Pemkab Lombok Timur Segera Mentransformasi Bappeda jadi Bapperida

oleh -1.794 views
oleh

LOMBOKSATU.com – Pemerintah Daerah Lombok Timur sedang mempersiapkan langkah strategis besar dengan mentransformasikan atau merubah Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menjadi Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida).

Langkah melakukan perubahan ini diambil untuk memperkuat basis perencanaan serta mendorong inovasi daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat.

Transformasi ini sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 90 Tahun 2019, dan diharapkan dapat membawa dampak positif bagi pembangunan daerah dalam jangka panjang.

Wakil Bupati Lombok Timur, H. Moh. Edwin Hadiwijaya, mengungkapkan bahwa transformasi ini tengah dipersiapkan oleh Bagian Hukum Pemda melalui Proyeksi Legislasi Daerah (Prolegda), dengan target realisasi pada tahun 2026.

Menurut Wabup, pembentukan Bapperida akan memberikan keleluasaan bagi Pemda untuk berkolaborasi lebih intens dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam pengembangan riset dan inovasi yang lebih terencana.

“Keberadaan Bapperida sangat penting. Ini akan memberikan keleluasaan bagi kita untuk berkolaborasi dengan BRIN secara lebih luas,” ujar Wabup dalam pertemuan dengan rombongan Kepala Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri BRIN, Mardyanto Wahyu Tryatmoko, Kamis (13/11/2025).

Wabup mengidentifikasi sektor riset dan inovasi selama ini belum digarap secara maksimal, meskipun telah ada kerja sama dengan berbagai pihak.

Diharapkan, dengan adanya Bapperida, penganggaran riset akan lebih terfokus dan dapat menjadi landasan yang kuat dalam pengambilan kebijakan daerah.

“Kita akan fokus pada riset dan inovasi, agar dapat memberikan perubahan signifikan, baik untuk peningkatan PAD maupun kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Selain fokus pada riset, Pemerintah Daerah Lombok Timur juga terus memperkuat program-program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat desa, seperti ketahanan pangan melalui BUMDes dan Koperasi Merah Putih.

Sektor pariwisata pun menjadi prioritas utama, mengingat potensi besar yang dimiliki daerah ini dalam mendorong perekonomian lokal.

Sementara itu, Kepala Pusat Riset Pemerintahan Dalam Negeri BRIN, Mardyanto Wahyu Tryatmoko, dalam kesempatan yang sama, menyatakan bahwa kunjungannya bertujuan untuk menjalin kolaborasi antara BRIN dan Pemerintah Kabupaten Lombok Timur.

Salah satu inisiatif yang tengah dikembangkan BRIN adalah pendirian Science Techno Park (STP) di berbagai daerah, yang diharapkan dapat membantu pengembangan potensi riset, khususnya di sektor pariwisata.

Mardyanto menekankan bahwa Lombok Timur memiliki potensi pariwisata yang luar biasa, dan pengembangan STP di daerah ini bisa menjadi peluang besar.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa tantangan besar seperti pengelolaan sampah harus diselesaikan agar sektor pariwisata dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan PAD dan PDRB daerah.

Dengan adanya transformasi Bappeda menjadi Bapperida, diharapkan Lombok Timur dapat menjadi daerah yang lebih maju, dengan kebijakan-kebijakan yang berbasis riset dan inovasi, serta solusi yang lebih tepat sasaran dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.