Dugaan Keterlibatan Dewas dan Pihak Lain Dalam Kasus BLUD (Bagian 9)

oleh -2.291 views
Lalu tajir syahroni
Lalu Tajir Syahroni dengan back ground RSUD Praya (foto: Darwis)

Keluarga Tersangka Siap Bongkar Aktor Intelektual

Kasus korupsi BLUD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya meninggalkan duka bagi keluarga para tersangka. Tidak tinggal diam, saat ini keluarga tersangka tampaknta mulai ambil ancang ancang melakukan “perlawanan”.

DARWISLombok Tengah

Sabtu pagi, MP terlihat begitu bersemangat dan ceria. Namun di balik keceriaan yang ditunjukkan tersebut, MP ternyata tetap tidak bisa menyembunyikan beban yang dialaminya.

MP sendiri merupakan salah seorang keluarga tersangka dugaan korupsi BLUD yang saat ini sedang ditahan di Rutan Kelas II Praya Lombok Tengah NTB.

MP mengaku sangat terpukul dengan kasus yang menimpa keluarganya tersebut. Selama dua minggu terakhir MP mengaku tidak bisa makan enak dan tidur nyenyak.

Saat ini, setiap waktu yang dilewatinya seolah-olah di neraka. “Apalagi kalau melihat anak-anak, hati saya hancur,“ kata MP, Sabtu (17/09/2022).

Lebih lanjut ia menjelaskan, ujian terberat bagi keluarga dalam hal ini bukan sekedar sanksi hukum, melainkan sanksi sosial.

Ia menuturkan, sejak penetapan tersangka, pihak keluarga mulai menutup diri karena menjadi gunjingan di masyarakat, terutama di sekitar.

Sebagai keluarga, pihaknya mengaku punya kewajiban untuk membuktikan bahwa apa yang dituduhkan selama ini tidak benar. Ia meyakini keluarganya hanya korban kepentingan para petinggi di daerah ini.

Jika keluarganya ditahan lantaran dianggap salah dalam mengambil kebijakan, semestinya para petinggi seperti dewan pengawas, kepala daerah dan lainnya juga harus ikut dimintai pertanggungjawaban.

Karena mereka memiliki tanggungjawab dalam tata kelola BLUD Praya. Sehingga menurutnya tidak bisa lepas tangan begitu saja membiarkan anak buahnya dihukum.

“Yang terpenting sekarang adalah bagaimana membongkar kasus ini sampai ke akar-akarnya? Bagaimanapun juga aktor intelektual dalam kasus ini harus ikut bertanggungjawab, “ ungkapnya.

Adapun langkah hukum yang akan ditempuh, menurut MP masih dimusyawarahkan dengan keluarga besarnya sehingga langkahnya tepat.

“Keluarga kami bekerja berdasarkan perintah. Kalau sekarang kami diam, sama artinya sama saja membenarkan segala tuduhan keji yang dialamatkan kepada keluarga kami,” tandasnya.

Untuk mencari keadilan pihaknya siap berjuang sampai titik darah penghabisan. Untuk itu, pihaknya mengajak segenap lapisan masyarakat ikut mengawal kasus ini, demi tegaknya supremasi hukum di daerah ini.

Sementara itu, aktivis senior Lombok Tengah, Lalu Tajir Syahroni mengapresiasi langkah hukum yang akan dilakukan oleh keluarga para tersangka kasus BLUD RSUD Praya itu.

Menurutnya, perjuangan yang dilakukan keluarga para tersangka merupakan sesuatu yang sangat wajar. Kata Tajir, setiap orang tentu memiliki naluri membela diri, apalagi jika menyangkut keluarga.

Selain itu, persoalan ini memang perlu dibuka seluas-luasnya. Terlepas dari putusan hakim nanti, pihaknya menduga ketiga tersangka pada dasarnya merupakan korban kepentingan.

Jika dilihat dari hirarki organisasi dan tugas di BLUD-RSUD Praya, masih ada pihak-pihak lain yang diduga memiliki peran penting dan harus ikut bertanggungjawab.

Contohnya dewan pengawas maupun bupati, sangat berperan dalam menentukan hitam putihnya tata kelola BLUD RSUD di Bumi Tastura itu.

Selain keterlibatan para pejabat lainnya, hal penting yang harus diungkapkan adalah dugaan skenario dalam penanganan kasus tersebut.

Dari data dan informasi yang ia terima, pihaknya menduga kasus BLUD sudah dikondisikan sedemikian rupa. Bahkan diduga kasus tersebut telah diatur agar tidak menyasar pihak-pihak tertentu.

“Dugaan adanya skenario tertentu dalam kasus ini bukan tanpa dasar. Dan hal ini tentu harus didalami oleh Kejaksaan Tinggi (Kejati) maupun Jaksa Pengawas Kejaksaan Agung,” katanya.

Terkait rencana “perlawanan” pihak keluarga tersangka, menurutnya memang sedang dipersiapkan.

Aktivis yang dikenal vocal tersebut secara pribadi mengaku sempat dihubungi beberapa keluarga tersangka untuk melakukan pendampingan.

Salah satu komitmen keluarga para tersangka saat ini kata Tajir, adalah membongkar keterlibatan aktor intelektual dalam kasus tersebut.

Dalam waktu dekat pihaknya akan menggelar unjukrasa bersama sejumlah aktivis lain ke Kejaksaan Tinggi NTB.

Tujuannya tidak lain mendesak pihak Kejaksaan Tinggi agar menindaklanjuti berbagai kejanggalan dalam penanganan kasus BLUD di Lombok Tengah.

“Apakah itu bupati, wakil bupati, jaksa atau siapapun kalau salah sikat saja. Demi tegaknya keadilan, walaupun semua pejabat harus masuk penjara, tidak jadi persoalan,” kata Tajir.

Untuk itu, pihaknya berharap kepada keluarga para tersangka agar tetap tabah menghadapi ujian ini.

Begitu juga masyarakat, diharapkan ikut mengawal proses hukum. Sehingga penanganan kasus BLUD ini bisa memberikan keadilan kepada semua pihak.

Sampai hari para pihak yang diduga terlibat seperti Dewas dan pihak lain belum mau membuka suara di media. Padahal sudah berulangkali dihubungi secara langsung maupun via handphone. (Bersambung)

No More Posts Available.

No more pages to load.