Demi Ilmu Kebal, Anak Usia 11 Tahun jadi Korban

oleh -131 views
Polisi gelandang terduga pelaku pencabulan
Polisi gelandang terduga pelaku pencabulan

LOMBOKSATU.com – Demi ilmu kebal, anak usia 11 tahun jadi korban pencabulan pria bernisial SI (27 tahun), warga Dusun Teres Genit Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara NTB.

Akibat perbuatannya, SI akhirnya ditangkap Tim Puma Sat Reskrim dan Unit Reskrim Sektor Bayan untuk mempertangjawabkan perbuatannya.

“Pada hari Kamis Tanggal 30 September 2021 Pukul 13.30 Wita, Tim Puma Sat Reskrim Lombok Utara dan Unit Reskrim Sektor Bayan berhasil mengamankan satu orang tersangka pencabulan terhadap anak,” ungkap Kasat Reskrim Polres Lombok Utara, IPTU I Made Sukadana, Kamis (30/09/2021).

Kasat Reskrim Polres Lombok Utara IPTU I Made Sukadana mengatakan, pelaku hendak kabur keluar pulau Lombok. “Namun tim berhasil mengamankan pelaku di Dusun Barong Birak, Desa Sambik Elen, Kecamatan Bayan,” terangnya.

Berdasarkan keterangan pelaku saat di interogasi, kata Kasat, pelaku mengaku mencabuli anak usia (11 tahun) itu untuk mendapatkan ilmu kekebalan tubuh.

“Pelaku harus bersetubuh dengan anak-anak dan perempuan dewasa sebagai syarat mendapatkan ilmu tersebut,” ujar I Made Sukadana.

Kronologisnya, berawal pada Agustus lalu, ayah korban pulang malam hari dari sawah dan melihat korban menangis dan tidak mau mengaku karena mendapat ancaman dari SI apabila menceritakannya. Setelah ayahnya membujuk korban, akhirnya ia mengaku.

Berdasarkan keterangan ayah korban, bahwa ayahnya sering menitip anaknya di kakeknya saat pergi kerja. Kemudian, kakeknya selalu mengajak cucunya pergi ke sawah, dan di tempat tersebut pelaku sering bertemu dengan korban dan menyetubuhinya.

Pelaku memaksa korban untuk melakukan hubungan badan di salah satu gubuk kosong tengah sawah di samping rumah kakek korban dengan iming-iming memberikan uang jajan lima ribu rupiah.

Atas perbuatannya itu, pelaku terancam pasal tindak pidana persetubuhan dan atau pencabulan terhadap anak dengan ancaman hukuman penjara minimal 5 tahun maksimal 15 Tahun.

“Untuk menghindari kemarahan dan amukan warga tim membawa pelaku ke Mako Satreskrim Lombok Utara untuk proses lebih lanjut,” tutup Made Sukadana.

No More Posts Available.

No more pages to load.