Mundur Sebagai Calon Kades, Ketua BPD Lekor Pastikan Proses Pemilihan Sesuai Perbup

oleh -1.500 views
oleh
Dari kiri: Calon Kades Zainal Abidin dan Ketua BPD Ikiriadi
Dari kiri: Calon Kades Zainal Abidin dan Ketua BPD Ikiriadi

LOMBOKSATU.com – Ketua BPD Lekor Kecamatan Janapria Ikiriadi  berencana mundur dari pencalonan Kepala Desa Lekor.  Keputusan tersebut diambil untuk meredam polemik yang terjadi beberapa minggu terakhir ini.

Ia mengaku sadar bahwa keputusannya ini akan membuat simpatisannya kecewa. Namun  untuk meredam berbagi gejolak pada proses pemilihan kepala desa antar waktu yang sempat tertunda lantaran berbagai persoalan. Pihaknya mengaku ikhlas menerima segala resiko yang akan timbul nantinya.

“Di satu sisi saya Ketua BPD, tapi di sisi lain calon kepala desa. Sementara selaku BPD saya bertugas mengawal proses Pilkades. Agar tidak menimbulkan kesan kurang baik lebih baik saya mundur. Intinya daripada masyarakat terus berselisih paham,” kata Ikir di Praya, Rabu (10/11/2021).

Setelah mundur, pihaknya mengaku akan fokus mengawal proses pemilihan antar waktu yang sebelumnya sempat tertunda.  Mengenai teknis pelaksanaan pihaknya menegaskan tetap menggunakan Perbup.

Hal itu mengacu pada kesepakatan BPD dan panitia. Seluruh anggota BPD sepakat untuk menggunakan Perbup. Sementara dari lima panitia, hanya satu yang bertahan dengan musyawarah.

Sementara itu salah seorang calon, Zainal Abidin, SH, menyayangkan pengunduran diri saudara Ikiriadi. Dengan pengalaman kerjanya selama 16 tahun di pemerintahan, Ikiriadi   diangggap menjadi salah satu kandidat yang sangat potensial memimpin Lekor.

Namun demikian, alasan pengunduran diri yang bersangkutan perlu diapresiasi semua pihak. Alasan dengan pertimbangan kondusifitas desa, menurutnya sangat bijak dan hanya bisa dilakukan oleh orang-orang tertentu saja.

Ketika  banyak orang yang ngotot mempertahankan keinginannya dengan mengorbankan kepentingan orang banyak, kata Zainal, Ikiriadi  justru bisa melakukan hal sebaliknya. Demi kepentingan warga Lekor Ikiriadi rela mengorbankan kepentingan pribadinya. “Bagi kami inilah tokoh Lekor yang sebenarnya,” kata Zainal.

Sementara itu Camat Janapria H. Mahlan menjelaskan, sebelumnya teknis pelaksanaan Pilkades sudah dibahas melalui musyawarah desa (Musdes).

Namun sayangnya ada beberapa pihak yang merasa kesepakatan tersebut sepihak. Diduga Musdes belum menghasilkan kata sepakat, namun ada beberapa pihak yang mengeluarkan berita acara tanpa persetujuan semua peserta rapat dan para pihak terkait lainnya.

Namun demikian kata Camat, sesuai kesepakatan bersama DPMD dan para pihak beberapa hari lalu, seluruh kandidat akan diminta membicarakan ini tanpa campur tangan pihak manapun.

“Kita akan panggil semua kandidat dan akan didudukkan dalam satu ruangan untuk mencari kata sepakat dalam persoalan ini. Kami yakin semuanya akan selesai,” kata Mahlan.

Sementara itu salah seorang panitia, Saiful  Zuhri membenarkan jika sebagian besar panitia memang telah sepakat melaksanakan pemilihan dengan Perbup.

Namun kata Saiful, hal itu tidak ada artinya sebab persetujuan tersebut masih bersifat personal tanpa adanya berita acara.

“Kalau tidak  ada berita acara dan bukti, berarti belum riil bang,” kata Saiful via handphone, Kamis (11/11/2021).

Lagi pula, jika kesepakatan panitia akan digunakan sebagai acuan, maka akan mementahkan hasil Musdes yang telah disepakati bersama sebelumnya.

“Kalau  personal memang ia, tapi Musdes mau kita apakkan,” pungkasnya. (Dar)