Tuntaskan Vaksinasi Lansia, Bupati Lotim akan Anggarkan Biaya Penjemputan

oleh -240 views
Bupati Lotim bersama jajarannya mengikuti Rapat Koordinasi tingkat Provinsi NTB yang digelar Polda NTB yang diikuti 10 kabupaten/kota di Provinsi NTB secara virtual

LOMBOKSATU.com – Bupati Lombok Timur (Lotim) HM. Sukiman Azmy meminta vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia) ditingkatkan lagi progresnya.

Menurut catatan bupati dua periode ini, baru empat Puskesmas yang menunjukkan progres yang baik khusus untuk vaksinasi lansia.

Puskesmas tersebut kata bupati, Puskesmas Sakra, Puskesmas Montong Betok, Puskesmas Lenek, dan Puskesmas Karang Baru.

Baiknya capaian vaksinasi tersebut karena petugas yang langsung turun ke lapangan, menjemput dan mengantar para lansia dalam proses vaksinasi.

Bupati menyampaikan hal tersebut pada Rapat Koordinasi tingkat Provinsi NTB yang digelar Polda NTB yang diikuti 10 kabupaten/kota di Provinsi NTB secara virtual, Kamis (22/04/2021).

Menurutnya, progres vaksinasi untuk lansia di Lombok Timur berdasarkan data Dinas Kesehatan adalah 15,9 persen untuk dosis pertama dan 0,7 persen untuk dosis kedua.

Karenanya, bupati mengoordinasi seluruh camat untuk meningkatkan capaian vaksinasi bagi lansia. Ia meminta para camat berkoordinasi dengan Puskesmas di wilayah masing-masing.

Bupati juga berkomitmen akan menganggarkan biaya penjemputan dan pengantaran bagi warga lansia tersebut sebesar Rp.10 juta untuk masing-masing Puskemas dan menargetkan sebelum idul fitri selesai.

Sebelumnya, pada rakor yang diikuti pula oleh camat dan dihadiri Kapolres serta Dandim 1615 Lombok Timur, Wakil Gubernur Sitti Rohmi Djalilah menegaskan pentingnya vaksinasi bagi kelompok lansia.

Menurut Wagub, melalaikan vaksinasi terhadap lansia akan memperbesar potensi kematian akibat pandemi covid-19. Mengurangi risiko penularan, utamanya terhadap kelompok rentan dapat dilakukan dengan vaksinasi berbasis desa dan dusun.

Secara keseluruhan capaian vaksinasi di Lombok Timur untuk tenaga kesehatan (nakes), pelayan publik, maupun guru telah melampaui target pemerintah pusat.

Capaian untuk nakes pada dosis ke dua saja 102 persen, pelayan publik 108,7 persen, dan guru 114,8 persen.

No More Posts Available.

No more pages to load.