Ijtima’ Ramadhan, TGB Ingatkan Umat Pelihara Persatuan

oleh -220 views
Pengajian TGB KH. M. Zainul Majdi saat ijtima' Ramadhan

LOMBOKSATU.com – Ketua Umum PBNW, TGB Dr. KH. Muhammad Zainul Majdi, mengingatkan kepada seluruh pengurus dan jamaah yang hadir agar senantiasa memelihara keutuhan dan kekompakan. Sebab pada saat sekarang ini, ujian kita sebagai bangsa khususnya ummat Islam sangat besar.

“Jika kita aktif bermedia sosial, banyak kita jumpai rekaman orang-orang atau bahkan orang yang disebut sebagai tokoh atau panutan meneriakkan takbir dengan nada “provokatif” yang ditujukan untuk menyerang orang yang berseberangan pilihan politik dengannya,” ulas TGB dalam acara ijtima’ Ramadhan, Jumat (31/05/2019) di Pancor.

Doktor Tafsir Al Qur’an Universitas Al Azhar ini menegaskan, takbir merupakan kalam mulia yang seharusnya ditempatkan atau digunakan pada tempat yang baik atau mulia pula. Jangan justru dipakai untuk membenci satu sesama umat Islam.

“Sama nilainya orang yang mengatakan sesuatu yang tidak baik dengan orang yang mengatakan sesuatu yang baik tapi tidak pada tempatnya,” jelasnya.

Sebagai sesama umat Islam, papar gubernur dua periode ini, jangan sampai pekikan takbir itu membuat saling benci satu sama lain. Apalagi sampai memberikan cap munafik atau bahkan kafir yang halal darahnya dengan orang yang tidak ikut meneriakkan takbir dengannya.

TGB mencontohkan dulu bagaimana kelompok khawarij yang menggunakan kalam mulia yaitu ayat-ayat al Qur’an yang tidak pada tempatnya.

“Golongan Khawarij menjadi kelompok pertama yang menggunakan ayat-ayat al-qur’an tidak pada tempatnya sehingga menimbulkan permusuhan antar sesama umat Islam. Bahkan, dengan cara mereka seperti itu sampai menghalalkan darah sesama umat Islam.

“Sayyidina Ali RA yang merupakan menantu Nabi Muhammad SAW menjadi korban yang dibunuh oleh Kelompok Khawarij lantaran penggunaan ayat-ayat al Qur’an yang tidak pada tempatnya itu,” tuturnya.

Untuk itu, di era sosial media saat ini, TGB mengingatkan untuk hati-hati dalam memilih guru atau panutan, terutama dalam hal mempelajari ilmu agama.

“Jangan lantaran ada orang yang akun media sosialnya memiliki followers banyak, lalu dijadikan sumber rujukan dalam ilmu agama. Ada begitu banyak para tuan guru atau ustadz yang kita memiliki khususnya di NW yang sanad keilmuannya tidak diragukan lagi. Belajarlah dari beliau-beliau itu. Bukan malah mencukupkan diri dengan belajar dari youtube atau media sosial lainnya,” papar TGB mengingatkan.

Sebagai warga Nahdlatul Wathan, sambung TGB, almaghfurlah Maulanasyeikh dulu waktu hayat beliau telah mengingatkan untuk pandai-pandai dalam memilih guru sebagaimana yang beliau tuangkan dalam salah satu lagu perjuangan Nahdlatul Wathan: Pandai-Pandai Memilih Guru Tao Ngaji.

“Apa yang dipesankan oleh Almaghfurlah Maulanasyeikh sekian tahun yang lalu untuk hati-hati dalam memilih guru agama, saat ini baru terasa dan bisa kita fahami maksud beliau tersebut,” ungkapnya.

Almaghfurlah Maulanasyeikh, papar TGB, dulu berpesan untuk selektif dalam memilih guru agama, maka TGB pun kembali memesankan khususnya kepada warga dan santri Nahdlatul Wathan untuk belajar dan mendalami ilmu agama langsung dari orang-orang yang diketahui memiliki pemahaman keagamaan yang bagus dan mendalam serta sanad keilmuannya jelas.

“Hati-hati. Jika salah dijadikan sebagai guru dalam mempelajari ilmu agama, maka pemahaman keagamaan yang diperoleh pun akan salah,” jelasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.