Rakor Bersama BNPB, Pemkab Lotim Bahas SPAB

oleh -139 views
BNPB menggelar Rakor bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur membahas SPAB
BNPB menggelar Rakor bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur membahas SPAB

LOMBOKSATU.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempersiapkan penyelenggaraan program Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) sebagai salah satu program prioritas nasional tahun 2021.

Guna melaksanakan program SPAB itu, BNPB menggelar rapat koordinasi (Rakor) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Timur (Lotim) Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Lombok Timur di Ruang Rapat Masjid Kantor Bupati, Jumat (25/06/2021).

Menurut Sekda H. Muhammad Juaini Taofik, kegiatan ini merupakan awal yang baik untuk mewujudkan SPAB. Sebab bagaimana pun menghidari bencana sangat sulit. Seperti halnya bencana yang pernah menimpa Lotim beberapa waktu lalu.

Mulai dari gempa bumi, banjir, termasuk bencana non alam pandemi covid-19. Karena itu pelibatan berbagai elemen untuk merumuskan konsep penerpaan aman bencana.

Pendekatan kolaboratif yang menggunakan persiapan pelaksanaan SPAB ini menurut Sekda sangat relevan, mengingat setiap persoalan tidak dapat sendiri-sendiri.

Alasan itu pula Sekda meminta seluruh peserta dapat berpartisipasi secara aktif menyumbangkan idenya demi terwujudnya SPAB di kabupaten bermoto Gumi Patuh Karya itu.

Ketua Tim BNPB Iwan Subiantoro meminta agar rapat ini serius demi menyamakan persepsi penerapan SPAB. Ia mengingatkan agar konsepnya menyesuaikan dengan kebutuhan lokal di Lombok Timur.

Penerapannya juga mulai sejak jenjang terendah yaitu pra sekolah seperti PAUD. Ia juga berharap pelaksanaannya tidak hanya di sekolah negeri melainkan juga di sekolah swasta, termasuk Pondok Pesantren.

Turut dalam rapat koordinasi persiapan penerapan SPAB ini sebanyak 25 orang yang berasal dari berbagai elemen pendidikan seperti Kementrian Agama Lombok Timur, Dinas Pendidikan Lombok Timur, dan unsur perguruan tinggi serta pemuda.

No More Posts Available.

No more pages to load.