Bupati Lombok Timur Siapkan Rp2 Miliar untuk Penataan Sisik, Bakal Jadi RTH dan Taman Kota

oleh -8 views
oleh
sisi

LOMBOKSATU.com — Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, mendorong penataan kawasan Sisik melalui pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) dan taman kota. Pemerintah daerah berencana mengalokasikan anggaran Rp2 miliar untuk menghidupkan kembali kawasan yang memiliki nilai sejarah bagi Lombok Timur tersebut.

Hal itu disampaikan Bupati saat meresmikan Kantor Lurah Tanjung yang telah direhabilitasi setelah terdampak bencana angin kencang. Peresmian berlangsung pada Rabu (14/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menegaskan bahwa kantor pemerintahan merupakan pusat pelayanan publik yang harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi pegawai maupun masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat merawat gedung kantor lurah yang telah diperbaiki serta meminta jajaran lurah dan camat meningkatkan kualitas pelayanan.

Bupati menekankan, pemerintah harus hadir sebagai pelayan masyarakat melalui perbaikan fasilitas publik dan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah Lombok Timur.

Selain itu, Bupati menyoroti peluang efisiensi anggaran daerah apabila pembiayaan gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) penuh waktu untuk guru dan tenaga kesehatan ditanggung pemerintah pusat melalui APBN. Skema tersebut diproyeksikan dapat menghemat anggaran daerah hingga Rp257 miliar.

Menurutnya, efisiensi tersebut berpotensi memperluas ruang fiskal pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan infrastruktur dan menyediakan ruang publik yang bermanfaat bagi masyarakat.

Salah satu kawasan yang menjadi perhatian ialah Sisik. Bupati meminta agar kawasan tersebut ditata dengan memanfaatkan aset tanah milik daerah untuk pembangunan RTH dan taman kota. Sisik dinilai memiliki nilai sejarah penting karena pernah menjadi pusat pemerintahan pada masa kolonial Belanda pada 1885.

Bupati juga menyoroti kawasan Sisik dan Labuhan Haji sebagai aset sejarah sekaligus potensi wisata yang perlu dikembangkan kembali. Penataan kawasan diharapkan mampu menghadirkan ruang publik yang lebih produktif sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Kawasan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tempat memancing atau bersantai, tetapi juga berkembang sebagai ruang aktivitas masyarakat yang mampu menggerakkan perekonomian lokal.