Akademisi, Peneliti, Jurnalis, dan Penggerak Kebudayaan
1. Identitas
Dr. Hanapi, S.Pd., M.Si dikenal dengan nama Amaq Aliya. Sapaan “Guru Lauq” melekat setelah ia mendirikan komunitas intelektual Guru Lauq Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan dan riset. Ia lahir pada Jumat, 9 Maret 1979, bertepatan dengan 11 Rabiul Akhir 1399 Hijriah, di Dusun Bowoh, Desa Setungkeplingsar, Kecamatan Keruak, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Wilayah tersebut berada di kawasan perbatasan Lombok Timur dan Lombok Tengah.
Hanapi tumbuh di lingkungan pedesaan yang lekat dengan gotong royong, cerita rakyat, dan adat istiadat Sasak. Pengalaman hidup di kampung menjadi salah satu landasan pembentukan karakter, pandangan hidup, serta kepeduliannya terhadap pendidikan dan pengembangan masyarakat.
2. Riwayat Pendidikan
Hanapi memulai pendidikan formal di SD Negeri Setungkep pada 1986 dan lulus pada 1992. Selama enam tahun, ia berjalan kaki lebih dari dua kilometer setiap hari untuk mencapai sekolah. Pengalaman tersebut membentuk kedisiplinan, ketekunan, dan daya juangnya sejak usia dini.
Pada 1992–1995, ia melanjutkan pendidikan di Madrasah Tsanawiyah NW Sepit. Jarak pulang-pergi sekitar 4,6 kilometer ditempuh dengan berjalan kaki. Setelah itu, ia bersekolah di Madrasah Aliyah NW Rensing Rajak, Kecamatan Sakra—kini Sakra Barat—pada 1995–1998. Ia mengambil jurusan IPA dengan harapan melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan, tetapi rencana tersebut belum terwujud.
Pada 1998, Hanapi sempat menempuh pendidikan di Akademi Manajemen Mataram, tetapi tidak menyelesaikannya. Ia kemudian melanjutkan studi S-1 di STKIP Hamzanwadi Selong pada 2000–2006 dan S-2 di Universitas Muhammadiyah Malang pada 2006–2008. Pendidikan doktoral diselesaikannya di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Bali, pada 2022–2026 dengan predikat cumlaude.
3. Karier Jurnalistik dan Pengembangan Media
Hanapi mulai menulis di media massa ketika masih menjadi mahasiswa, pada 2004. Tulisannya terbit di sejumlah media, antara lain Tabloid Gema Indonesia, Koran Mingguan Rinjani Post, Tabloid Duta Selaparang, Media Lombok, Media Rakyat, Tabloid Dewi Anjani, dan Harian Umum Nurani Rakyat. Aktivitas jurnalistik tersebut menjadi ruang untuk menyuarakan persoalan masyarakat dan menyampaikan informasi kepada publik.
Pada 2009, ia mendirikan Koran Corong Rakyat dan menjabat sebagai pemimpin redaksi. Pada 2013, ia mendirikan Tabloid Aktualitanews, disusul portal berita LOMBOKSATU.com pada 2014. Ia kemudian mengembangkan media digital melalui okenews.net pada 2020 dan dutarakyat.com pada 2022.
4. Pengabdian Pendidikan, Sosial, dan Pemberdayaan Masyarakat
Kepedulian Hanapi terhadap pendidikan diwujudkan melalui pendirian Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Insani pada 2007. Pada 2008, ia mendirikan PAUD Bina Insani dan Koperasi Bina Insani, serta terlibat dalam pengembangan sejumlah lembaga sosial. Ia pernah mengajar di Madrasah Ibtida’iyah NW Tangar Lingsar pada 2004–2008 dan kini menjadi Pembina Pondok Pesantren Darussalam Al-Amin Tangar Lingsar.
