Haerul Warisin “Haramkan Jual Beli Jabatan” di Era Pemerintahannya

oleh -1.007 views
oleh

LOMBOKSATU.com – Dihadapan para relawan dan tokoh masyarakat Bupati Lombok Timur Haerul Warisin didampingi wakilnya Edwin Hadiwijaya tegas sampaikan bahwa disaat pemerintahannya nanti “haram ada jual beli jabatan”.

Penegasan ini disampaikan Haerul Warisin atau akrab dipanggil Haji Iron saat acara ngopi bareng Iron Edwin bersama para relawan dan tokoh masyarakat yamg digelar di Selong beberapa waktu lalu.

Dalam session diskusi yang dipandu Dedi Irawan, Iron menyampaikan “saya serius dengan ucapan saya terkait ‘haram jual beli jabatan itu’, itu bagian dari janji dan komitmen saya saat akan mencalonkan diri dulu,” ucapnya.

“Karena itu, saya minta komitmen ini didukung semua pihak termasuk para timses dan relawan karena niat baik ini saya sampaikan sebagai bagian dari komitmen untuk menciptakan pemerintahan yang bersih,” sambungnya, disambut tepuk tangan hadirin.

Ia juga menyampaikan agar timses dan relawan untuk tidak merecoki penempatan pejabat dengan bermain-main, menjanjikan orang jabatan ini itu kemudian meminta upah atau meminta uang dengan menyebut.

“Menjual nama saya, nama wabup, nama timses atau orang-orang yang selama ini dekat dengan saya itu keliru besar. Kalau timses dan relawan mengajukan usul itu boleh saja,” ucapnya.

Namun lanjutnya, nanti ada mekanisme yang mengaturnya, harus disesuaikan dengan regulasi dan sistem yang berlaku, harus dicek pangkat golongan, pengalaman, track record dan kebutuhan pimpinan seperti apa dan seterusnya jadi tidak sederhana.

Karena itu ia minta semua yang hadir bisa pahami dan dukung serta kawal program yang sudah dijanjikan dalam visi misi untuk kepentingan seluruh masyarakat Lombok Timur agar lebih baik di masa mendatang.

“Bantu kami kawal program bantuan UMKM, program bantuan pangan bagi masyakarat kurang mampu, bantuan merbot dan guru ngaji dan program-program pro rakyat lainnya,” harapnya.

Iron juga minta diIngatkan dengan janji-janji yang belum direalisasikan nanti. Ia menyadari tantangan di tahun pertama pemerintahan ini akan berat karena harus selesaikan hutang jatuh tempo yang ditinggalkan pemerintahan sebelumnya yang jumlahnya bisa mendekati seratus milyar dan ragam masalah lainnya.

“Karena kita komitmen dari awal untuk maju dan melakukan pelayanan terbaik bagi rakyat, tentu semangat kita tidak boleh kendor,” tegasnya.

Lebih lanjut Iron menegaskan, pihaknya memang sudah mendengar beberapa laporan dari oknum yang menjanjikan jabatan dan mencoba mencederai komitmen untuk tidak memperjualbelikan jabatan karena itu pihaknya akan telusuri dan tentu akan ditindak.

Ia juga meminta kalau ada hal semacam itu, untuk melaporkan kepada dirinya atau ke wabup. Kalau ada yang lakukan, termasuk kalau ada timses yang lakukan laporkan sama ketua tim pemenangan Iron-Edwin.

“Atau ke saya langsung bawakan data supaya tidak jadi fitnah, karena bisa saja oknum bermain fitnah untuk merusak nama baik teman atau orang yang tidak disukai. Makanya lengkapi dengan bukti supaya tepat kami mengambil sikap,” tegas Iron.