LOMBOKSATU.com — Pascasarjana Universitas Hamzanwadi menggelar Seminar Nasional dengan menghadirkan Direktur Kepala Sekolah, Pengawas Sekolah, dan Tenaga Kependidikan (KSPTENDIK) Ditjen Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru (GTKPG) Kemendikdasmen, Dr. Iwan Junaedi, S.Si., M.Pd.
Acara ilmiah ini mengangkat tema “Kepemimpinan Transformasional dalam Mewujudkan Pembelajaran Mendalam dan Berdampak” yang merefleksikan urgensi penguatan kapasitas kepemimpinan pendidikan dalam merespons dinamika perubahan dan tantangan pembelajaran abad ke-21.
Direktur Pascasarjana Universitas Hamzanwadi Dr. H. Musifuddin mengatakan kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor determinan dalam mewujudkan mutu pendidikan yang unggul dan berkelanjutan di tengah tantangan dunia digital.
“Kepala sekolah harus mampu bertindak sebagai agent of change yang mampu menginspirasi inovasi dan kolaborasi, karena itu kami berharap melalui seminar ini dapat memperkuat kapasitas peserta dalam implementasi kepemimpinan transformasional,” tegas Musifuddin, Rabu 19 November 2025.
Kegiatan ini juga diharapkan menjadi pemicu perubahan yang mendorong penerapan pembelajaran deep learning secara berkelanjutan, sehingga menghasilkan dampak nyata, peningkatan kualitas, serta transformasi positif bagi seluruh ekosistem pendidikan di Indonesia.
Menurut Musifuddin, kehadiran Direktur dalam forum ini menjadi momentum strategis. Melalui pemaparan kebijakan, arah pengembangan profesi guru, serta tantangan kepemimpinan sekolah, peserta seminar mendapatkan wawasan langsung dari pemangku kebijakan pusat.
“Transformasi pendidikan tidak dapat berjalan tanpa kepemimpinan yang visioner. Sekolah membutuhkan pemimpin yang adaptif dan mampu menumbuhkan budaya pembelajaran yang mendalam dan bermakna,“ tegas Musif yang juga Ketua ABKIN NTB itu.
Antusiasme peserta yang datang menunjukkan besarnya kebutuhan akan peningkatan kapasitas kepemimpinan pendidikan. Diskusi interaktif dan sesi tanya jawab berlangsung dinamis, memperlihatkan komitmen para pendidik dalam menghadapi tantangan pendidikan era digital serta terciptanya pembelajaran berdampak.
Di sisi lain, terselenggaranya seminar nasional ini semakin menegaskan posisi Pascasarjana Universitas Hamzanwadi sebagai pusat pengembangan keilmuan dan kepemimpinan pendidikan di wilayah Nusa Tenggara Barat.
Dengan menghadirkan narasumber nasional, kampus ini menunjukkan keseriusannya dalam memfasilitasi para pendidik, calon pemimpin sekolah, dan praktisi pendidikan untuk belajar, berjejaring, dan bertransformasi.
Musif menambahkan, Universitas Hamzanwadi berkomitmen menjadi rumah akademik yang mengembangkan inovasi, riset, serta peningkatan kompetensi tenaga pendidik melalui ekosistem pembelajaran kolaboratif dan responsif terhadap dinamika pendidikan nasional.
“Jadi memilih Pascasarjana Universitas Hamzanwadi sebagai tempat melanjutkan studi bisa menjadi pilihan yang tepat,” tutupnya memperomosikan kampus dengan slogan unggul dan berdaya saing global tersebut.
Hadir pula Wakil Bupati Lombok Timur H Edwin Hadiwijaya yang menyambut baik tema kepemimpinan transformasional dan menilai gagasan tersebut penting untuk memperkuat kualitas pendidikan dan daya saing daerah di tengah pemerintah pusat sedang melakukan transformasi itu.





