LASQI Diharapkan Sebagai Pelopor Dalam Kesenian

oleh -739 views
Bupati Sukiman Azmy (kiri), Ketua Lasq Lotim Hj Qudsiah Rumaksi
Bupati Lotim HM Sukiman Azmy (kiri), Ketua Lasq Lotim Hj Qudsiah Rumaksi

LOMBOKSATU.com – Bupati Lombok HM Sukiman Azmy menegaskan, Lasqi harus menjadi pelopor dalam menampilkan kesenian yang edukatif dan kaya moral, dan tidak mempertontonkan pertunjukan seni yang amoral, syirik, dan maksiat.

“Nilai-nilai Islam harus dipertahankan dalam seni yang ditambahkan Lasqi,” tegas Sukiman Azmy saat membuka festival LASQI Lotim di Pendopo II, Rabu (03/08/2022).

Ia menyebutkan, di masyarakat banyak kesenian yang mempertontonkan amoralitas dan maksiat, seperti kecimol dengan tarian yang tak senonoh.

“Itu harus kita perangi bersama, karena merusak moral masyarakat, utamanya generasi muda,” ujarnya bupati dua periode itu.

Bupati juga mengaku terharu dan bangga dengan prestasi yang diterima oleh Lasqi di bawah binaan Hj Kudsiah Rumaksi selama ini.

“Saya melihat rekaman penampilan anak-anak kita di Sumbawa, saya terharu dengan apa yang ditampilkan anak-anak, dan saya sangat bersyukur kita mendpaat juara satu,” ucapnya.

Prestasi yang telah ditoreh itu harus dipertahankan, harus ditingkatkan dengan melakukan terobosan pembinaan yang mempuni kepada bibit-bibit baru untuk nama baik Lombok Timur di kancah nasional.

“Tidak bisa kita andalkan potensi lama, tapi harus dengan pendatang baru, agar prestasi bisa dipertahankan dan ditingkatkan,” pesannya.

Seni dalam Islam kata dia, hukumnya mubah, artinya boleh dilakukan selama itu baik bagi masyarakat. Lebih jauh, Lasqi memiliki sejarah panjang dalam siar nilai-nilai keislaman di Indonesia melalui seni, karena seni merupakan jembatan untuk membuat hidup lebih bermakna.

“Saya mengutip pernyataan Prof Mukti Ali, beliau mengatakan dengan agama hidup kita menjadi terarah, dengan ilmu hidup menjadi mudah, dengan seni hidup menjadi indah, dengan bersama hidup menjadi lebih bermakna. Seni dalam Islam hukumnya mubah, selama itu baik bagi agama, masyarakat dan kehidupan sosial kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Lasqi Lombok Timur, Hj Kudsiah Rumaksi menyebut festival atau lomba yang digelar ini bertujuan untuk menjaring dan memoles bakat terpendam yang ada di Lombok Timur untuk bisa berprestasi di tingkat nasional.

“Sulis LIDA itu adalah anggota Lasqi, dia kita bina dan bisa mengharumkan nama Lombok Timur di nasional. Itu yang kita jaring di festival ini, untuk menjaring bakat terpendam kita agar bisa berprestasi,” sebutnya.

Festival ini diikuti oleh 87 peserta dari 20 kecamatan yang ada, dan menyebut antusiasme yang begitu besar itu merupakan gairah yang luar biasa yang harus disambut baik oleh Lasqi kedepannya.

“Anak-anak ini datang untuk mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba tingkat kabupaten, ini luar biasa dan harus diwujudkan dalam bentuk prestasi,” tandasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.