Wabup Tegasakan Pemerataan Akses Kesehatan Lombok Timur Terus Dipacu

oleh -212 views
oleh
edwin
Wakil Bupati Lombok Timur H. Moh. Edwin Hadiwijaya

LOMBOKSATU.com – Pemerataan akses kesehatan di Kabupaten Lombok Timur terus dipacu. Komitmen itu kembali ditegaskan Wakil Bupati Edwin Hadiwijaya saat menghadiri Majelis Taklim Az-Zahra di Bilasundung, Masbagik, Kamis (12/02/2026).

Di hadapan jamaah, Wabup Edwin menekankan bahwa pembangunan kesehatan bukan hanya soal membangun gedung, tetapi memastikan masyarakat di seluruh wilayah Lombok Timur memperoleh layanan yang mudah diakses, terjangkau, dan berkualitas.

Upaya tersebut kini dilakukan secara bertahap dan terintegrasi. Salah satu langkah nyata adalah pemanfaatan kembali gedung di Labuhan sebagai Rumah Sehat Baznas yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu.

Selain itu, pemerintah daerah menargetkan pengoperasian RS Masbagik pada Juli 2026 mendatang. Kehadiran rumah sakit ini diharapkan memperluas jangkauan layanan sekaligus mengurangi beban pelayanan di RSUD Selong, yang juga terus ditingkatkan fasilitas pendukungnya secara berkelanjutan.

Tak hanya dari sisi infrastruktur, perhatian juga diarahkan pada aspek jaminan kesehatan. Pemerintah daerah tengah membenahi ratusan ribu kepesertaan BPJS yang tidak aktif agar masyarakat kecil, termasuk pasien cuci darah, tetap mendapatkan hak pelayanan kesehatan tanpa kendala administratif.

“Data yang akurat menentukan ketepatan sasaran bantuan sosial. Karena itu kami minta masyarakat aktif memastikan KTP dan KK valid. Kami juga tengah membenahi BPJS yang tidak aktif agar hak kesehatan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.

Sebagai daerah yang ditunjuk sebagai pilot project digitalisasi, Lombok Timur kini memperkuat akurasi data kependudukan melalui Dukcapil. Validitas data menjadi kunci agar bantuan sosial yang difokuskan pada Desil 1 hingga Desil 5 benar-benar tepat sasaran.

Dalam kesempatan tersebut, Wabup juga memaparkan program lain, termasuk upaya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dengan dua program Sekolah Rakyat, masing-masing jenjang SLTA di Sakra dan SD di Lenek. Ia menyebut pendidikan dan kesehatan sebagai dua pilar utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menutup pertemuan, Wabup menginformasikan keberangkatan 1.401 jamaah haji asal Lombok Timur serta aturan baru terkait pelunasan biaya haji yang kini dilakukan setelah pemeriksaan kesehatan demi kelancaran ibadah di tanah suci.

Di tengah suasana religius Majelis Taklim Az-Zahra, pesan yang menguat adalah komitmen pemerintah daerah untuk terus menghadirkan layanan kesehatan yang merata. Sebab bagi Lombok Timur, kesehatan bukan sekadar program, melainkan hak dasar yang harus dijamin bagi seluruh warganya.