Launching Bawang Putih di Lombok Timur, Mentan Tetapkan NTB sebagai Pusat Produksi Nasional

oleh -12 views
oleh

LOMBOKSATU.com – Menteri Pertanian (Mentan) Republik Indonesia Andi Amran Sulaiman secara resmi melaunching kesiapan pengembangan bawang putih menuju swasembada nasional di Kabupaten Lombok Timur, Senin (09/02).

Mentan menetapkan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai pusat produksi bawang putih Indonesia untuk mendukung target penghentian impor nasional dalam tiga hingga lima tahun ke depan.

Dalam kunjungannya, Mentan memuji langkah cepat Pemerintah Provinsi NTB bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Timur dalam merespons kebutuhan pangan nasional, khususnya pada pengembangan komoditas bawang putih.

Menurut Mentan, NTB memiliki potensi besar untuk menjadi daerah utama penghasil bawang putih nasional. Karena itu, pemerintah menargetkan pengembangan lahan bawang putih di NTB mencapai 25.000 hingga 50.000 hektar guna menyuplai kebutuhan berbagai daerah di Indonesia.

“Target kita adalah menghentikan impor dalam tiga hingga lima tahun ke depan. Untuk swasembada, kita hanya butuh 100.000 hektar secara nasional. Bayangkan, lahan padi seluas 7,4 juta hektar saja bisa kita selesaikan, apalagi hanya 100.000 hektar. Saya yakin gubernur bisa selesaikan tugas ini,” ujar Mentan optimistis.

Mentan juga menyoroti hasil produksi bawang putih di NTB yang dinilai sangat menjanjikan. Rata-rata produksi mencapai 20 ton per hektar, bahkan ada yang menyentuh angka 28 ton per hektar. Selain produktivitas tinggi, kualitas bawang putih lokal NTB disebut jauh lebih baik dibandingkan produk impor.

“Kualitasnya sangat bagus, jauh melampaui barang impor. Karena itulah kami memusatkan program pemerintah di sini,” tambahnya.

Sebagai bentuk dukungan, Kementan akan meluncurkan program khusus melalui dukungan penuh dari APBN. Termasuk pengadaan bibit dan penguatan sektor produksi. Pemerintah juga akan memberikan jaminan pasca-panen melalui skema Harga Pembelian Pemerintah (HPP) agar harga tetap stabil dan petani tidak merugi.

“Negara yang akan menjamin. Kami akan buatkan Harga Pembelian Pemerintah agar harga terjaga. Target kita jelas, tidak boleh ada petani yang rugi,” tegas Mentan.

Selain fokus pada pengembangan bawang putih, Mentan juga menekankan pentingnya sistem pertanian yang terintegrasi antara sektor tanaman pangan, peternakan, dan kestabilan harga jagung sebagai fondasi ketahanan pangan daerah.

Di hadapan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari berbagai kabupaten di Pulau Lombok, Mentan memberikan motivasi agar terus meningkatkan semangat kerja dan mengubah pola pikir dalam membangun sektor pertanian.

“Jangan tanya apa yang negara berikan padamu, tapi pikirkan apa yang bisa kamu berikan untuk negara. PPL bisa jadi Menteri, Gubernur, atau Bupati jika mau bekerja keras,” pesannya.

Mentan menegaskan perubahan mindset menjadi kunci utama kemajuan bangsa. Ia mengajak seluruh elemen bergerak bersama membangun NTB dan Indonesia melalui sektor pertanian yang kuat dan mandiri.

Dalam kunjungan tersebut, Mentan meninjau lantai jemur serta lahan tanam bawang putih. Mentan sempat berdialog langsung dengan petani dan penyuluh guna mendengarkan berbagai persoalan di lapangan sekaligus memberikan solusi.