RSUD Praya Bau Busuk, Pejabat “Karatan” Siap-Siap Dimutasi

oleh -334 views
Bupati Lombok Tengah HL. Pathul Bahri saat melakukan sidak di RSUD Praya

LOMBOKSATU.com – Keluhan masyarakat seputar fasilitas dan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Praya bukan sekedar isapan jempol. Hal ini juga dirasakan Bupati Lombok Tengah HL. Pathul Bahri saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak), Senin (09/03/2021).

Didampingi direktur dan pejabat lainnya, bupati meninjau setiap ruangan dan sudut rumah sakit. Pertama, di salah satu selokan lingkungan rumah sakit, bupati menemukan genangan air dengan bau busuk yang sangat mengganggu kenyamanan pasien dan pengunjung.

Bupati lantas memanggil pihak Pemadam Kebakaran untuk membersihkan got ataupun saluran tersebut agar air limbah tidak lagi menggenang dan berbau busuk. Hal sama juga dijumpai bupati saat melihat lingkungan di depan ruang nipas.

Oleh karena itu, bupati berharap agar kebersihan RSUD diperhatikan dengan baik. “Tolong dimaksimalkan CS-nya. Besok kumpulkan cleaning servis semua, kita mulai benahi dari bawah dahulu,” kata bupati.

Bupati juga meminta agar beberapa areal terbuka ditata agar bisa dimanfaatkan sebagai tempat apel pagi karyawan dan karyawati rumah sakit sekaligus sebagai rest area (tempat istirahat) bagi pengunjung.

Saat itu juga, bupati memerintahkan kepala UPT Laboratorium alat berat dinas PU melakukan perataan. “Bagaimanapun caranya ini harus rata, tiga hari harus jadi, saya akan kesini cek,” tegasnya.

Selanjutnya, politisi Partai Gerindra tersebut meninjau ruang polymerase chain reaction (PCR). Di mana rumah sakit Praya saat ini sudah bisa melakukan PCR bagi masyarakat tanpa harus ke Mataram. Alat PCR sendiri dibeli dengan harga Rp 2 miliar.

Selanjutnya bupati meresmikan ruang pameran, edukasi, bubioterapi dan stand akreditasi yang ada di RSUD. “Saya minta ruang ini bisa dimanfaatkan oleh keluarga pasien, pasien, dan petugas kesehatan untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan, saya minta koleksi buku diperbanyak, print out juga diperbanyak,” kata bupati.

Sementara itu sebelumnya, saat apel pagi, bupati mengingatkan fungsi rumah sakit sebagai lembaga layanan. Oleh karena itu, disiplin dan etos kerja harus ditingkatkan. Bupati juga berencana merombak total pejabat dan karyawan di rumah sakit, khususnya yang sudah sangat lama bertugas di tempat itu.

Para pejabat “karatan” di tempat tersebut akan dipindahkan ke Dikes ataupun Puskesmas. karena bupati menargetkan dalam 100 hari kedepan pelayanan di rumah sakit sudah berubah.

Sementara itu Direktur RSUD Praya dr. Muzakir Langkir berjanji untuk menjalankan harapan dan arahan bupati. Termasuk harapan kepada para pegawai dan perawat agar tetap ramah kepada pasien maupun pengunjung, juga akan diupayakan.

Sementara itu beberapa pengunjung rumah sakit berharap adanya perubahan di RSUD Praya. Terutama sikap para perawat dan pegawai yang selama ini dinilai kurang bersahabat. (Dar)

Kerjasama Bagian Humas dan Protokol dengan LOMBOKSATU.com

No More Posts Available.

No more pages to load.