Merasa Kurang Nyaman, Petinggi Gerindra Loteng akan Panggil Kadernya

oleh -129 views
Bendahara Gerindra M Tauhid (poto dokumen)
Bendahara Umum DPC Gerindra Loteong M Tauhid (poto dokumen)

LOMBOKSATU.com – Dugaan penipuan yang diduga dilakukan oknum anggota DPRD Lombok Tengah Muhalip dari Partai Gerindra mulai membuat petinggi partai berlambang kepala burung Garuda tidak nyaman.

Atas permasalahan ini, oknum anggota dewan dua periode sekaligus kader Gerindra tersebut akan menjalani pemeriksaan di internal Gerindra. Penegasan itu diungkapkan Bandahara Umum DPC Gerindra Lombok Tengah M Tauhid via handphone, Jumat (15/10/2021).

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Lombok Tengah tersebut mengungkapkan, pemanggilan dilakukan untuk menggali keterangan yang bersangkutan mengenai duduk persoalan yang sebenarnya.

Kendati belum menentukan jadwal pemanggilan yang bersangkutan. Namun pihaknya memastikan akan melakukan dalam waktu dekat.

Sementara itu pelaksana tugas Sekretaris DPRD Kabupaten Lombok Tengah, Suhadi Kana enggan berkomentar banyak perihal persoalan tersebut.

Pihaknya pun mengaku tidak mau terlalu jauh mendalami persoalan ini, karena murni merupakan masalah pribadi yang tidak ada kaitannya dengan lembaga DPRD.

“Kalau kaitannya dengan lembaga DPRD ada Badan Kehormatan (BK). Tapi ini murni persoalan pribadi. Jadi jangan dikait-kaitkan dengan lembaga DPRD,” ujarnya singkat.

Sementara itu dalam konfensi pernya, Muhalip mengaku sangat menyayangkan persoalan tersebut. Terlebih pemberitaan di media massa, menurutnya sangat merusak nama baiknya sebagai anggota DPRD maupun kader Gerindra.

Untuk kesekian kalinya, pria berbadan gemuk tersebut membantah segala tudingan yang dialamatkan kepadanya.

Menurut Muhalip, pihaknya sama sekali tidak pernah menerima uang Rp 9,5 juta dari keluarga Kamaruddin yang saat ini masih terbelit kasus. Baginya, pengakuan keluarga Kamaruddin jelas merupakan fitnah yang sangat keji.

Ia mengakui, istri Kamaruddin beberapa kali menawarkan uang Rp 9,5 juta kepada dirinya, agar mau membantu kasus Kamaruddin yang tengah ditangani kepolisian, namun selalu ia tolak. Karena menurutnya, kasus pencurian yang dilakukan Kamarudin tidak akan bisa diselesaikan apalagi dengan menyuap pihak aparat.

“Karena saya tahu kasus ini tidak akan bisa dihentikan, jadi walaupun tetap ditawarkan tapi selalu saya tolak,” kata Muhalip.

Namun di luar dugaan, lanjutnya, uang tersebut diterima oleh AM yang sampai saat ini uang tersebut masih utuh dan siap dikembalikan oleh AM.

“Kapanpun mau diambil, AM selalu siap mengembalikan,” jelasnya.

Terlepas dari hal tersebut, pihaknya berharap agar permasalahan ini bisa selesai secara kekeluargaan.

Dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan pertemuan dengan keluarga Kamaruddin untuk mencari penyelesaian terbaik. Termasuk upaya penyelesaian kasus Kamarudin, akan diupayakan bersama pihak keluarga.

“Walaupun saya dituduh yang tidak tidak, tapi saya tetap mau membantu,” ujar Muhalip.

Pihaknya juga berharap kepada media massa agar tidak membawa permasalahan ini ke ranah politik.

“Yang jelas, saya akan selesaikan dengan sebaik mungkin,” pungkasnya. (Dar )

No More Posts Available.

No more pages to load.