Dampak K-Pop dan K-Drama yang Semakin “Merajalela” di Kala Pandemi Covid-19

oleh -664 views

Oleh: SUANDI (Penulis merupakan mahasiswa Prodi Sosiologi UNRAM)

Pandemi Covid-19 ini telah mempersempit kegiatan masyarakat, khususnya untuk para anak muda yang sering kebingungan untuk mengisi waktu luangnya, di samping mereka belajar daring yang dianggap membosankan, dalam hal inilah celah masuknya budaya K-Pop dan K-Drama ini semakin “merajalela”, khususnya untuk anak-anak muda yang sedang tidak melakukan apa-apa atau dengan kata lain gabutnya para kaum rebahan.

Beranjak dari hal tersebut, penulis akan membahas tentang apa itu k-pop dan k-drama, kemudian bagaimana dampak-dampak positif maupun negatifnya.

Pengertian K-Pop dan K-Drama
K-Pop adalah suatu konsep artistik dalam bidang musik yang ada di Korea Selatan dengan ciri atau karakteristik kuatnya berupa grup penyanyi laki-laki dan grup penyanyi perempuan serta memiliki aliran musik pop dimana setiap grup tersebut memiki gerakan-gerakan atau konsep tarian tersendiri dari setiap judul lagu yang dibawakan. Hal tersebut begitu populer di Indonesia, sampai anak-anak kecil pun tahu dan bisa mengikuti gerakan-gerakan atau tarian tersebut. Banyak artis-artis atau grup boy band dan girl band K-Pop yang sudah sangat terkenal di Indonesia seperti BTS, EXO, BLACK PINK, TWICE dan masih banyak lagi.

K-Drama merupakan kumpulan-kumpulan drama populer yang berasal dari negara Korea Selatan juga, yang biasanya ditayangkan di televisi-televisi negara Korea Selatan. Jika dibandingkan dengan di negara Indonesia sendiri hampir sama dengan sinetron-sinetron yang berada di chanel-chanel TV swasta tersebut.

Perbedaan sinetron dari Indonesia dengan K-Drama ini cukup terlihat, misalnya saja biasanya K-Drama itu memilki episode 1 sampai 16 atau episode 1 sampai 20 walaupun ada drama-drama tertentu yang bisa mencapai episode lima puluhan bahkan sampai ratusan tentunya dengan konsep dan kualitas cerita yang memang bagus, jikalau kita bandingkan dengan sinetron di Indonesia sendiri episodenya bisa sampai ribuan dan syutingnya sampai bertahun-tahun, dengan kualitas cerita yang menurut penulis biasa saja. Untuk K-Drama banyak juga artis-artis yang terkenal seperti Lee Min Ho, Ji Chang Wook, Song Jong Ki, Song Hye Kyo, Bae Suzi, Park Shin Hye dan masih banyak lagi.

Setelah mengetahui apa itu k-pop dan k-drama, tidak lupa juga kita paparkan dampak-dampak dari hal tersebut seperti:

Jika melihat dan menganalisis dampak-dampak dari masuknya K-Pop dan K-Drama ini pada generasi muda, maka akan diulas dua perspektif atau dua sudut pandang dari masalah ini, karena semua hal pasti memilki dua sisi yang berbeda. Oleh sebab itu dalam hal ini penulis akan membahas dampak positif dan dampak negatif K-Pop dan K-Drama berikut ini:

