Bukan Sekadar Deretan Rak Buku, Perpustakaan MAN 1 Lotim Raih Akreditasi Baik dari Perpusnas RI

oleh -3.207 views
oleh
man
Gedung MAN 1 Lombok Timur (photo doc/istimewa)

LOMBOKSATU.com – Perpustakaan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Lombok Timur membuktikan diri bukan sekadar deretan rak buku yang sunyi. Lewat kerja keras dan inovasi layanan, perpustakaan ini berhasil meraih predikat akreditasi “Baik” dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia.

Kepala MAN 1 Lombok Timur M. Nurul Wathoni mengatakan untuk memenuhi standar layanan perpustakaan yang maksimal bagi warga belajar pada perpustakaan MAN 1 Lotim dilakukan akreditasi.

“Akreditasi ini dilakukan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia melalui program akreditasi bagi perpustakaan sekolah dan perguruan tinggi di NTB,” ujar Wathoni, Ahad (25/05/2025 di Selong.

Ia menegaskan, komitmen MAN 1 Lotim untuk terus meningkatkan mutu layanan perpustakaan bagi warga belajar, agar pelayanan bisa memenuhi standar yang telah ditentukan pemerintah bisa memiliki dampak baik bagi pencapaian mutu dan kualitas pembelajaran.

Menurutnya, MAN 1 Lotim tidak hanya mengejar prestasi dalam berbagai bidang dengan meningkatkan sarana dan media pembelajaran termasuk program prestasi siswa, tapi layanan perpustakaan juga memenuhi standar nasional dengan melakukan akreditasi.

“Alhamdulillah hasil penilaian akreditasi bagi perpustakaan MAN 1 Lotim di bawah binaan Husnul Laila meraih nilai Baik dengan masa berlaku empat tahun mulai 2024 sampai 2029 dan hasil ini luar biasa,” ucapnya.

Menurutnya, ini membuktikan bahwa ikhtiar MAN 1 Lombok Timur, khususnya tim perpustakaan, telah menuai hasil yang maksimal, akhirnya diakui secara resmi oleh lembaga pemerintah berwenang.

Ia juga menambahkan bahwa pencapaian ini tidak lepas dari semangat kolaboratif antara pustakawan, guru, dan siswa yang secara konsisten mendukung program-program literasi di madrasah.

“Akreditasi ini bukan akhir dari perjalanan, tapi awal dari komitmen baru untuk terus membenahi dan meningkatkan kualitas layanan kami. Harapan kami, perpustakaan ini benar-benar menjadi jantung literasi dan ruang tumbuh bagi generasi pembelajar,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan MAN 1 Lotim Husnul Laila menambahkan layanan perpustakaan madrasah saat ini tidak hanya berkutat pada aspek sarana fisik semata, tetapi mencakup kelengkapan koleksi buku, referensi, sistem layanan warga madrasah.

Menurutnya, perpustakaan harus mampu bertransformasi menjadi ruang belajar yang hidup dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Tidak hanya menjadi tempat meminjam buku, tetapi sebagai pusat kegiatan literasi yang inklusif dan penuh inovasi.

“Perpustakaan harus menjadi ruang yang menyenangkan bagi siswa dan guru. Kami terus mendorong siswa terlibat aktif dan menjadikan membaca sebagai bagian dari budaya belajar mereka,” ungkapnya.