Bupati Tekankan Sekda Baru Harus Membangun Teamwork Tangguh

oleh -131 views
Bupati lantik sekda
Bupati Loteng lantik Sekda bersama tiga pejabat eselon II

LOMBOKSATU.com – Bupati Lombok Tengah HL. Pathul Bahri menekankan, Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Tengah (Loteng) Lalu Firman Wijaya yang baru dilantik agar mampu membangun teamwork yang tangguh.

Pelantikan Lalu Firman bersamaan dengan tiga pejabat eselon II lainnya, yakni H Lalu Wireningsun sebagai Asisten I, H Ridwan Ma’ruf sebagai Kalak BPBD, dan H Lendek Jayadi sebagai Kadis Pariwisata, berlangsung Senin (26/07/2021) di Kantor Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, bupati mengingatkan berbagai tantangan yang dihadapi Lombok Tengah. Kedepan, tuntutan dan kebutuhan masyarakat akan semakin berat dan beragam.

Sehingga bupati menegaskan, seluruh pelayan masyarakat harus bekerja keras. Dalam hal ini, Sekda sebagai pimpinan di birokrasi harus mampu membentuk teamwork yang tangguh.

Teamwork tangguh itu penting sebagai upaya memberikan pelayanan prima kepada masyarakat harus menjadi perhatian, yakni menempatkan para pejabat sesuai dengan bidang keahlian dan disiplin ilmunya.

Selain teamwork, bupati menekankan agar Sekda bisa memperkuat sistem database kepegawaian. Bila perlu, pegawai di Lombok Tengah tidak perlu repot lagi untuk mengingat kapan mereka harus naik pangkat dan golongan.

Tetapi, kata bupati, sistem yang akan secara otomatis memberikan semacam notifikasi bahwa pegawai bersangkutan sudah waktunya golongan atau pangkatnya naik.

Jika database kepegawaian terbangun dengan satu sistem yang dapat merekam semua jejak mereka, baik itu terkait kinerja atau prestasi, maka ketika ada proses pergantian kepemimpinan dalam satu organisasi perangkat daerah (OPD) tidak perlu banyak berpikir untuk melantik.

Dengan cara ini juga para pegawai tidak perlu kasak kusuk melobi posisi jabatan. “Hanya dengan sekali klik di sistem kita bisa langsung membaca siapa yang layak dan tidak layak untuk dilantik,” kata Pathul.

Jabatan yang menjadi amanah saat ini, lanjutnya, memiliki tanggungjawab yang besar. Baik kepada masyarakat maupun di hadapan Allah. Sehingga perlu niat yang tulus dalam melayani kepentingan masyarakat.

Selain perbaikan di birokrasi, Sekda juga harus mampu menangani berbagai persoalan penting saat ini, khususnya pandemi covid-19. Ia berharap kedepan sinergitas antar lembaga dan jajaran di masing-masing OPD bisa seirama dalam hal penanganan covid-19.

“Harus berani mengambil keputusan dan resiko. Tapi tentunya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” harapnya.

Ia menambahkan, pelantikan Sekda ini merupakan proses panjang dan melelahkan. Untuk menentukan figur yang tepat pemerintah daerah melakukan seleksi sangat ketat dengan melibatkan para pakar yang berkompeten di bidangnya.

Setelah ini, akan dilanjutkan dengan pelantikan beberapa posisi yang masih kosong di sejumlah OPD. Semuanya tentu harus sesuai proses dan memegang prinsip profesionalisme.

Hal ini menurutnya, menjadi catatan penting bagi Sekda agar dapat membangun satu sistem yang paripurna dalam proses mutasi pejabat di semua tingkatan eselon.

Bagi pegawai yang memberikan loyalitasnya untuk daerah ini dengan menunjukkan kinerja yang baik, maka mereka berhak mendapatkan posisi yang seharusnya mereka tempati.

Jenjang karir bagi ASN itu merupakan hak yang harus mereka dapatkan, setelah mereka menjalankan kewajiban dengan baik, tanpa harus berharap kasih dari pengambil kebijakan.

“Jangan ada pikiran bahwa kami melantik seseorang karena faktor suka atau tidak suka, faktor almamater, faktor kedekatan maupun keluarga, tidak sama sekali,” tegasnya.

Karena praktek itu lanjutnya, merupakan nepotisme yang tidak hanya merusak budaya organisasi. Tapi juga bisa menghilangkan hak-hak ASN untuk meniti jenjang karir mereka dalam birokrasi. (Dar)

No More Posts Available.

No more pages to load.