ASN Terima ZIS Disorot, Ini Penjelasan Sekretaris Baznas

oleh -329 views
Sekretaris Baznas Lotim Abdul Hayyi Zakaria
Sekretaris Baznas Lotim Abdul Hayyi Zakaria (foto dokumen)

LOMBOKSATU.com – Akhir-akhir ini banyak pihak menyoroti kebijakan Baznas Lombok Timur yang menyalurkan zakat, infaq, dan shodaqah (ZIS) untuk aparatur sipil negara (ASN) kategori gharimin atau yang terlilit hutang.

Menjawab hal itu, Sekretaris Baznas Lombok Timur Abdul Hayyi Zakaria menegaskan, dana Baznas yang terkumpul dan masuk dari ASN itu sangat besar setiap bulan. Sehingga tidak berlebihan jika memberikan sebagian untuk ASN yang kurang mampu karena terbelit utang.

“Tahukah masyarakat selama, kalau selama ini ASN itu menjadi muzakki utama dengan menyumbangkan hampir Rp 1 miliar setiap bulan untuk fakir miskin lewat Baznas?,” ungkap Sekretaris Baznas Kabupaten Lombok Timur, Kamis (22/07/2021).

“Berkat ZIS yang kita terima dari ASN banyak masyarakat yang bisa kita bantu. Kita kemas dalam bentuk 5 program unggulan yaitu Baznas Peduli, Baznas Sehat, Baznas Cerdas, Baznas Berdaya dan Baznas Religius,” paparnya.

Ia menyebutkan, pada tahun 2020 saja tercatat sekitar 26 ribu pakir miskin yang sudah dibantu selama ini di Lombok Timur. Oleh sebab itu ia berharap agar semua pihak memahami dan menyikapi dengan bijak.

“Bayangkan kalau ASN tidak lagi salurkan zakatnya ke Baznas berapa fakir miskin yang kehilangan hak santunannya. Jadi, tidak berlebihan kalau kita sebut ASN itu pahlawan kemiskinan kekinian,” sambungnya.

Adapun terkait program gharimin yang saat ini menjadi polemik, selama dia masuk kategori ashnaf boleh saja dari sekian ribu ASN sebagiannya Muzakki tapi ada juga di antaranya masuk kategori mustahiq.

“Ada sebagian di antaranya yang kurang mampu demi menghidupi keluarganya tidak sedikit dari mereka yang berhutang dan yang kategori inilah yang mendapat perhatian Baznas,” pungkas Hayyi.

Sebelumnya, Baznas menyerahkan zakat, infaq, dan sadaqah (ZIS) yang berasal dari gaji ke-13 ASN Lombok Timur kepada sejumlah aparatur sipil negara (ASN) yang termasuk golongan gharimin.

ASN yang masuk dalam ashnaf gharimin ini menurut BAZNAS adalah ASN yang memiliki beban hutang untuk memenuhi kebutuhan pribadi yang tidak dapat ia hindari.

Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menyerahkan ZIS itu secara simbolis kepada tiga orang ASN lingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud), Senin (19/072021) di Pendopo Bupati.

Pada kesempatan itu, Sukiman Azmy menyampaikan jumlah nilai ZIS yang diterima masih terbilang kecil dan tentunya tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan tapi paling tidak bisa membantu meringankan beban di tengah pandemi ini.

Hal ini karena ZIS yang terkumpul akan didistirbusikan kepada seluruh ASN yang termasuk golongan gharimin di daerah ini. Khusus di lingkup Dinas Dikbud saja jumlahnya mencapai 200 orang dengan total ZIS yang akan diserahkan Rp.500 juta.

Selain lingkup Dinas Dikbud, ZIZ ini juga untuk ASN yang ada di organisasi perangkat daerah (OPD) lainnya, termasuk dinas kesehatan dengan nilai Rp. 500 juta.

Bupati menyadari kondisi pandemi ini berdampak luas terhadap masyarakat. Karena itu pula Pemda akan menyalurkan 150 ton beras bagi masyarakat dan 30 ton bagi Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) dan Panti Asuhan.

Bupati juga mengingatkan agar pada pelaksanaan Idul Adha masyarakat dapat tetap menegakkan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19, termasuk pada proses pemotongan dan pembagian hewan qurban.

Bupati menekankan prokes harus tetap dijalankan meskipun saat ini Lombok Timur menjadi satu-satunya daerah di NTB yang masuk zona kuning sementara lainnya berada di zona oranye dan merah.

Menutup sambutannya di hadapan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala BKPSDM, serta 50 orang penerima yang hadir pada kesempatan itu berharap upaya ini mendatangkan hikmah. ”Semoga ada hikmahnya dan menolong kita keluar dari pandemi,” pungkasnya.

Sebelumnya Ketua Baznas Lombok Timur Ismmul Basar menyampaikan progress pengembangan ZIS di Kabupaten Lombok Timur.

Berbagai inovasi terus dilakukan, di antaranya melalui keberadaan petugas di tiap-tiap kecamatan, keberadaan sentra pengembangan ekonomi ummat di Terara, serta mengoptimalkan fungsi masjid sebagai sentra pengembangan ekonomi umat.

Penyerahan ZIZ ini juga menjadi bagian dari pengembangan kegiatan Baznas yaitu dengan mendistribusikan kembali ZIS kepada ASN yang berasal dari Gaji 13 ASN.

No More Posts Available.

No more pages to load.