Lotim Raih Penghargaan Creative Financing Regional Nusa Tenggara dan Maluku 2026

oleh -9 views
oleh

LOMBOKSATU. com – Pemerintah Kabupaten Lombok Timur kembali menorehkan prestasi di tingkat regional dengan meraih apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 kategori creative financing untuk wilayah Nusa Tenggara dan Maluku.

Dalam ajang tersebut, Lombok Timur berhasil menempati peringkat kedua dan mengungguli Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara.

Penghargaan tersebut diterima langsung Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin pada kegiatan yang berlangsung di Senggigi, Selasa (19/05/2026).

Sementara posisi pertama diraih Kabupaten Lombok Barat. Untuk kategori kota terbaik diraih Kota Mataram, sedangkan kategori provinsi diraih Pemerintah Provinsi NTB.

Daerah yang menerima apresiasi tersebut juga memperoleh dana insentif fiskal. Peringkat ketiga mendapatkan Rp1 miliar, peringkat kedua memperoleh Rp2 miliar, dan peringkat pertama menerima Rp3 miliar.

Kategori creative financing menilai kemampuan pemerintah daerah dalam mengoptimalkan sumber daya dan menciptakan inovasi pembiayaan pembangunan.

Penilaian meliputi inovasi pajak dan retribusi daerah, pengelolaan BUMD, serta pemanfaatan dana CSR untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, tim penilai juga memperhatikan efektivitas pengelolaan barang milik daerah dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), termasuk kemampuan pemerintah daerah menjalin kerja sama dengan badan usaha melalui skema Kerja Sama Pemerintah Daerah dengan Badan Usaha (KPDBU).

Aspek digitalisasi, tata kelola keuangan, dan konsistensi opini Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) turut menjadi indikator penting dalam menentukan daerah terbaik.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam sambutannya menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas kinerja pemerintah daerah sekaligus pemberian tambahan fiskal untuk mendukung pembangunan daerah.

“Tujuan kita adalah memberikan apresiasi prestasi sekaligus juga memberikan tambahan insentif fiskal. Karena itu bukan untuk pribadi, melainkan digunakan untuk APBD dan dapat dimanfaatkan kepala daerah untuk berbagai kebutuhan, termasuk BTT,” jelasnya.

Ia berharap penghargaan tersebut mampu memotivasi pemerintah daerah untuk terus berinovasi dan mengoptimalkan potensi daerah masing-masing.

Ke depan, Kementerian Dalam Negeri juga berencana menyusun indeks daerah berdasarkan kemampuan mengendalikan inflasi, pengangguran, dan kemiskinan di tingkat kabupaten, kota, maupun provinsi.

Selain kategori creative financing, apresiasi juga diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai berhasil dalam pengendalian inflasi, penurunan tingkat pengangguran, penanggulangan kemiskinan, serta percepatan penurunan stunting.