masa sekolah penuh dengan dinamika dan tantangan.

Meskipun demikian, semangat belajar, dukungan keluarga, dan komunitas sekitar menjadikan setiap tantangan sebagai motivasi untuk terus meraih impian. Pengalaman ini membentuk karakter menjadi pribadi penuh semangat dalam menghadapi segala rintangan.

Ketika melanjutkan pendidikan ke Madrasah Aliah NW Rensing Rajak di Kecamatan Sakra (sekarang Sakra Barat) pada tahun 1995-1998, tantangan perjalanan menjadi semakin berat, jalan kaki 2 km baru naik angdes 2 km untuk sampai di madrasah.

Saat kelas III memilih jurusan IPA dengan harapan masuk jurusan kesehatan namun kandas. Akhirnya melanjutkan di Akademi Manajemen Mataram (1998), tapi tidak selesai. Kemudian kuliah strata 1 STKIP Hamzanwadi Selong (2000-2006). Strata 2 di Universitas Muhammadiyah Malang (2006-2008) dan menyelesaikan studi doktoral (S-3) di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Singaraja-Bali 2022-2026 dengan meraih predikat cumlaude (pujian).

Sejak mahasiswa (2024) menjadi jurnalis di berbagai media seperti: Tabloid Gema Indonesia, Koran Mingguan Rinjani Post, Tabloid Duta Selaparang, Media Lombok, Media Rakyat, Tabloid Dewi Anjani, dan Harian Umum Nurani Rakyat.

Pada tahun 2009, mendirikan Koran Corong Rakyat sekaligus sebagai pemimpin redaksi, tahun 2013 mendirikan Tabloid Aktualitanews. Tidak berhenti di situ, tahun 2014 mendirikan portal berita lomboksatu.com.

Enam tahun kemudian, pada tahun 2020, memperluas jangkauan digital dengan mendirikan portal berita okenews.net, diikuti oleh portal berita dutarakyat.com pada tahun 2022.

Selain karier jurnalistik, aktif di berbagai organisasi kemahasiswaan dan masyarakat serta tercatat sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Selong, Lombok Timur.

Di kampung halaman, mendirikan Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Tangan Lingsar (Alhajarutasar). Pernah sebagai Sekretaris Karang Taruna Mercusuar Desa Sepit Kecamatan Keruak.

Mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Insani (2007), mendirikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Bina Insani (2008), mendirikan Koperasi Bina Insani (2008), dan lembaga sosial lainnya.

Pernah menjadi guru madrasah ibtida’iyah NW Tangar Lingsar (2004-2008) dan sebagai sekarang sebagai Pembina Pondok Pesantren Darussalam al-Amin Tangar Lingsar.

Pada tahun 2007 hingga 2010, aktif di Lembaga Pemantau Kebijakan untuk Rakyat (LinKar), sebuah organisasi yang fokus pada pengawasan kebijakan publik. Tahun 2011, mendirikan The Foundation of Tourism and Conservation (FTC) NTB, yang bertujuan untuk mengembangkan pariwisata dan konservasi di Nusa Tenggara Barat.

Tak berhenti di situ, pada tahun 2012, mendirikan Lembaga Krama Adat Paer Timuk – Lombok Timur, sebuah lembaga yang berkomitmen untuk melestarikan adat dan budaya lokal.

Selanjutnya, pada tahun 2015, mendirikan Lembaga Lombok Institut dan Lembaga Nusa Tenggara Institut pada tahun 2016. Keduanya berfokus pada penelitian dan pengembangan kebijakan di Nusa Tenggara Barat

Pada tahun 2017, mendirikan Yayasan Peduli Masyarakat Lombok Timur yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan.

Pada tahun 2025, mendirikan Guru Lauq Indonesia bersama sejumlah akademi yang bergerak pada bidang edukasi dan riset serta menerbitkan sejumlah jurnal yakni Sasak Studies, Educational Journal of Asia, Journal of Qualiatative Review, Religion Journal and Character Building, dan GURU: Jurnal Pengabdian & Pemberdayaan.

