IKLH Lotim Kategori Cukup, Masyarakat Diajak Jaga Lingkungan

oleh -1.082 views
Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Lombok Timur Makrifatullah
Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Lombok Timur Makrifatullah, MM

LOMBOKSATU.com – Indek kualitas lingkungan hidup (IKLH) Lombok Timur masuk kategori cukup. Hal ini tentu membutuhkan upaya optimal untuk mempertahankan agar tidak menurun dan masuk kategori kurang.

Kabid Penataan dan Peningkatan Kapasitas Dinas Lingkungan Hidup Lombok Timur Makrifatullah mengatakan, IKLH Lombok Timu berdasarkan hasil analisis tahun 2020 masih baik meski masuk kategori cukup dengan nilai 74.

“Sementara indeks kualitas air (IKA) sebesar 50, indeks kualitas udara (IKU) sebesar 78.32, dan indeks kualitas tutupan lahan (IKTL) sebesar 88.90,” ujar Makrif di ruang kerjanya, Jumat (17/06/2022).

Sementara untuk tahun 2022 ini, pihaknya belum mengetahui jumlah indeks tersebut, karena saat ini sedang dilakukan analisis dan melakukan upaya maksimal di tengah keterbatasan anggaran yang kurang dari Rp 50 juta.

Menyadari hal itu, Makrif mengajak semua pihak untuk menjaga kualitas lingkungan hidup di Kabupaten Lombok Timur terutama dukungan anggaran dan keterlibatan semua masyarakat. Jangan sampai lingkungan rusak.

Meski anggaran untuk peningkatan kualitas itu sangat minim. Namun hal tidak menyurutkan niatnya untuk meningkatkan kualitas indek lingkungan hidup dengan membangun kerja sama dengan para pihak yang peduli.

Lebih lanjut ia menerangkan, mengatasi pencemaran lingkungan ini, tidak cukup oleh pemerintah, namun semua pihak harus terlibat dan peduli sehingga lingkungan akan lebih baik di masa mendatang.

Adapun upaya konkret yang dilakukan saat ini kata Makrif, melakukan kerja sama dengan sekolah-sekolah, pemerhati lingkungan dan melakukan penanaman pohon di lokasi yang dekat sumber mata air seperti di kawasan Utara.

Ditanya lebih rinci mengenai upaya pemeliharaan pohon yang sudah ditanam sebanyak ribuan itu, ia menegaskan pemeliharaannya belum bisa maksimal karena berkenaan dengan anggaran.

Ia menyadari banyak program penghijauan telah dilakukan, namun penanaman yang seringkali dilakukan para pihak itu, tidak jelas apakah hidup atau tidak? Misalnya menghitung berapa jumlah yang hidup dari jumlah bibit yang ditanam.

Meski demikian, pihaknya optimis program penanaman bibit untuk penghijauan itu pasti ada yang hidup dan akan tumbuh besar, karena ditanam di kawasan dekat mata air.

No More Posts Available.

No more pages to load.