LOMBOKSATU.com – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy mengikuti rapat koordinasi (Rakor) Progres Pengendalian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak di Provinsi Bali, NTB, NTT dan Sulawesi Selatan.
Turut mendampingi bupati, Kepala BPKAD, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, serta Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Lombok Timur.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan arahan agar Bali tetap memberlakukan status khusus penguncian wilayah (lock down) sampai perhelatan G-20 Indonesia.
“Nol kasus terlaporkan untuk wilayah Bali wajib dipertahankan,” katanya dalam rakor yang berlangsung secara virtual, Rabu (10/08/2022).
Sementara kepada NTT, Menko meminta agar dapat mempertahankan status hijau melalui implementasi disiplin zonasi lalu lintas serta bio-security yang ketat.
Kepada Sulawesi Selatan, Luhut meminta segera menyelesaikan vaksinasi yang sudah dialokasikan di awal Agustus.
Capaian vaksinasi dapat dikawal dengan baik sehingga dalam waktu satu bulan alokasi awal di bulan Agustus berupa 115.000 dosis vaksin untuk Sulsel dapat dioptimalkan.
Harapan sama juga disampaikan untuk kawasan Bali dan NTB, yaitu agar capaian vaksinasi lebih dari 90% diakhir Agustus.
Menghindari kendala terhambatnya penyediaan obat-obatan dan vitamin, Luhut memerintahkan agar menghitung kebutuhan, memeriksa ketersediaan dan kondisi rantai pesediaan.
“Tidak boleh ada kondisi dimana peternak tidak dapat menemukan suplai obat atau vitamin,” ujarnya.
Luhut meminta agar Babinsa dan Bhabinkamtibmas dapat dilibatkan secara aktif dalam operasional lapangan, termasuk kegiatan vaksinasi, pengobatan, testing dan edukasi kepada peternak.
Terakhir, Ia mengimbau agar Kementan dan satgas BNPB memastikan Dinas Peternakan, POV, serta TNI/Polri menerima semua materi.
Mulai dari SOP, infografis, maupun juknis dalam paket yang terpadu, untuk diteruskan sampai ke bawah dan dipahami dengan mudah oleh masyarakat, utamanya peternak.