Di kampung halamannya, ia mendirikan Aliansi Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Tangan Lingsar (Alhajarutasar) sebagai wadah pengembangan generasi muda. Ia juga pernah menjadi Sekretaris Karang Taruna Mercusuar Desa Sepit, Kecamatan Keruak. Dalam proses pemekaran desa, ia berperan sebagai penasihat panitia pemekaran Desa Setungkeplingsar dari Desa Sepit; desa definitif tersebut terbentuk pada 2013.
Pada 2007–2010, Hanapi aktif di Lembaga Pemantau Kebijakan untuk Rakyat (LinKar), yang berfokus pada pengawasan kebijakan publik. Ia mendirikan The Foundation of Tourism and Conservation (FTC) NTB pada 2011 untuk mendukung pengembangan pariwisata dan konservasi, serta Lembaga Krama Adat Paer Timuk Lombok Timur pada 2012 untuk pelestarian adat dan budaya lokal.
Ia mendirikan Lombok Institut pada 2015 dan Nusa Tenggara Institut pada 2016. Kedua lembaga tersebut berfokus pada penelitian dan pengembangan kebijakan di Nusa Tenggara Barat. Pada 2017, ia mendirikan Yayasan Peduli Masyarakat Lombok Timur yang menjalankan program pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
5. Organisasi Kemahasiswaan dan Kemasyarakatan
Hanapi merupakan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Selong, Lombok Timur. Ia juga memiliki pengalaman panjang dalam organisasi kepemudaan dan kemasyarakatan. Ia pernah menjabat Wakil Sekretaris DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Lombok Timur periode 2012–2015. Pada 2015–2020, ia mendirikan Komite Pemuda Lombok Timur dan menjabat Sekretaris Umum.
Ia pernah menjadi Sekretaris Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lombok Timur pada 2006–2017, kemudian Presidium KAHMI Lombok Timur periode 2017–2022. Saat ini, ia menjadi Dewan Pakar KAHMI Lombok Timur. Pengalaman organisasi lainnya meliputi Majelis Pemuda Indonesia (MPI) DPD KNPI Lombok Timur periode 2020–2023, Pengurus Pimpinan Pusat Pemuda NW periode 2017–2021, dan Pengurus Pimpinan Pusat Pemuda NWDI periode 2022–2026.
6. Organisasi Profesi Jurnalistik
Dalam organisasi profesi jurnalistik, Hanapi pernah menjabat Sekretaris DPC Ikatan Penulis dan Jurnalis Indonesia (IPJI) Lombok Timur periode 2008–2013. Ia kemudian mendirikan Forum Persatuan Jurnalis Lombok Timur dan sejak 2019 menjadi Pembina Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT). Ia juga pernah menjabat Wakil Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Cabang Lombok Timur periode 2020–2023 dan kini menjabat Ketua SMSI Cabang Lombok Timur periode 2024–2027.
7. Karier Akademik dan Organisasi Profesi
Hanapi mulai mengajar pada 2008 di STIT Palapa Nusantara. Sejak 2009, ia menjadi dosen tetap di STKIP Hamzanwadi Selong, yang kemudian bertransformasi menjadi Universitas Hamzanwadi. Ia turut mendirikan Pusat Kajian Pendidikan dan Kebudayaan Universitas Hamzanwadi dan menjabat sekretaris lembaga tersebut. Ia juga aktif di Asosiasi Profesi Pendidik dan Peneliti Sosiologi Indonesia (AP3SI), Asosiasi Peneliti & Pengajar Ilmu Sosial Indonesia (APPISI), Asosiasi Pengelola Jurnal Indonesia, Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia (ARIPI) serta sejumlah asosiasi akademik lainnya. Saat ini, ia tercatat sebagai dosen tetap Universitas Hamzanwadi.
8. Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan
Bidang penelitian Hanapi mencakup kebudayaan Sasak dan jaringan ulama Nusantara. Ia melakukan penelusuran ke sejumlah daerah di Indonesia dan luar negeri, termasuk Malaysia, Singapura, dan Thailand, untuk mengkaji jaringan Tuan Guru Umar Kelayu, ulama yang disebut lahir pada 1827 M. Ia juga pernah menjadi anggota tim penulis buku Pendidikan dan Kebudayaan Sasak yang diterbitkan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lombok Timur.
