Dewan Sebut Desa Wisata Bonjeruk Aset Pariwisata Lombok Tengah

oleh -1.771 views
oleh
Anggota DPRD Lombok Tengah Muhalip dengan background Destinasi Desa Wisata Bonjeruk
Anggota DPRD Lombok Tengah Muhalip dengan background Destinasi Desa Wisata Bonjeruk

LOMBOKSATU.com – Pengembangan Bonjeruk sebagai desa wisata mendapat dukungan penuh anggota DPRD Lombok Tengah Dapil Jonggat- Pringgarata, Muhalip.

Menurut Muhalip, potensi wisata di Desa Bonjeruk merupakan salah satu aset yang dimiliki Lombok Tengah yang harus mendapat perhatian pemerintah.

Peninggalan sejumlah cagar budaya, adat istiadat, dan kearifan lokal masyarakatnya menjadi salah satu daya tarik wisatawan.

Sehingga, menurutnya sangat layak, jika desa tua tersebut ditetapkan sebagai 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif Republik Indonesia.

“Bonjeruk adalah salah satu aset berharga yang harus tetap kita lestarikan,” kata Muhaip beberap waktu lalu.

Namun dalam pengembangannya, tidak serta merta hanya mengandalkan pemerintah daerah. Pemerintah Desa (Pemdes) juga harus mendukung Pokdarwis yang ada.

Namun jangan sampai dibeda-bedakan, mengingat tujuan Pokdarwis sama, yakni untuk membangun dan memajukan desa wisata.

“Untuk menjadi desa wisata, desa itu harus dibuat seindah dan senyaman mungkin agar tamu merasa senang berkunjung,” sarannya.

Tidak hanya itu, kata Muhalip, keamanan juga harus dijamin dan dijaga demi kemajuan pariwisata. Tentu semua itu tidak terlepas dari peran semua pihak.

“Kami sarankan Pemdes Bonjeruk melakukan koordinasi dengan pihak terkait untuk membuat Perdes wisata agar semua stakeholder di desa setempat dapat terakomodir dengan baik,” pintanya.

Ia menilai desa ini masuk dalam kategori desa wisata alam dan budaya. Diketahui, Bonjeruk salah satu dari perwakilan budaya Lombok Tengah yang melestarikan, pakaian adat Sasak Lambung, Wayang Kulit, seni baca lontar, memaos takepan dan lain sebagainya.

“Bonjeruk sudah dikenal kaya akan ragam seni budaya dan unsur kesejarahan yang menarik,” papar Muhalip.

Mantan praktisi pariwisata itu juga menjelaskan, desa ini memiliki alam masih ada yang alami dan itu harus dipertahankan. Kebersihan harus dijaga. Jangan sampai membiarkan sampah berserakan.

“Kebersihan adalah hal paling penting di desa wisata yang harus mengedepankan nilai-nilai sapta pesona,” ujarnya.

Muhalip optimis suatu saat desa Bonjeruk bakal menjadi desa wisata yang maju dan mandiri. Namun harus melibatkan semua pemuda dan masyarakat serta stakeholder yang ada di desa.

“Dengan menampilkan eko tourism dan kuliner serta seni budaya dan sejarah sebagai branding desa Bonjeruk, maka saya optimis Bonjeruk akan maju dan mandiri,” pungkasnya.

#Jurnalis: DARWIS | Editor: AM. ALIYA