LOMBOKSATU.com – Masyarakat Desa Kesik, Kecamatan Masbagik Kabupaten Timur menggelar acara Ritual Adat Nunas Nede. Ritual ini merupakan gawe adat masyarakat setiap tahun, guna menunjukkan rasa syukur kepada Alloh Swt.
Ritual ini merupakan tradisi turun temurun masyarakat Desa Kesik yang dilaksanakan pada awal melakukan penanaman padi. Tujuannya untuk memohon keselamatan, terhindar dari segala macam bencana termasuk padi terhindar dari hama dan hasil panen masyarakat melimpah.
Pelaksanaan Ritual Adat Nunas Nede dimulai tepat pada jam 08.00 Wita sebagaimana waktu yang sudah ditentukan oleh para pemangku adat di desa setempat.
Dari pukul 08:00 Wita itu, masyarakat Desa Kesik yang dipimpin langsung oleh pemangku adat di desa setempat membawa sesajian dan memanjatkan doa kepada Allah SWT yang diikuti oleh masyarakat.
Ritual Nunas Nede masyarakat Kesik dimulai dari Lingkoq Remetak menuju lokasi acara puncak yakni Lingkok Tirta Ratu dengan diiringi lantunan musik tradisional Lombok.
Lingkoq Remetak merupakan salah satu kolam yang disakralkan oleh masyarkat setempat dan merupakan induk dari tujuh kolam kecil lainnya yang menjadi sumber mata air.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lombok Timur HM. Juaini Taofik mendorong pemerintah desa untuk terus melakukan upaya pembenahan
dan melakukan inovasi. Sekda juga mengapresiasi Pemerintah Desa Kesik yang saat ini sedang berbenah dengan mengembangkan desa wisata.
“Kalau kita amati Desa Kesik ini dari tahun ke tahun terus berjuang dan berbenah. Sekilas kalau kita lewat dari desa ini, selalu ada perubahan,” ungkap Sekda saat menghadiri ritual adat nunas nede di Desa Kesik, Ahad (14/11/2021).
Menurut Sekda, maju mundurnya suatu desa tidak terlepas dari dukungan masyarakat, namun peran serta pemimpin tidak kalah penting dalam menentukan prrubahan dan kemajuan itu.
Maka dari itu, bagi kepala desa yang ingin berikhtiar berjuang membangun desa, pasti akan merubah desa tersebut menjadi desa yang lebih baik dari sebelumnya.
Mengutip salah satu ungkapan bijak, Sekda menyebutkan, “apabila kita bermimpi sendiri, pasti itu mimpi. Akan tetapi apabila kita bermimpi bersama-sama, maka pastilah mimpi itu jadi kenyataan”.
Sekda melihat, ritual Nunas Nede ini merupakan acara yang luar biasa. Salah satu makna dan nilai yang terkandung dari ritual ini adalah nilai kebersamaan seluruh masyarakat, pemerintah, tokoh agama, tokoh adat untuk bersatu saling bahu-membahu.
“Tujuan dari acara ini saya lihat semata-mata mengajak kita bersama-sama bergotong royong membangun Desa Kesik ke arah yang lebih baik,” ulasnya.
Sekda juga menyampaikan terima kasihnya atas terobosan yang telah dilakukan oleh Kepala Desa Kesik. Ia berharap dengan kehadiran pejabat baik kabupaten maupun provinsi dan beberapa dari unsur budaya di acara ini dapat membawa kebaikan untuk kemajuan Desa Wisata Kesik.
“Insyaallah jika tidak ada aral melintang, saya yakinkan kepada Kepala Desa Kesik bahwa di tahun 2022 bantuan desa wisata dari pusat akan jatuh di desa ini,” ujarnya optimis.
Ia juga mengajak Pemdes Kesik dan masyarakat untuk terus berbenah. Hal ini untuk menyambut wisatawan dalam ajang WSBK, Best Tourism Village yang digelar United Nation World Tourism Organization (UNWTO) hingga MotoGP yang akan segera dimulai.
Semua kegiatan itu menurut Sekda tentunya merupakan peluang besar untuk menambah Pendapatan Asli Desa (PADes). Namun hal itu harus dibarengi dengan persiapan sesuai dengan kondisi yang ada.
Acara adat yang dihadiri oleh Kepala Dinas Dukcapil dan PMD Provinsi NTB, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Kepala Dinas Pariwisata Lotim, Kepala Bapenda Lotim serta pihak lainnya diakhiri dengan peletakan batu pertama pembangunan Waterpark Tirta Ratu Desa Kesik.





