Kasus 4 IRT, Komisi IV DPRD Loteng Turun Investigasi

oleh -264 views
Komisi IV DPRD Lombok Tengah yang dipimpin H. Supli turun melakukan investigasi ke Waje Geseng

LOMBOKSATU.com – Kasus empat Ibu Rumah Tangga (IRT) yang dipenjara lantaran melempar atap gudang rokok di Desa Waje Geseng Kecamatan Kopang menyita perhatian Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lombok Tengah (Loteng).

Jumat 19 Februari 2021, Komisi IV DPRD Lombok Tengah yang dipimpin H. Supli turun melakukan investigasi ke Waje Geseng. Dalam kunjungannya tersebut, Komisi IV menggali keterangan dari warga sekitar gudang rokok.

Hasilnya, Komisi IV memperoleh informasi yang sangat mengejutkan. Menurut warga, polusi gudang rokok tersebut sangat mengganggu. Bahkan H Supli dan rombongan mendengar ada salah seorang anak umur 4 tahun meninggal dunia diduga karena terpapar volusi pabrik rokok tersebut yang tidak lain adalah anak dari salah satu IRT yang diproses hukum saat ini.

“Empat IRT sudah ditetapkan sebagai tersangka dan mendekam di Rutan kelas IIB Praya karena melempar pabrik rokok milik tetangganya,” kata Supli. Ia menuturkan, gudang rokok tersebut menimbulkan bau yang sangat menyengat.

Parahnya, kondisi ini sudah terjadi cukup lama dan mengganggu kesehatan warga setempat. Tidak hanya itu, banyak anak-anak disekitaran pabrik mengalami sesak nafas diduga akibat bau dari dalam gudang. Ia berharap persoalan ini segera diselesaikan. Lebih penting lagi, empat IRT yang ditahan segera dibebaskan.

Sementara itu Ketua DPRD Lombok Tengah M.Tauhid mengecam penahanan terhadap empat IRT tersebut. Menurutnya persoalan ini sangat sepele dan tidak seharusnya masuk ke ranah hukum.

Apalagi kerusakan yang ditimbulkan akibat pelemparan tersebut tidak terlalu parah. “Seharusnya hal seperti ini bisa diselesakan di tingkat desa,” kata Tauhid.

Memang kata Tauhid, hukum harus ditegakkan. Namun demikian, masalah kemanusiaan seharusnya jadi bahan pertimbangan dalam menyelesaikan persoalan semacam ini.

“Presiden sudah mengingatkan bahwa jangan sampai ada kasus nenek di Jawa yang dipenjara lantaran menebang kayu jati, tapi ternyata hal serupa terjadi di NTB,” kata Tauhid.

Oleh karena itu, pihaknya meminta empat IRT tersebut segera dibebaskan. Bahkan dirinya mengaku siap menjadi penjamin dalam kasus ini. (dar)

Kerjasama Sekretariat DPRD Lombok Tengah dengan LOMBOKSATU.com

No More Posts Available.

No more pages to load.