Oknum Mantan Kades Penujak Dipolisikan

oleh -355 views
Kepala Desa Penujak Lalu Suharto saat menunjukkan silsilah asal usul aset yang diklaim

LOMBOKSATU.com – Lahan aset daerah seluas 1 hektar lebih di Desa Penujak, Kecamatan Praya Barat diklaim oknum mantan Kepala Desa Penujak inisial LD. Ia mengklaim lapangan umum Penujak, gedung serba, lahan eks kantor desa Penujak, kantor desa Penujak saat ini, SMPN 1 Praya Barat dan lahan TK Pertiwi Penujak merupakan warisan dari kakeknya.

Jumat kemarin, LD dan beberapa keluarganya memasang plank kepemilikan di lahan-lahan tersebut, padahal LD tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan, melainkan hanya berdasarkan surat somasi kepada pemerintah daerah yang ditandatangani oleh dirinya sendiri.

Merasa dirugikan dengan klaim tersebut, warga akhirnya melaporkan persoalan tersebut ke Polsek Praya Barat. Mereka meminta pihak kepolisian segera menangkap LD lantaran telah melakukan penggeregahan lahan fasilitas publik.

Kepala Desa Penujak, Lalu Suharto menilai klaim tersebut merupakan tindakan konyol. Klaim itu seharusnya didasari bukti. Misalnya sertifikat, atau bukti pendukung lainnya.

Tapi anehnya kata Suharto, yang bersangkutan hanya mengklaim berdasarkan surat somasi yang ditandatangani seorang diri tanpa sepengetahuan ahli waris lainnya. “Kalau bisa hanya dengan surat keberatan , berarti sangat gampang untuk mengklaim lahan orang atau aset negara, ini kan lucu,” kata Suharto di rumahnya, Sabtu (19/03/2021).

Dikatakan Suharto, persoalan ini sebenarnya sudah berlangsung cukup lama, bahkan sudah dimediasi di Kantor DPRD Lombok Tengah. Namun sampai saat ini LD selaku pengklaim tidak bisa menunjukkan bukti kepemilikan ataupun silsilah lahan-lahan tersebut.

Sementara pemerintah daerah telah menjadikan lahan-lahan tersebut sebagai aset daerah sejak 60 tahun lalu. Bahkan saat ia menjadi Kepala Desa Penujak, yang bersangkutan telah membuat pernyataan bahwa lahan tersebut bukan milik pribadi melainkan aset daerah.

Lucunya lagi kata Suharto, LD selaku pihak yang mengklaim justru meminta pemerintah desa menggugat ke pengadilan. “Kami pemilik yang sah jadi untuk apa menggugat. Kalau anda berani mengklaim, silahkan gugat ke pengadilan jangan kekanak-kanakan seperti ini,” kata Suharto.

Selain itu kalau memang yang bersangkutan merasa berhak, seharusnya dipersoalkan saat menjabat sebagai kepala desa. Tapi sebaliknya saat itu LD justru tidak bertindak apapun bahkan menyatakan bahwa lahan-lahan tersebut adalah aset Negara.

Selain itu, lahan-lahan tersebut tidak ada kaitannya dengan almarhum kakeknya. Sesuai keterangan para tokoh dalam rapat bulan Februari 2021 lalu, lahan-lahan tersebut awalnya merupakan milik Amaq Cegak.

Amaq Cegak menjual kepada warga atas Wane, H. Abdurahman, HL. Adrifa’i, Bapak Salidu dan HL. Ahmad Rupawan. Selanjutnya dikuasai oleh pemerintah daerah untuk keperluan sejumlah fasilitas di Desa Penujak.

Secara pribadi pihaknya mengaku tidak punya kepentingan apapun atas lahan-lahan tersebut. Namun selaku pemerintah pihaknya wajib mempertahankan aset aset pemerintah dari gangguan pihak manapun.

” Jangankan satu hektar lebih, sejengkalpun tidak akan kami berikan. Jangan main-main. Kalau untuk kepentingan masyarakat, nyawa saya jadi taruhannya pun saya siap,” tegasnya.

Menurutnya, klaim sepihak yang dilakukan LD tidak bisa dibiarkan. Apalagi lahan-lahan sudah dimanfaatkan untuk kepentingan umum. Untuk itu pihaknya berharap kepada pihak kepolisian segera memproses persoalan ini. Jika tidak dikhawatirkan akan memicu konflik di tengah-tengah masyarakat.

” Hukum adalah panglima tertinggi di negara kita. Jadi tidak boleh lagi ada aksi-aksi premanisme seperti ini. Kami minta aparat penegak hukum dan pemerintah daerah segera bertindak,” pungkasnya.

Sementara itu Kapolsek Praya Barat AKP Hery Indrayanto membenarkan laporan warga tersebut. Pihaknya berjanji akan memproses kasus tersebut. Barang bukti berupa plank kepemilikan sudah diamankan.Termasuk beberapa warga pelapor sudah dimintai keterangan. Namun untuk pemanggilan terlapor masih menunggu hasil kajian hukum lebih lanjut. (dar)

No More Posts Available.

No more pages to load.