Diduga Tipu Warganya, Oknum Anggota Dewan Loteng Terancam Dipolisikan

oleh -295 views
H. Fauzan Azima (kanan) saat menjenguk tersangka K di sel tahanan dan akan melaporkan oknum dewan
H. Fauzan Azima (kanan) saat menjenguk tersangka K di sel tahanan

LOMBOKSATU.com – Oknum anggota DPRD Kabupaten Lombok Tengah inisial M terancam dipolisikan. Pasalnya, politisi Dapil Jonggat-Pringgarata tersebut diduga menipu K, salah seorang warganya yang terjerat kasus hukum.

Kejadian berawal ketika K bersama dua rekannya mencuri dua handphone milik oknum dewan itu. Atas kejadian tersebut, M kemudian melapor ke polisi.

Setelah melalui penyelidikan, pihak kepolisian berhasil menemukan handphone milik politisi tersebut di salah satu konter HP. Dua tersangka juga berhasil dibekuk polisi. Sementara salah seorang tersangka K melarikan.

Atas dasar tersebut, pihak kepolisian memasukkan K sebagai dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Setelah cukup lama di persembunyian, K memberanikan diri untuk pulang ke kampungnya. Sekembalinya, dua rekannya sudah selesai menjalani hukuman.

Namun walaupun sudah bersembunyi cukup lama, status K sebagai DPO belum dicabut. Alhasil, sepulangnya dari rantauan yang bersangkutan ditangkap dan kini mendekam di sel tahanan.

Hanya saja selama buron, keluarga K ternyata telah berupaya melakukan pendekatan dengan meminta maaf ke M selaku korban Curat. Tidak itu saja, pihak keluarga mengaku telah menyerahkan uang sejumlah Rp 9,5 juta kepada M untuk menyelesaikan persoalan hukum yang menjerat warganya itu.

Kepada wartawan, Rabu (13/10/2021), Kuasa hukum keluarga K, H. Fauzan Azima menuturkan, dari pengakuan kliennya, uang Rp 9,5 juta tersebut sebagi uang “pelicin” penyelesaian kasus tersangka K. Uang pelicin itu diduga atas permintaan M secara langsung.

Uang Rp 9,5 lanjut Fauzan diserahkan ke M dengan ditemani oleh AM, salah seorang tokoh masyarakat di Pringgarata. Namun kenyataanya, uang yang diserahkan tersebut tidak berpengaruh terhadap status K.

Bukannya membebaskan tersangka, M malah diduga sengaja membiarkan kasus tersebut terus bergulir sampai tersangka ditangkap. “Rekaman penyerahan uang ke ada kok,” kata Fauzan.

Seharusnya kata Fauzan, begitu uang diserahkan M selaku korban Curas mencabut laporan. Kalaupun tidak bisa diselesaikan, uang Rp 9,5 juta yang telah diserahkan keluarga tersangka seharusnya dikembalikan.

Menurutnya, upaya hukum yang dilakukan saat ini bukan untuk menyerang pribadi oknum dewan tersebut, tapi semata mata untuk memperjuangkan ketidakadilan yang dialami tersangka dan keluarganya.

Atas kejadian ini beberapa hari kedepan pihaknya akan melaporkan M ke Polres Lombok Tengah atas dugaan penipuan.

Sementara itu oknum dewan M yang dimintai tanggapannya membantah segala tudingan tersebut. Ia mengaku tidak pernah menerim uang sepeser pun dari istri K.

Ia mengakui, sejak kasus ini ditangani kepolisian pihak keluarga K beberapa kali meminta maaf kepada dirinya dan telah diterima secara ikhlas. Namun demikian, permintaan maaf tersebut tidak akan mempengaruhi proses hukum.

Atas permintaan maaf tersebut kata dia, pihaknya telah berupaya maksimal agar yang bersangkutan tidak lagi diproses hukum namun tidak berhasil. Sehingga dengan penangkapan tersangka pihaknya mengaku tidak bisa berbuat banyak.

Apalagi status yang bersangkutan masih DPO sehingga sangat wajar jika pihak kepolisian melanjutkan kasus tersebut. “Saya hanya bilang akan berusaha tapi sepertinya sulit dan hal itu sudah saya sampaikan ke keluarga K,” katanya.

Setelah ditelusuri lanjut M, tanpa sepengetahuannya, keluarga K menyerahkan uang kepada AM salah seorang tokoh setempat.

Pihaknya pun meminta penjelasan kepada AM perihal uang Rp 9,5 juta tersebut. Benar saja kata M, penyerahan uang dari istri K diakui oleh AM dan siap dikembalikan sesuai jumlah yang diterima. “Uangnya masih ada sampai sekarang dan AM siap mengembalikan,” jelasnya.

Secara pribadi pihaknya justeru merasa sangat dirugikan dengan persoalan ini. Yang mana pengakuan keluarga korban sudah merusak nama baiknya. Baik secara pribadi sebagai warga maupun sebagai anggota dewan.

Namun demikian, pihaknya berharap permasalahan ini bisa diselesaikan dengan cara baik-baik dan tidak melebar. Apalagi sampai menyeret dirinya selaku anggota dewan dan kader partai. (Dar)

No More Posts Available.

No more pages to load.