Disebut Dajal, Calon Kades Lekor Bakal Lapor Polisi

oleh -136 views
zainal abidin
Zainal Abidin, SH (photo dok.)

LOMBOKSATU.com – Dugaan ujaran kebencian yang dilakukan dua warga inisial M dan YH kepada dua calon Kepala Desa Lekor Kecamatan Janapria di bawa ke jalur hukum.

Dua Balon Kades atas nama Zainal Abidin dan Ikiriadi akan melaporkan kedua warga setempat lantaran diduga telah melakukan ujaran kebencian melalui grup whatsapp.

Kasus ini berawal dari berita LOMBOKSATU.com yang berjudul “Mundur Sebagai Calon Kades, Ketua BPD Pastikan Proses Pemilihan Pakai Perbup” tanggal 12 November 2021 yang dikirim ke salah satu grup whatsapp.

Klik: Mundur sebagai Calon Kades

Berita yang menampilkan photo Zainal Abidin dan Ikiriadi tersebut kemudian dikomentari oleh M dan YH. Dalam cuitannya M mengajak orang agar tidak lagi mempercayai dua Balon Kades tersebut dengan sebutan Dajjal. Mereka juga menyebut Zainal dan Ikiriadi sebagai orang yang memiliki lidah bercabang dan tidak bisa dipercaya.

Merasa dirugikan, keduanya akhirnya sepakat melaporkan M dan YH ke Polres Lombok Tengah. Kepada wartawan, Zainal mengatakan, keterangan dari berbagai pihak termasuk screnshot percakapan di grup whatsapp sudah diamankan. Bukti bukti tersebut akan dilampirkan dalam berkas laporan.

“Laporannya sudah jadi. Insya Allah dalam dua atau tiga hari ke depan kami akan ke Polres Lombok Tengah,” kata Zainal pada wartawan, Jumat (26/11/2021).

Laporan tersebut nantinya akan ditembuskan ke Kapolda NTB, Kepala Kejati Lombok Tengah, Kepala Dinas Kominfo Lombok Tengah dan para pihak terkait lainnya.

Selain ujaran kebencian, pihaknya juga akan melaporkan yang bersangkutan dengan dugaan pencemaran nama baik dan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektonik (ITE).

Tindakan yang bersangkutan kata Zainal, sudah sangat keterlaluan. Sebagai orang yang berpendidikan, kedua oknum tersebut seharusnya bisa memberikan pemahaman dan meneduhkan di masyarakat, bukan melontarkan kalimat yang bersifat provokatif.

Selain merugikan secara pribadi, tindakan yang bersangkutan juga telah melukai perasaan keluarga besarnya. Sehingga langkah hukum ini lanjut Zainal bukan semata mata untuk menghukum yang bersangkutan, tapi juga memberikan pelajaran kepada semua pihak agar lebih bijak dalam bertutur kata dan menggunakan media sosial.

“Sebagai orang berpendidikan seharusnya kita membimbing masyarakat ke arah yang benar, bukan malah mengadu domba seperti ini,” tegasnya.

Sebagai manusia biasa lanjut Zainal, pihaknya mengaku tetap membuka pintu maaf selama yang bersangkutan meminta maaf dengan tulus. Namun demikian proses hukum tentu harus tetap dijalankan.

“Hukum adalah panglima tertinggi. Maaf boleh proses hukum jalan terus,” pungkasnya.

Sementara M dan YH yang dihubungi wartawan belum berhasil dikonfirmasi. (Dar)

No More Posts Available.

No more pages to load.