Hearing dengan Dewan, GTKHNK Minta Diangkat jadi ASN

oleh -103 views
DPRD Lombok Timur menerima kedatangan guru dan tenaga kependidikan honorer non kategori (GTKHNK 35+) usia di atas 35 tahun

LOMBOKSATU.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Timur menerima kedatangan Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori (GTKHNK) 35 Plus (usia di atas 35 tahun) yang menuntut Pemkab Lombok Timur agar bisa diangkat menjadi Apratur Sipil Negara (ASN) tanpa tes.

Dalam hearing yang diterima Komisi II DPRD Lombok Timur Senin (25/01/2021) itu, perwakilan guru itu menegaskan agar pemerintah pusat mengangkat mereka. “Kami meminta Keputusan Presiden tanpa tes, seperti yang dilakukan oleh Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Utara,” ucap Ketua GTKHNK 35 Plus, Muhammad Sopiyandi.

Selain menuntut diangkat sebagai PNS tanpa tes, mereka meminta agar guru honorer juga tidak melalui jalur tes dalam penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). “Tuntutan yang kita inginkan juga, P3K ini tanpa tes,” harapnya.

Kepala Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Lombok Timur Salmun Rahman yang hadir mendengar aspirasi GTKHNK 35 Plus ini menjelaskan bahwa regulasi penerimaan aparatur sipil negara (ASN) saat ini melalui dua jalur yakni melalui jalur tes CPNS dan tes P3K.

Oleh karena itu diharapkan anggota GTKHNK 35 Plus mengikuti mekanisme tes P3K dengan persiapan yang lebih matang agar kemungkinan untuk lulus lebih besar. “Kami disarankan untuk mengadakan try out, agar mampu mengikuti tes dengan baik,” imbaunya.

Sementara terkait permintaan GTKHNK 35 plus untuk diangkat sebagai ASN tanpa tes menurutnya merupakan regulasi pemerintah pusat. Harapan pemerintah daerah menginginkan agar seluruh tenaga honorer bisa terangkat sebagai ASN tanpa tes.

“Keinginan pak Bupati, Pimpinan Dewan, kita semua pasti sama, supaya semuanya diangkat saja sebagai ASN,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.