Porang Saslah Satu Andalan Lotim, Bupati Haerul: Harganya Sudah Lampaui Standar Bulog

oleh -10 views
oleh
lotim
Bupati Lombok Timur Drs. H Haerul Warisin, M.Si

LOMBOKSATU.com — Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin menegaskan berbagai program pengembangan ekonomi Pemerintah Provinsi NTB sejalan dengan konsentrasi Pemerintah Lombok Timur saat ini.

Salah satu komoditas unggulan yang menjadi perhatian utama adalah porang, yang dinilai memiliki prospek besar dalam mendorong hilirisasi dan peningkatan ekonomi masyarakat yang saat telah ada.

Hal tersebut disampaikan Bupati saat menerima audiensi Dinas Perindustrian Provinsi NTB bersama Perum Bulog di ruang rapat Bupati Lombok Timur. Pertemuan tersebut membahas pengembangan desa berdaya, hilirisasi potensi daerah, hingga penguatan ketahanan pangan.

Bupati Haerul mengungkapkan bahwa harga porang di Lombok Timur saat ini mencapai Rp10.200 per kilogram, bahkan melampaui harga yang ditetapkan Bulog.

“Porang menjadi salah satu andalan daerah. Perawatannya relatif mudah karena tidak memerlukan pupuk khusus, dan waktu panennya fleksibel sesuai keinginan petani,” ujarnya, Rabu 6 Mei 2026

Ia menjelaskan, produksi porang di Lombok Timur dapat mencapai 50 hingga 60 ton per hari, mulai dari umbi hingga menjadi tepung. Pemerintah daerah juga terus melakukan pengawasan dan pendampingan terhadap pengembangan komoditas tersebut.

Selain porang, Bupati juga menyoroti program desa berdaya yang saat ini menyasar tujuh desa, yakni Tetebatu, Sakra, Pijot, Pringgabaya Utara, Sembalun Bumbung, Pesanggrahan, dan Lendang Nangka Utara. Ia meminta pemerintah provinsi melakukan identifikasi kebutuhan spesifik di masing-masing desa agar intervensi program lebih tepat sasaran.

Bupati turut memberikan masukan terkait penyaluran bantuan sembako melalui kartu khusus guna mempermudah distribusi dan memastikan bantuan diterima masyarakat yang membutuhkan.

Di sektor perkebunan, Bupati mengungkapkan bahwa Lombok Timur memiliki potensi besar pada komoditas kelapa. Pemerintah daerah membuka peluang kerja sama dengan investor, termasuk investor asal Malaysia yang tertarik mengembangkan industri kelapa di daerah tersebut.

Sementara di sektor pertanian, pengendalian inflasi juga menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya pada komoditas cabai dan sayuran. Pemkab Lombok Timur mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam cabai dan sayur. Sebelumnya, pemerintah daerah bahkan mendatangkan pasokan cabai dari Sulawesi guna menstabilkan harga pasar.

Untuk mendukung peningkatan kualitas dan produktivitas hasil pertanian, Pemkab Lombok Timur juga telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp1,5 miliar untuk pembangunan greenhouse.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Lalu Wiranata menyampaikan saat ini terdapat sekitar 40 desa di NTB yang masuk program desa berdaya, dengan tujuh desa berada di Lombok Timur.

Program tersebut difokuskan pada desa miskin ekstrem melalui bantuan stimulan dan penguatan ekonomi lokal. Ia juga menyebut Lombok Timur memiliki potensi hilirisasi yang besar dengan lebih dari 30 sektor yang mulai dikembangkan, meskipun masih banyak potensi yang belum dikelola optimal.

Sementara itu, Wakil Pimpinan Wilayah Bulog NTB Rizal menyatakan kesiapan Bulog mendukung program desa berdaya dan ketahanan pangan di Lombok Timur melalui penyediaan beras dan operasi pangan murah.

Pada hari yang sama, Bupati Lombok Timur juga menerima audiensi Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram terkait pelaksanaan Kuliah Kerja Partisipatif (KKP) yang akan melibatkan 754 mahasiswa di lima kecamatan dan 58 desa di Lombok Timur.

Bupati berharap para mahasiswa mampu memberikan kontribusi nyata, terutama dalam meningkatkan literasi dan kemampuan digital masyarakat desa, termasuk membantu layanan BPJS dan pembayaran pajak digital guna meningkatkan pelayanan publik dan meminimalisasi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).