Lotim Darurat Narkoba, Pemuda NWDI Dorong Pemda Bentuk Perda

oleh -411 views

LOMBOKSATU.com – Peredaran Narkoba di NTB khususnya Lombok Timur sangat mengkawatirkan. Parahnya lagi, Polda NTB menyebut Lombok Timur menjadi sasaran dan target pengiriman barang haram itu.

Menyikapi hal itu, Ketua Pengurus Daerah (PD) Pemuda Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) Lombok Timur Ustadz Syarifuddin mengajak seluruh pemuda dan organisasi kepemudaan (OKP) Lombok Timur memerangi Narkoba.

“Lombok Timur sudah masuk kategori darurat narkoba. Oleh sebab itu mari kita perangi narkoba untuk menyelamatkan generasi,” papar Syarifuddin dalam rilisnya, Jumat (28/05/2021).

Ia juga mengajak seluruh OKP dan masyarakat untuk mendorong terbentuknya peraturan daerah (Perda) tentang Narkoba termasuk pemerintah desa (Pemdes) membuat awig-awig untuk diterapkan agar ikhtiar penyelamatan generasi bangsa lebih maksimal.

“Perda dan awig-awig ini sudah sudah sangat urgen untuk dibuat dan diterapkan. Jika dibiarkan, selain merusak generasi juga merusak nama baik daerah dengan masyarakat yang dikenal religius. Lebih-lebih Lombok ini dikenal dengan sebutan pulau seribu masjid,” ungkapnya.

Disebutkan, selama ini Pemuda NWDI telah bergerak dan terus mensosialisasikan bahaya narkoba. Namun gerakan ini memang belum maksimal. Oleh karena itu, sekarang ini akan melakukan kegiatan lebih maksimal dengan mengajak semua komponen di masyarakat.

“Meskipun Perda dan Awig-awig belum ada, bukan berarti kita diam karena undang-undang telah ada. Hanya saja dengan perda dan Awig-awig itu menjadi turunan aturan yang perlu dibuat dan dilaksanakan,” tegasnya.

Syarifuddin yang juga Kepala Madrasah Aliah NWDI Pancor itu berjanji akan lebih gencar melakukan sosialisasi terutama di wilayah-wilayah yang rawan dengan peredaran narkoba, karena saat ini peredaran narkoba tidak hanya di kota tapi masuk ke pelosok kampung.

“Jangan sampai generasi bangsa rusak dan negara hancur akibat barang jadah alias barang haram itu. Ini tidak boleh dibiarkan. Ayo perangi dan lawan narkoba,” pungkas pria yang kerap disapa Guru Syarif itu.

No More Posts Available.

No more pages to load.