Sebanyak 760 UMKM Lombok Timur Binaan Pertamina Didorong Naik Kelas

oleh -799 views
oleh
bumn
Kegiatan Fasilitator Dekranasda bersama Asisten II Setdakab Lombok Timur Ahmad Masfu

LOMBOKSATU.com – Pertamina melalui Rumah BUMN Lombok Timur terus menunjukkan komitmen nyatanya dalam mendorong UMKM lokal naik kelas. Sebanyak 760 UMKM dari berbagai sektor kini telah tergabung sebagai mitra binaan dan mendapatkan pembinaan secara berkelanjutan, mulai dari pelatihan dasar hingga pendampingan menuju pasar global.

Wakil Presiden CS PT Pertamina, Rudi Arif Yanto menyampaikan, pembinaan dilakukan secara bertahap dan terstruktur melalui program UMK Academy—sebuah sistem pelatihan terpadu selama sembilan bulan yang mencakup peningkatan kapasitas usaha, penguatan manajerial, digitalisasi, serta ekspor.

“Pelaku UMKM kita tidak hanya diajarkan cara membuat produk, tetapi juga bagaimana menyajikannya secara menarik secara visual melalui foto produk dan desain branding. Mereka juga dibimbing untuk mengelola media sosial dan marketplace agar mampu menjangkau pasar digital dengan optimal,” ungkap Rudi, Rabu (11/06/2025) di Selong saat kunjungan bersama istri Wapres Selvi Ananda Gibran.

Tak hanya itu, para peserta juga dilatih keterampilan public speaking sebagai bekal untuk mempromosikan produknya secara langsung melalui siaran langsung maupun video promosi di platform digital. Ini menjadi bekal penting di era pemasaran online yang kini menuntut pelaku usaha lebih adaptif dan percaya diri.

Dari 760 UMKM binaan, sekitar 500 di antaranya telah masuk dalam kategori Go Modern—yakni UMKM yang mulai menjalankan usaha dengan manajemen yang lebih rapi dan tertata. Mereka dibekali pelatihan pencatatan keuangan, pengelolaan stok, riset pasar, hingga legalitas usaha. Hingga kini, sekitar 450–500 UMKM telah berhasil memperoleh Nomor Induk Berusaha (NIB).

Pendampingan berlanjut pada kelas Go Digital, Go Online, hingga Go Global, yang menyiapkan UMKM menghadapi pasar lebih luas. Sertifikasi seperti PIRT, Halal, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan BPOM juga difasilitasi. “Sertifikasi ini menjadi bukti bahwa produk UMKM kita telah siap bersaing, bahkan di pasar ekspor,” tambah Rudi.

Beberapa UMKM binaan bahkan telah sukses menembus pasar internasional dan melakukan ekspor secara berkelanjutan di antaranya Giok Kreatif, Etnik Istana Mutiara Lombok, dan Gerabah Lombok. Pertamina menargetkan ekspor tidak hanya terjadi sekali, tetapi berkelanjutan, sebagai bukti bahwa produk UMKM memiliki kualitas dan daya saing global.

Kontribusi Pertamina tidak berhenti di pelatihan. Lewat kerja sama dengan BRI, tersedia program pendanaan bergulir hingga Rp100 juta dengan tenor tiga tahun dan bunga hanya 3% per tahun. UMKM yang ingin mengakses fasilitas ini cukup datang langsung ke Rumah BUMN Lombok Timur.

“Siapa pun pelaku UMKM di Lombok Timur bisa bergabung. Caranya mudah, cukup datang ke Rumah BUMN Lombok Timur atau kunjungi media sosial resmi kami. Kami siap mendampingi agar UMKM bisa naik kelas, bukan hanya siap digital, tapi juga siap ekspor,” tutup Rudi.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Lombok Timur, Ahmad Masfu menambahkan pentingnya sinergi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha. “Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Pola kemitraan seperti ini menjadi kunci dalam memberdayakan UMKM secara menyeluruh, tidak hanya dari sisi produksi tetapi juga manajerial, digital, dan permodalan,” ujarnya.

Program UMK Academy sendiri digelar setiap tahun, dengan lebih dari 30.000 UMKM mendaftar secara nasional. Sebanyak 1.400 UMKM terbaik akan mengikuti pelatihan tingkat nasional selama enam bulan setelah melewati seleksi regional. Setiap tahun, Pertamina menargetkan distribusi lebih dari 6.000 sertifikasi penting seperti NIB, Halal, HKI, BPOM, hingga HACCP secara gratis.