Dampak Positif

  1. Bisa menghibur para generasi muda dengan bermacam karya baik itu musik, drama, ataupun film dikala anak muda sekarang ini yang sering bingung melakukan sesuatu karena adanya pandemi, para kaum rebahan mudah merasa gabut dan butuh hiburan, bagi mereka yang suka K-Pop ataupu K- Drama.
  2. Bisa belajar dan mengetahui budaya negara lain, tentunya dengan lebih memperhatikan lagi, yaitu ambil yang baik dan buang yang buruknya.
  3. K-Drama juga dapat mengajarkan nilai-nilai kehidupan yang ada pada setiap episode dramanya, bahkan pada Drama Korea juga bisa mengetahui tentang kesehatan diamana banyak juga Drama Korea yang menampilkan proses operasi pada manusia karena banyak drama yang bertemakan kehipuan dokter dan perawat, kemudian bisa mengetahui banyak tentang politik, kemudian hukum meskipun sedikit berbeda dengan negara Indonesia, namun intinya disana bisa mempelajari nilai dari suatu hal yang dikatakan sebagai kebenaran itu sendiri.
  4. Sebagai icon untuk olahraga bagi mereka yang suka tarian atau dance, karena di K-Pop banyak sekali koreo-koreo atau gerakan dalam tarian yang bisa dicontoh untuk menjadi gerakan senam atau yang lainnya.
  5. Bahkan untuk para fans-fans fanatik dari K-Pop dan K-Drama itu sendiri, bisa dijadikan sebagai wadah untuk melatih kesabaran dikala karya-karya dari idolanya mereka tunggu disetiap jadwalnya perform dan untuk yang menyukai K-Drama dilatih kesabarannya untuk menantikan setiap episode dari drama yang sedang mereka tontonnya karena drama tersebut masih on-going.

Hal tersebut, menurut penulis bisa menjadi hal-hal yang positif jika ditanggapi dengan baik, karena tidak boleh menjastifikasi sesuatu jika hanya melihat dari satu sudut pandang saja. Oleh karena itu berikut ini juga beberapa dampak negatif dari masuknya budaya K-Pop dan K-Drama ini.

Dampak Negatif

  1. Generasi muda seakan terhipnotis dan begitu ingin mengikuti gaya-gaya dari para idolanya tersebut secara berlebihan, sampai ada yang melakukan operasi plastik, merawat dirinya dengan begitu berlebihan, membeli barang-barang yang mahal hanya demi terlihat sama seperti gaya idolanya tersebut.
  2. Generasi muda bisa melupakan waktu atau sering lupa waktu jika sudah menonton K-Drama tersebut, bahkan sampai ada yang tidak makan, tidak shalat untuk menyelesaikan setiap episode dari drama yang mereka tonton.
  3. Terkadang uang habis untuk beli kuota, untuk bisa streaming nonton drama korea dan live show dari grup boy dan girl band idola mereka.
  4. Karena sudah menjadi hobi dan kebiasaan orang yang fanatik biasanya membeli alat-alat atau barang-barang yang ada foto dari bintang idola mereka sehingga uang jajannya berkurang.
  5. Bisa berimajinasi terlalu jauh sampai ada sampai setiap harinya, mengupload foto-foto idola mereka di semua media sosial yang mereka punya, menggunakan emotikon menangis, terharu, bahagia dan yang lainnya sampai berkata dia adalah istri dari idolanya tersebut, bahkan sampai ada yang tidak perduli dengan orang lain jika sudah membahas tentang idola mereka tersebut.
  6. Mengikis budaya sendiri dengan adanya budaya Korea yang masuk tersebut, maka akan menimbulkan potensi yang besar untuk terkikisnya budaya asli yang bangsa Indonesis, karena generasi muda terlalu mengagung-agungkan budaya K-Pop dan K-Drama tesebut dalam diri mereka, dan tidak sedikit yang melupakan budaya sendiri.
  7. Tidak baik juga untuk untuk kalangan remaja yang masih di bawah umur untuk menonton K-Pop dan K-Drama ini, karena hampir 100 % jika menonton drama korea yang bergenre romastik pasti ada adegan tertentu yang kurang baik jika ditonton untuk remaja di bawah umur, begitu juga dengan K-Pop nya banyak sekali gerakan-gerakan yang fulgar dari konsep koreografi yang mereka tampilkan.
  8. Membuat kurang fokus untuk belajar dikarenakan memikirkan, isi dari drama yang mereka tonton dan karena terdengung dalam setiap ingatannya lirik-lirik lagu dari boy atau girl bang idola mereka, dan lain sebagainya.

