Disorot, Kapolres Loteng Bantah tidak Serius Selesaikan Lakalantas

oleh -191 views
Truk tronton pengangkut beton terbalik dan menimpa tembok Pondok Pesantren Nurul Ijitihad Al-Ma'arif Lenser Kuta

LOMBOKSATU.com – Kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) truk tronton pengangkut beton di Pondok Pesantren Nurul Ijitihad Al-Ma’arif Lenser Kuta Kecamatan Pujut beberapa waktu lalu mendapat sorotan warga.

Pasalnya, sampai saat ini belum ada penyelesaian dari pihak perusahaan pengangkut beton. Di satu sisi, beton muatan tronton tersebut masih berada di lingkungan pondok pesantren dan menghalangi aktifitas para guru dan warga setempat.

Beberapa warga setempat mengeluhkan lambannya evakuasi. Pihak perusahaan yang seharusnya bertanggungjawab melakukan evaluasi belum juga melakukan tindakan. Begitu juga dengan ganti rugi kerusakan fasilitas pondok pesantren, belum ada kejelasan.

Tokoh masyarakat setempat, Lalu Ramdhan mengaku pernah meminta solusi dari kepolisian dalam hal ini Kapolsek Kuta. Namun bukannya diberikan solusi, niat baiknya justru mendapat sambutan kurang bersahabat dari Kapolsek.

Ia menduga sambutan kurang bersahabat tersebut lantaran dianggap memprovokasi warga dalam persoalan ini. Namun perlu diketahui kata Lalu Ramdhan, kekhawatiran dirinya akan adanya aksi anarkis jika persoalan tersebut tidak diselesaikan, sangat wajar.

Hal itu ditegaskan, mengingat lokasi ataupun korban kecelakaan adalah pihak pondok pesantren yang notabene sangat disegani oleh masyarakat. Selain itu karakteristik masyarkat selatan yang sedikit keras dikhawatirkan akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.

“Tujuan kami baik, mengintakan, kok dibilang provokatif. Kami justru ingin menghindari kepolisian dari anggapan miring yang bisa saja berkembang di masyarakat,” kata Ramdhan, Jumat (28/05/2021).

Anehnya kata dia, keberadaan tronton sampai saat ini tidak jelas. Seharusnya, truk tronton tersebut ditahan sampai proses pertanggungjawaban selesai. Untuk itu pihaknya berharap, persoalan ini segera diselesaikan.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Prasetyo

Sementara itu, Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Prasetyo yang konfirmasi wartawan mengatakan, penjelasan warga tersebut tidak sepenuhnya benar.

Ia menegaskan, upaya mediasi dan penyelesaian masalah antara pihak pondok pesantren dengan perusahaan sudah dilakukan. Hanya saja evakuasi beton tidak bisa dilakukan dengan mudah, namun membutuhkan peralatan khusus.

Dari komunikasi dengan pihak perusahaan, evakuasi akan dilakukan dalam beberapa hari kedepan. Sedangkan ganti rugi kerusakan fasilitas pondok pesantren menjadi tanggungjawab pihak expedisi.

“Kalau Kapolseknya Superman mungkin bisa diangkat sendiri,” kata Esty via handphone, Jumat (28/05/2021).

Jika pihak kepolisian dianggap tidak tanggap dengan persoalan ini, menurutnya sangat tidak benar. Perwira menengah tersebut percaya anak buahnya telah bekerja dengan baik sesuai standar operasional prosedur yang telah ditetapkan.

Dalam hal ini ia juga mengingatkan semua pihak agar tidak memperkeruh keadaan, apalagi dengan memprovokasi warga bertindak hal-hal melanggar hukum.

Untuk itu, ia meminta semua pihak tetap tenang dan bersabar menunggu penyelesaian yang tengah diupayakan pihak kepolisian. [Darwis]

No More Posts Available.

No more pages to load.