9. Pengembangan Riset dan Publikasi
Pada 2025, bersama sejumlah akademisi, Hanapi mendirikan Guru Lauq Indonesia, sebuah komunitas yang bergerak di bidang pendidikan dan riset. Melalui lembaga ini, ia turut mengembangkan penerbitan jurnal ilmiah, antara lain Sasak Studies, Educational Journal of Asia, Journal of Qualitative Review, Religion Journal and Character Building, serta GURU: Jurnal Pengabdian & Pemberdayaan.
10. Karya Buku
- Tuan Guru Umar Kelayu: Lombok Poros Makkah Nusantara (2016).
- Tuan Guru: Gerakan Revolusi Sosial Masyarakat Sasak (2018).
- Pendidikan dan Kebudayaan Sasak: Penunjang Pembelajaran Mulok SD & SMP Lombok Timur (2020).
- Membangun Sikap Inklusif-Multikultural melalui Nilai-nilai Kearifan Budaya Lokal dalam Berbangsa (2024).
- Menjadi Edupreneur Masa Kini: Panduan Praktis Kewirausahaan Berbasis Teknologi untuk Pendidik (2025).
- Strategi Pembelajaran Sosiologi: Inovasi, Refleksi, dan Transformasi Abad 21 (ed_2025)
- Ekonomi Tradisional Masyarakat Sasak: Nilai, Kearifan Lokal, Transformasi, dan Strategi Penguatan Berkelanjutan (2026)
- Jejak Warisan Masyarakat Sasak: Dari Makam, Arsitektur, Gua hingga Monumen Lombok Timur (2026)
11. Publikasi Artikel Jurnal
- Eksistensi Tradisi Jati Suara dalam Acara Khitanan di Desa Darmasari Lombok Timur (Suatu Tinjauan Sejarah Budaya) (2017).
- Dropout School Children in Coastal Communities (2021).
- Pelestarian Lingkungan Pesisir Melalui Ritual Nyalamaq Dilauq di Desa Tanjung Luar Keruak Lombok Timur (2023).
- The Problems and Dilemmas of Implementing the MBKM Curriculum Education Study Program in the Social Science in the Lombok Region (2023).
- Interaksi antarsuku dalam Kehidupan Sosial Ekonomi Masyarakat Tanjung Luar Lombok Timur (2024).
- The Value of the Beriuk Tinjal Tradition as a Strengthening of Student Character in the Global Era (2024).
- Strategi Pemenangan Paslon dalam Pilkada Gubernur NTB: Analisis Pendekatan Identitas Sosial dan Dukungan Elit Lokal (2024).
- Eksistensi Parade Tebolak Beak dalam Festival Budaya Bale Langgak sebagai Upaya Pelestarian Warisan Budaya Masyarakat Sasak (2025).
- Implementasi Awiq-Awiq sebagai Mekanisme Pengendalian Sosial pada Masyarakat Sasak di Desa Ekas Buana, Lombok Timur (2025)
- Sustaining the Integration of Local Wisdom into School Life: A Case Study and Bibliometric Approach (2026).
- The Impacts of Tourism on Shifting Mountain Climbing Ritual Tradition in Geopark Rinjani, Indonesia (2026).
- Ritual Perang Topat sebagai Praktik Ekologis: Kepercayaan Masyarakat dalam Pelestarian Alam (2026).
- How Is Coffee Competitive for Entrepreneurship in the Rural Tourism Industry: Probability Perspectives (2026).
- The Arts of Klenang Nunggal and Social Change in Pringgasela, East Lombok (2026)
- Konstruksi Identitas Generasi Z Melalui Penggunaan Media Sosial TikTok: Perspektif Berger dan Luckmann
- Makna Sosial Wisata Religi pada Makam TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid Dalam Perspektif Masyarakat Bermi
- Analisis Model Pengembangan Budaya Sekolah Berbasis Kearifan Lokal Sasak pada Sekolah Menengah di Lombok Timur





