Amankan Penumpang di Bandara, Polisi Bongkar Sindikat PCR Palsu

oleh -96 views
Polisi amankan sindikat pemalsuan dokumen PCR
Polisi amankan sindikat pembuat surat keterangan PCR yang diduga palsu

LOMBOKSATU.com-Tim Puma Kepolisian Resort Lombok Tengah Polda NTB berhasil membokar sindikat pemalsuan dokumen hasil tes swab Polymerase Chain Reaction (PCR).

Kronologis kejadian, pada hari Jumat tanggal 23 Juli 2021 sekitar pukul 16.00 Wita, mengamankan seorang perempuan berinisial ARO, calon penumpang di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).

Polisi mengamankan ARO lantaran menggunakan surat keterangan PCR yang diduga palsu. Pelaku diamankan berdasarkan laporan polisi tertanggal 24 Juli 2021 tentang tindak pidana menggunakan surat keterangan palsu sesuai dengan pasal 263 KUHP.

Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho menjelaskan, pelaku ketahuan menggunakan surat keterangan PCR palsu saat petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Bizam inisial D hendak memvalidasi surat PCR penumpang inisial ARO.

Setelah melakukan pemeriksaan, Petugas KKP menemukan kejanggalan pada surat keterangan PCR yang tanpa dilengkapi stemple basah, melainkan hasil scanner dari komputer.

Pihak KKP kemudian menghubungi pihak Rumah Sakit Universitas Mataram dan menanyakan, apakah penumpang tersebut terdaftar sebagai pemohon PCR atau tidak.

“Pihak Rumah Sakit Universitas Mataram membantah dengan mengatakan yang bersangkutan tidak terdaftar di sistem Rumah Sakit Universitas Mataram,” jelas Kapolres Lombok Tengah.

Petugas akhirnya membawa ARO ke Satuan Reskrim Polres Lombok Tengah untuk melakukan klarifikasi dan pemeriksaan terkait surat keterangan PCR yang diduga palsu tersebut.

Setelah polisi melakukan pengembangan, kata Kapolres, polisi juga mengamankan dua orang lainnya inisial PE yang disebut menyalurkan dalam pembuatan surat PCR palsu. Sementara MF selaku pihak yang disebut sebagai pembuat surat keterangan PCR palsu di rumahnya, di Batu Layar, Lombok Barat.

Kapolres menyebutkan, para pelaku masing-masing kena ancaman yang berbeda. ARO terancam pasal 263 ayat 2 sub pasal 263 ayat 2 KUHP. Sementara PE kena pasal 263 ayat 1 Jo 55 jo 56 KUHP dan MF terancam dengan pasal 263 ayat 1 sub Pasal 263 ayat 1 KUHP.

Sedangkan satu orang lagi yang dianggap terlibat dalam kasus itu masih dalam pengejaran aparat. Namun polisi sudah mengamankan barang bukti berupa surat keterangan hasil pemeriksaan PCR diduga palsu.

Selain itu, polisi juga mengamankan hasil pemeriksaan laboratorium Rumah Sakit Unram yang menurut duga palsu, satu unit HP Samsung milik MF, satu unit komputer untuk membuat surat keterangan PCR palsu.

No More Posts Available.

No more pages to load.