Hadapi Kekeringan, Pemkab Lombok Timur Gelar Salat Istisqa

oleh -18 views
oleh
istisqa

LOMBOKSATU.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Timur menggelar salat Istisqa di halaman Kantor Bupati Lombok Timur, Kamis (08/10/2026), sebagai ikhtiar memohon hujan kepada Allah SWT di tengah kondisi kekeringan dan kekurangan air yang melanda sejumlah wilayah.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin, Sekretaris Daerah H. Muhammad Juaini Taofik, seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD), serta jamaah dari kalangan pegawai pemerintah daerah. TGH. Muhayyan bertindak sebagai imam, sedangkan khatib diisi TGH. Khusyairi.

Haerul menyampaikan bahwa salat Istisqa merupakan wujud permohonan pertolongan kepada Allah SWT agar Lombok Timur memperoleh hujan yang cukup. Ia mengajak masyarakat menghadapi kondisi tersebut dengan ketundukan dan kesadaran akan keterbatasan manusia.

“Hari ini kita sujud bukan dengan kesombongan, tetapi dengan ketundukan; bukan dengan kekuatan, tetapi dengan mengakui kelemahan di hadapan Allah SWT. Salah satu bagian utama dari hujan adalah rahmat dari Allah,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat menjadikan kondisi kekeringan sebagai momentum muhasabah atau introspeksi diri. Menurutnya, ketika hujan belum turun, masyarakat perlu memperbanyak istigfar, memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia, serta menjaga hubungan dengan alam.

Haerul juga merujuk Surah Nuh ayat 10–11 yang menjelaskan bahwa permohonan ampun kepada Allah menjadi salah satu jalan untuk memohon turunnya hujan. Ia mengajak masyarakat bersabar, memperbanyak istigfar, dan memohon pertolongan Allah SWT dalam menghadapi kesulitan.

“Hari ini salat Istisqa. Mari kita memohon dengan hati yang bersih, dengan ketundukan, dan dengan mengakui kelemahan kepada Allah agar Allah semata menurunkan hujan sesuai yang diharapkan,” ajaknya.

Bupati menegaskan bahwa ketersediaan air berkaitan erat dengan keberlangsungan kehidupan masyarakat, terutama petani yang bergantung pada sektor pertanian. Karena itu, pemerintah daerah akan terus berupaya membantu masyarakat menghadapi keterbatasan air.

Selain berdoa, Haerul mengingatkan masyarakat agar menjaga kelestarian lingkungan. Ia meminta warga tidak membuang sampah sembarangan, tidak merusak hutan dan sumber mata air, serta menggunakan air secara bijak. “Menjaga alam adalah bagian dari amanah,” tegasnya.

Ia berharap salat Istisqa menjadi momentum untuk memperbaiki diri, memperbanyak istigfar dan sedekah, saling membantu, serta meninggalkan perbuatan yang bertentangan dengan ajaran agama.

Sementara itu, TGH. Khusyairi dalam khutbahnya mengingatkan jamaah agar bersabar dan memperbanyak istigfar ketika menghadapi musibah. Ia mengajak seluruh jamaah melakukan muhasabah dan memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa.

Usai salat, jamaah diajak terus meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, dan menjaga lingkungan sebagai bagian dari ikhtiar bersama menghadapi kekeringan dan keterbatasan air di Kabupaten Lombok Timur.