Upaya Meminimalisir Terkikisnya Budaya Sendiri

Terlapas dari semua hal tersebut, baik itu dampak positif dan negatif dari adanya budaya Korea yang masuk ke Indonesia, maka semua elemen masyarakat harus benar-benar berfikir dengan bijak terkait nilai-nilai yang ada dalam budaya tersebut dan harus bisa memfilter budaya yang masuk serta sesuikan dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat itu sendiri.
Berikut beberapa upaya yang dapat kita lakukan untuk meminimalisir akan terkikisnya budaya asli Indonesia karena adanya budaya luar yang masuk khususnya budaya Korea tersebut:

  1. Generasi muda harus belajar mencintai budaya sendiri, bagaimanapun bentuknya dan diusahakan untuk memperbaikinya bila ada kesalahan atau keluar dari nilai-nilai yang ada. Boleh menyukai budaya-budaya dari negara lain tetapi ingatlah satu hal, generasi bangsa sendiri memiliki kewajiban untuk memperkenalkan kebudayaan sendiri kepada negara-negara lainnya.
  2. Jika menonton Drama Korea tersebut, usahakanlah memiliki batas waktu yang wajar agar kegitan yang lainnya juga bisa dilaksanakan dengan baik. Mungkin setiap harinya bisa menargetkan 2 atau 3 episode saja paling banyak agar tidak terlalu candu.
  3. Orang tua juga harus benar-benar memperhatikan anak-anak mereka untuk lebih diawasi apalagi dimasa pandemi seperti saat ini yang sering sekali memegang HP mereka, mohon agar lebih diawasi kembali.
  4. Mempelajari budaya sendiri dengan lebih intesif lagi, dan berharap dari hal tersebut bisa menemukan cara untuk memperkenalkan budaya sendiri, mungkin dengan cara mengakulturasikan budaya Indonesia tersebut dengan budaya Korea, mungkin dengan seperti itu akan menjadi lebih baik dan produktif juga di masa pandemi covid-19 ini.
  5. Generasi muda harus berusaha mengikuti banyak organisasi-organisasi kepemudaan agar tidak menjadi kaum rebahan, dan menghabiskan waktu hanya sekedar untuk menonton Drama Korea tau mendengarkan lagu-lagu Korea sambil tiduran di rumah.
  6. Berawal dari diri sendiri, dengan mendekatkan diri kepada Tuhan maka akan selalu terjaga dari perbuatan-perbuatan yang kurang baik, dan pastinya akan memiliki semangat untuk terus beraktifitas dalam hal positif dan mampu memperthankan identitas dan budaya bangsa kita sendiri.

Kesimpulan
Kemajuan teknologi yang berkembang pesat pada zaman ini, maka hal tersebut akan mengakibatkan budaya luar masuk dengan mudahnya tanpa adanya proses filterisasi nilai-nilai budaya yang tidak sesuai dengan norma-norma yang dimiliki. Contonya budaya Korea K-Pop dan K-Drama yang masuk ke Indonesia dan menjadi icon dunia saat ini.

K-Pop adalah sebuah konsep artistik dalam hal musik yang ada di Korea Selatan, dimana ciri atau karakteristik kuatnya adalah berupa grup penyanyi laki-laki dan grup penyanyi perempuan serta memiliki aliran musik pop dimana setiap grup tersebut memiki gerakan-gerakan atau konsep tarian tersendiri dari setiap judul lagu yang dibawakan sedangkan K-Drama kumpulan-kumpulan drama populer yang berasal dari Korean Selatan yang biasanya ditayangkan di televisi-televisi negara Korea Selatan.

Jika dibandingkan dengan di Indonesia sendiri hampir sama dengan sinetron-sinetron yang berada di chanel-chanel TV swasta tersebut. Dari semua hal tersebut pasti memiliki dampak positif dan negatif yang harus disikapi dengan lebih bijak lagi, dan tidak boleh menjastifikasi sesuatu jika hanya melihat dari satu sudut pandang saja.

Saran
Sebaiknya jangan pernah terpaku kepada sesuatu hal dengan berlebihan, karena hal tersebut akan menimbulkan hal yang tidak baik juga untuk diri sendiri. Gemar terhadap sesuatu itu wajar karena manusia biasa yang memilki rasa suka maupun benci, jadi bersikaplah sewajarnya saja.

No More Posts Available.

No more pages to load.