Ketua Gempar NTB Kecam Rencana Touring Tastura Bersatu

oleh -507 views
Ketua LSM GEMPAR NTB, Hamzan Halilintar

LOMBOKSATU.com – Kegiatan Touring Tastura Bersatu yang direncanakan Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah untuk mengunjungi sejumlah daerah yang akan berlangsung 10 Februari mendatang mendapat kecaman dari sejumlah kalangan, bahkan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) GEMPAR NTB, Hamzan Halilintar mengancam akan membawanya ke jalur hukum jika kegiatan itu dilaksanakan.

Hamzan menegaskan, suasana pandemi seperti saat ini, bupati seharusnya tidak menggelar kegiatan yang melibatkan orang banyak. “Sebagai pemimpin atau orang nomor 1 di Lombok Tengah seharusnya bijak dalam memutuskan setiap kebijakan,” ujar Hamzan pada wartawan, Jumat (29/01/2021).

Ia mengakui, tujuan touring tersebut memang baik, dihajatkan sebagai ajang silaturahmi bupati diakhir jabatannya, namun menurut Hamzan, kegiatan ini dianggap tidak ada manfaatnya, bahkan cenderung membawa mudarat karena pandemi saat ini semakin meningkat. Ia menilai kebijakan ini sangat bertentangan, satu sisi masyarakat diminta tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti tidak membuat kerumunan, memakai masker dan lainnya, tapi di satu sisi bupati selaku pemegang kebijakan justru menggelar kegiatan besar yang melibatkan orang banyak.

Ia juga menyebutkan, anggaran kegiatan ini cukup besar. Menurut data yang ada, masing-masing peserta yang jumlahnya ratusan dibebankan biaya Rp 6 juta per orang. Jika dikalikan jumlah peserta, nominal yang bisa dikumpulkan sangat fantastis. Ini tentu sangat tidak tepat di tengah kondisi keuangan daerah dan perekonomian masyarakat yang tidak stabil. “Katanya anggaran daerah sedang terpuruk, tapi di satu sisi para pejabatnya justru ‘menggambur-hamburkan’ uang,” kata Hamzan.

Ia berpendapat anggaran yang begitu besar seharusnya digunakan untuk penanganan covid-19 atau kebutuhan masyarakat lainnya. “Kalau pak bupati meminta pejabatnya menyumbang untuk kegiatan atau kebutuhan masyarakat, itu baru keren. Bukan malah mengajak pejabat ‘bersenang-senang’ di tengah kondisi masyarakat yang tengah menjerit akibat covid-19,” jelasnya.

Untuk itu, Hamzan meminta bupati agar membatalkan rencana tersebut. Jika tidak pihaknya akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Dalam hal ini ada beberapa pelanggaran yang bisa terjadi. Mulai dari pelanggaran protokol kesehatan sampai dengan potensi penyalahgunaan anggaran daerah. “Kalau tetap dilakukan, kami akan pidanakan,” tegasnya lagi.

Sementara itu, informasi yang berhasil dihimpun wartawan, untuk kegiatan ini masing-masing peserta dibebankan biaya Rp 6 juta per orang. Jumlah tersebut untuk keperluan transportasi, akomodasi dan konsumsi selama perjalanan. Perjalanan yang akan dimulai dari Kantor Bupati Lombok Tengah menuju Lembar menuju Pelabuhan Tanjung Priok Surabaya. Dari Surabaya rombogan langsung menuju Kota Malang, kemudiam menuju Kota Lumajang dan Jember. Dari Jember rombongan menuju pelabuhan penyeberangan Ketapang di Kabupaten Banyuwangi  menuju pelabuhan penyeberangan Gili Manuk Provinsi Bali dan melanjutkan perjalanan pulang.

Berdasarkan hasil penelusuran wartawan, sebagian peserta mengaku menyambut baik rencana tersebut, tapi tidak sedikit juga yang merasa terbebani dengan besarnya nominal yang harus dikeluarkan. Apalagi dengan kondisi keuangan di masa pandemi ini.

Sebelumnya, Bupati Lombok Tengah HM. Suhaili FT mengaku belum menentukan jadwal pelaksanaan touring Tastura Bersatu itu, karena masih mempetimbangkan perkembangan penyebaran pandemi covid-19 yang masih saja mengalami peningkatan.

Sekda Lombok Tengah, H Lalu Idham Khalid

Sementara itu Sekda Lombok Tengah, HL. Idham Khalid yang dikonfirmasi via handphone, Jumat (29/01/2021) menjelaskan, Touring Tastura Bersatu bukan sekedar jalan-jalan, tetapi kegiatan studi banding. Rombongan akan melakukan kunjungan ke Pemerintah Kota Malang, Jember dan beberapa daerah lain untuk mempelajari beberapa persoalan seperti industri kecil menengah (IKM) dan lainnya.

Sekda menegaskan, kegiatan ini merupakan salah satu tugas aparatur pemerintahan, bukan sekedar bersenang-senang sebagaimana yang berkembang di masyarakat. Sesuai jadwal, touring akan berlangsung beberapa hari dimulai tanggal 10 Februari 2021. Peserta diperkirakan sebanyak 70 orang yang terdiri dari kepala dinas, sekretaris, dan pejabat setingkat lainnya.

Adapun mengenai pembiayaan, HL Idham Khalid mengaku tidak bisa menjelaskan secara rinci, karena menyangkut persoalan teknis. “Kalau mengenai biaya dan teknis perjalanan itu urusan panitia,” jelasnya. (Dar)

No More Posts Available.

No more pages to load.