Dr. Musifuddin Kembali Nahkodai ABKIN NTB Periode 2026–2030

oleh -27 views
oleh

LOMBOKSATU.com – Dr. H. Musifuddin, M.Pd kembali dipercaya menakhodai Pengurus Daerah Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (ABKIN) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2026–2030.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam Konferensi Daerah (Konferda) ABKIN NTB sebagai forum permusyawaratan tertinggi organisasi untuk menentukan arah kepemimpinan periode berikutnya.

Terpilihnya kembali Musifuddin merefleksikan harapan organisasi untuk menjaga kesinambungan program kerja, memperkuat tata kelola kelembagaan, serta memperluas kontribusi ABKIN dalam pengembangan profesi bimbingan dan konseling di NTB.

Penetapan tersebut merupakan hasil musyawarah yang berlangsung sesuai mekanisme Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ABKIN yang digelar pada Senin (3/8/2026) lalu.

Konferda tersebut diikuti jajaran pengurus daerah, pengurus cabang, dan anggota ABKIN dari berbagai kabupaten/kota di NTB sebagai agenda konstitusional mengevaluasi kinerja organisasi serta merumuskan kebijakan strategis.

Sidang yang dipimpin Fitri Aulia, M.Pd menetapkan hasil Konferda melalui pembacaan keputusan, penandatanganan berita acara, serta pengesahan dimulainya masa bakti kepengurusan periode 2026–2030 sebagai dasar keberlanjutan roda organisasi.

Hasil Konferda menunjukkan keberlanjutan kepemimpinan organisasi profesi bukan sekadar estafet jabatan, melainkan ikhtiar merawat nilai, memperkuat budaya akademik, serta menjaga relevansi organisasi menghadapi perubahan zaman.

Karena itu, terpilihnya kembali Musifuddin menjadi legitimasi moral atas rekam jejak pengabdian, integritas, dan kapasitas kepemimpinannya dalam mengembangkan ABKIN NTB sebagai organisasi profesi yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kemajuan keilmuan.

Ketua terpilih, Musifuddin menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh peserta Konferda atas kepercayaan yang kembali diberikan untuk memimpin ABKIN NTB pada periode mendatang.

Menurutnya, amanah tersebut bukan sekadar kehormatan organisasi, tetapi tanggung jawab kolektif yang harus diwujudkan melalui kerja bersama, integritas, serta semangat kolaborasi dalam mengembangkan profesi bimbingan dan konseling.

“Amanah ini menuntut kerja kolektif, integritas, profesionalisme, dan inovasi agar ABKIN NTB semakin berkontribusi meningkatkan mutu layanan bimbingan dan konseling di NTB,” ujar Direktur Pascasarjana Universitas Hamzanwadi itu, Jumat (07/08/2026) di Selong.

Ia menegaskan kepengurusan periode 2026–2030 akan memprioritaskan penguatan tata kelola organisasi yang adaptif, peningkatan kompetensi konselor melalui pendidikan berkelanjutan, pengembangan budaya riset dan publikasi ilmiah, serta perluasan jejaring kemitraan dengan berbagai pemangku kepentingan.

Menurutnya, organisasi profesi harus berkembang sebagai episentrum pengembangan keilmuan, ruang kolaborasi, sekaligus laboratorium inovasi yang melahirkan gagasan, praktik, dan pengembangan layanan bimbingan serta konseling yang responsif terhadap tantangan pendidikan kontemporer.

Musifuddin menambahkan bahwa hakikat bimbingan dan konseling merupakan ikhtiar memanusiakan manusia melalui proses pendampingan yang memungkinkan setiap individu mengenali potensi, membangun resiliensi, serta mengambil keputusan secara arif dan bertanggung jawab.

Oleh sebab itu, ABKIN memikul tanggung jawab etik untuk memastikan profesi konselor terus berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa kehilangan orientasi kemanusiaan sebagai fondasi utama praktik bimbingan dan konseling.

Kepengurusan ABKIN NTB periode ini diharapkan semakin memperkuat peran organisasi sebagai mitra strategis pemerintah, perguruan tinggi, dan satuan pendidikan dalam meningkatkan mutu layanan bimbingan dan konseling serta melahirkan generasi yang tangguh, berkarakter, dan berdaya saing..