Bupati Lombok Timur Pastikan Akses Layanan Kesehatan Cukup Tunjukkan KTP

oleh -1.629 views
oleh
iron
Bupati Lombok Timur Drs. H Haerul Warisin, M.Si

LOMBOKSATU.com – Bupati Lombok Timur H. Haerul Warisin mengingatkan manajemen Puskesmas maupun rumah sakit terkait kemudahan akses pelayanan BPJS Kesehatan. Ia menegaskan saat ini masyarakat cukup menggunakan KTP untuk mendapatkan layanan, tanpa perlu lagi menunjukkan kartu peserta BPJS Kesehatan.

Penegasan itu diampaikan sebelum melakukan penandatangan perjanjian kerja sama program Pesiar dan launching Tim Smart JKN Kabupaten Lombok Timur, Selasa (08/07/2025) di Rupatama 1 Kantor Bupati setempat.

Menurut Bupati, kemudahan ini harus benar-benar dipahami dan dilaksanakan oleh seluruh fasilitas layanan kesehatan agar masyarakat tidak mengalami hambatan administratif ketika membutuhkan pelayanan.

Ia juga mengapresiasi peran dan perhatian yang diberikan BPJS Kesehatan di Lombok Timur sehingga berbagai kendala yang dihadapi dapat segera tertangani, salah satunya melalui keberadaan Tim Smart.

“Perhatian dan kerja sama yang luar biasa dengan Pemda Lombok Timur, sehingga begitu banyak kendala yang kita hadapi dalam waktu cepat kita bisa tangani,” ungkap bupati yang kerap disapa Haji Iron itu.

Bupati juga meminta agar jajaran kesehatan memberi pelayanan cepat, ramah, dan tanpa diskriminasi. Hal ini penting agar masyarakat merasa nyaman, terlindungi, dan mendapatkan hak kesehatan secara adil tanpa terkendala aturan yang memberatkan.

Selain itu, bupati juga menyoroti ketersediaan obat di Puskesmas dan rumah sakit. Ia menekankan pentingnya antisipasi agar stok obat tidak mengalami kekosongan sehingga masyarakat tetap mudah mendapatkan layanan kesehatan secara optimal.

Sebelumnya, Kepala BPJS Kesehatan Lombok Timur Elly Widiani menyampaikan salah satu tantangan terbesar saat ini adalah memastikan keaktifan peserta BPJS Kesehatan Lombok Timur mencapai 80% pada tahun 2025 ini, sesuai target RPJMN.

Termasuk memastikan kualitas layanan dan tidak ada masyarakat yang terdiskriminasi, karena setiap warga harus diperlakukan sama dalam memperoleh hak pelayanan kesehatan, sehingga prinsip keadilan dan pemerataan benar-benar terwujud di Lombok Timur.

Elly juga mengapresiasi komitmen Pemda dan keberadaan Tim Smart yang melibatkan sejumlah OPD terkait seperti Bappeda, BPKAD, Dinsos, Dukcapil, Dikbud, DPMD, DPMPTSP, Disnaker, Dinas Koperasi dan UKM, juga BKPSDM.

Diharapkan tim tersebut dapat mewujudkan pelayanan yang setara, mudah, akuntabel, responsive, dan terintegrasi (SMART). Saat ini keaktifan kepesertaan BPJS Kesehatan Lombok Timur berada di angka 72%.

Hal ini seiring adanya penangguhan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK) oleh pemerintah pusat, di mana jumlah kepesertaan yang ditangguhkan untuk Lombok Timur tak kurang dari 95 ribu.

Akan tetapi ia optimis dengan langkah yang sudah diambil Pemda Lombok Timur untuk melakukan re-aktivasi beban tersebut dapat dikurangi, sembari menekankan pentingnya strategi yang lebih tajam dan penganggaran se-efektif mungkin.

Terkait Tim Smart, Elly menyatakan akan mengikutsertakannya dalam lomba pada ulang tahun BPJS Kesehatan di bulan Juli ini. Ia mengaku ingin menunjukkan komitmen tim tersebut bergerak mewujudkan target keaktifan 80%.