Bupati Pastikan Proyek SPAM tidak Mengganggu Kebutuhan Masyarakat Sekitar Mata Air

oleh -423 views
oleh
Sukiman
Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy

LOMBOKSATU.com – Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy memastikan proyek SPAM wilayah selatan dapat terlaksana dan menghindari potensi masalah sekecil apapun. Untuk itu, bupati menggelar rapat, Senin (3/4/2023).

Rapat itu digelar bersama para pihak seperti Balai Prasarana Permukiman wilayah  (BPPW) NTB dan sejumlah rekanan, PUPR, PDAM, serta Camat di wilayah yang menjadi lokasi proyek yang didanai bank dunia tersebut.

Diketahui, proyek SPAM ini terdapat kendala di lapangan. Salah satunya adalah belum terkonfirmasinya pemanfaatan sejumlah kecil lahan SMK Kotaraja sebagai tempat pembangunan instalasi pengolahan air (IPA).

Bupati menyebut hal tersebut karena adanya mis-komunikasi antara para pihak seperti Pemerintah Provinsi NTB dan SMK bersangkutan.

Padahal Pemda sudah mengirimkan surat terkait pemanfaatan lahan SMK untuk pembuatan IPA kepada pemerintah provinsi dan tembusan ke SMK.

Menurutnya, untuk menghidari penolakan dari masyarakat dibutuhkan pendekatan dan koordinasi lebih instensif dengan semua pihak.

Ia menerangkan kepada masyarakat yang ada di sumber yaitu Jeruk Manis, Kembang Kuning, dan Tetebatu Selatan bahwa penggunaan mata air tersebut tidak akan mengganggu kebutuhan air mereka.

Kepada pihak rekanan, bupati meminta kepastian untuk rekondisi atau mengembalikan kondisi jalan maupun infrastruktur lain yang terkena dampak dari proses pengerjaan SPAM tersebut, seperti penggalian.

Keberadaan SPAM ini menjadi solusi kebutuhan air warga selatan dengan memanfaatkan air dari tiga sumber yaitu Barangpanas II (Jeruk Manis), Gawah Buak (Kembang Kuning), dan Sungai Lingkung (Tetebatu Selatan).

Ketiga sumber tersebut telah memiliki rekomendasi teknis (rekomtek) dari BWS. Dengan demikian dipastikan bahwa pemanfaatan sumber air ini tidak berpengaruh terhadap pemenuhan kebutuhan air di lokasi sumber dan sekitarnya, sebab BWS telah memperhatikan neraca air dan keseimbangannya.