Organisasi lain yang pernah digeluti yakni, sekretaris Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) selama 2006-2017, Presidium KAHMI Lombok Timur tahun 2017-2022 (sekarang, Dewan Pakar KAHMI Lombok Timur).

Pernah sebagai Wakil Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lombok Timur (2012-2015, mendirikan Komite Pemuda Lombok Timur sekaligus Sekretaris Umum (2015-2020).

Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD KNPI Lombok Timur (2020-2023), Pengurus Pimpus Pemuda NW 2017-2021, dan Pengurus Pimpus Pemuda NWDI (2022-2026).

Sementara untuk perkumpulan profesi jurnalis, pernah menjadi Sekretaris DPC Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Lombok Timur (2008-2013, kemudian mendirikan Forum Persatuan Jurnalis Lombok Timur.

Pembina Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT) sejak tahun 2019-sekarang, Wakil Ketua Serikat Media Siber Indoensia (SMSI) Cabang Lombok Timur sejak 2020-2023, dan sekarang sebagai Ketua SMSI Cabang Lombok Timur (2024-2027).

Profesi sebagai dosen sejak 2008. Sempat mengajar di beberapa perguruan tinggi seperti di STIT Palapa Nusantara dan sejak 2009 menjadi dosen tetap di STKIP Hamzanwadi Selong (sekarang Universitas Hamzanwadi).

Mendirikan Pusat Kajian Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Hamzanwadi sekaligus sekretaris, dan menjadi Anggota Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI) dan asosiasi lainnya.

Pengalaman lain, menggeluti dan mengkaji budaya, melakukan penelitian ke berbagai daerah sampai luar negeri (Malaysia, Singapura, dan Thailand) tentang jaringan Tuan Guru Umar Kelayu (lahir 1827 M) dengan Ulama Nusantara.

Pernah menjadi tim penulis Pendidikan dan Kebudayaan Sasak (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lombok Timur). Saat ini sebagai dosen tetap di Universitas Hamzanwadi.

Karya yang telah terbit:

  1. Eksistensi Tradisi Jati Suara dalam Acara Khitanan di Desa Darmasari Lombok Timur (Suatu Tinjauan Sejarah Budaya) (2017).
  2. Buku Tuan Guru Umar Kelayu: Lombok Poros Makkah Nusantara (2016).
  3. Buku Tuan Guru: Gerakan Revolusi Sosial Masyarakat Sasak (2018).
  4. Dropout School Children in Coastal Communities (2021).
  5. Buku Pendidikan dan Kebudayaan Sasak (Penunjang Pembelajaran Mulok SD & SMP Lombok Timur (2020).
  6. Pelestarian Lingkungan Pesisir Melalui Ritual Nyalamaq Dilauq di Desa Tanjung Luar Keruak Lombok Timur (2023).
  7. The Problems and Dilemmas of Implementing the MBKM Curriculum Education Study Program in the Social Science in the Lombok Region (2023).
  8. Membangun Sikap Inklusif-Multikultural melalui Nilai-nilai Kearifan Budaya Lokal dalam Berbangsa (Bookchapter-2024).
  9. Interaksi antarsuku dalam Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Tanjung Luar Lombok Timur (2024).
  10. The Value of the Beriuk Tinjal Tradition as a Strengthening of Student Character in the Global Era (2024)
  11. Strategi Pemenangan Paslon dalam Pilkada Gubernur NTB: Analisis Pendekatan Identitas Sosial dan Dukungan Elit Lokal (2024)
  12. MENJADI EDUPRENEUR MASA KINI “Panduan Praktis Kewirausahaan Berbasis Teknologi Untuk Pendidik” (2025).
  13. Sustaining the Integration of Local Wisdom into School Life: A Case Study and Bibliometric Approach (2026)
  14. The Impacts of Tourism on Shifting Mountain Climbing Ritual Tradition In Geopark Rinjani, Indonesia
    (2026)
  15. Ritual Perang Topat sebagai Praktik Ekologis: Kepercayaan Masyarakat dalam Pelestarian Alam (2026).