LOMBOKSATU.com – Tim khusus Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah terus memantau penjualan makanan dan minuman takjil Ramadhan. Hal itu untuk memastikan makanan dan minuman yang dijual aman bagi masyarakat.
“Pengawasan takjil telah mulai dilakukan dengan mengambil sampel makanan dari para penjual,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Tengah Dr. H. Suardi di Praya, Senin (25/03/2024).
Pengawasan takjil di bulan Ramadhan ini juga melibatkan petugas kesehatan di semua puskesmas untuk melakukan pengawasan di masing-masing kecamatan. “Petugas kesehatan di puskesmas juga kita libatkan,” katanya.
Dari hasil pengawasan yang telah dilakukan hingga saat ini belum ditemukan takjil yang menggunakan pengawet atau pewarna yang berbahaya untuk kesehatan masyarakat.
“Belum ada yang kita temukan. Artinya takjil yang dijual para UMKM (Usaha Menengah Kecil Mikro) masih aman untuk dikonsumsi,” kata doktor jebolan IPDN itu.
Ia mengimbau kepada para pelaku UMKM untuk tidak menggunakan pengawet yang dapat merusak kesehatan masyarakat, sehingga makanan dan minuman yang dijual sesuai dengan ketentuan. “Takjil yang dijual harus tetap higienis atau kualitas baik,” katanya.
Apabila ada yang ditemukan para pelaku UMKM menjual makanan di luar ketentuan, pasti ada sanksi yang diberikan sesuai dengan aturan yang berlaku.
“Semoga saja kita di Lombok Tengah tidak ada yang menjual makanan menggunakan bahan kimia yang dapat membahayakan kesehatan,” katanya. (Dar)





