Kontroversi Nama Jembatan 459, Bupati Persilakan Diganti

oleh -847 views
oleh
Bupati Lombok Tengah saat meresmikan Jembatan 459 beberapa hari lalu
Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri saat meresmikan Jembatan 459 di Desa Lantan

LOMBOKSATU.com – Penamaan jembatan 459 Desa Lantan Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten Lombok Tengah NTB menuai kontroversi.

Sebagian kalangan menilai penamaan jembatan Lantan Tengah tersebut sangat tepat, mengingat sirkuit motocross di wilayah tersebut juga dinamakan dengan nama yang sama.

Tapi tidak sedikit yang menilai hal itu sebagai sesuatu yang berlebihan. Apalagi angka 459 dipercaya sebagian kalangan sebagai nomor hoki Bupati Lombok Tengah HL Pathul Bahri.

Menanggapi hal itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Tengah Laku Firman Wijaya menegaskan pemberian nama diinisiasi oleh pemerintah Desa Lantan.

Hal itu berdasarkan hasil kesepakatan bersama masyarakat Desa Lantan. Kendati demikian pemerintah daerah tidak memaksakan kehendak untuk nama Jembatan tersebut.

“Bagi kami, tidak masalah untuk diganti kalaupun harus diganti, Pak Bupati juga tak persoalkan kalau memang harus diganti. Jadi silahkan saja usulkan nama apa yang dianggap lebih bagus,” kata Firman, Sabtu (14/01/2023).

Bagi pemerintah daerah, fungsi dan manfaat jembatan untuk akses ekonomi pendidikan dan pertanian serta akses penghubung antar masyarakat satu dengan masyarakat lainnya di Desa Aik Darek, Lantan, dan Selebung.

“Alhamdulillah yang penting harapan dan keinginan serta mimpi masyarakat ingin punya jembatan yang layak pakai terwujud, bukan persoalan nama, tetapi kalaupun harus diganti, silakan saja usulkan, Pak Bupati tak permasalahkan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Pathul Bahri menegaskan dirinya tidak pernah mengintervensi kepala desa ataupun masyarakat untuk nama 459. Nama itu muncul berdasarkan hasil rapat pemdes Lantan sebagai bentuk terima kasih, akan tetapi dirinya tidak persoalkan kalaupun harus dirubah.

“Saya ditelpon pak Kades bahwa akan ada peresmian jembatan, saya tanya apa namanya, Kades bilang namanya Jembatan 459 berdasarkan jari tangan yang saya miliki, itu katanya berdasarkan keputusan rapat” ujarnya.

Bagi Bupati, apapun namanya dirinya tak persoalkan namun hakekat dari keberadaan jembatan itu adalah sebagai sarana transportasi penghubung masyarakat di tiga desa. Pemerintah berharap jembatan itu dapat meningkatkan perekonomian, pendidikan, kesehatan dan pertanian.

Sedangkan Kades Lantan Lalu Erwandi menegaskan, pemberian nama atas kesepakatan rapat dari tiga desa tersebut. Hal itu sebagai wujud terimakasih setinggi tingginya atas kepedulian Bupati. Sebab sudah 26 tahun masyarakat tiga desa bermimpi memiliki jembatan permanen seperti sekarang ini.

“Ini bentuk ungkapan terima kasih kami, karena kami punya jembatan yang bagus sebab sejak mekar dari Aik Darek kami belum punya jembatan yang baik seperti sekarang ini,” kata Kades. (Dar)