Kadis Dikbud Kunjungi Pulau Maringkik, Ada Apa?

oleh -1.191 views
oleh
Maringkik
Rombong Dikbud Lotim menuju Pulau Maringkik

LOMBOKSATU.com – Kadis Dikbud Lombok Timur Izzuddin didampingi Kanit Dikbud Keruak Mastur menyeberang melalui dermaga Telong-elong untuk memantau sekolah satu atap (SATAP) di Pulau Maringkik Kecamatan Keruak, Rabu (11/01/2023).

Kepala Sekolah Satap Maringkik Jumahar mengaku kedatangan Kepala Dinas ke sekolah yang dipimpinnya seperti merasa mendapat anugerah luar biasa, karena jarang ada kepala dinas sebelumnya mau datang.

Menurutnya, kadis sebelumnya sebatas janji akan berkunjung ke sekolah yang berada di desa pecahan Tanjung Luar, sehingga kepala sekolah bersama guru-guru sebatas menanti hingga pergantian kepala dinas tak kunjung terealisasi.

“Baru sekarang Kadis baru Pak Izzuddin menjadi nyata. Untuk itu kepada Pak Kadis mohon dapat memberikan arahan atau petunjuk,” ulas Jumahar.

Mengawali arahannya, Kadis Dikbud Izzuddin menyitir salah satu hadist sebagai spirit bagi para guru. Hadist tersebut yang artinya “Sesungguhnya seluruh mahluk di antara langit dan bumi mendoakan orng yang berbuat kebaikan untuk orang lain”.

Salah satunya niat mendidik ummat agar terlepas dari kebodohan. “Tanamkan niat ikhlas itu tampa rasa lelah agar bernilai ibadah dan mendapatkn kemulyaan,” imbaunya.

Kadis mendorong agar para guru memberi ketaoladanan yang terbaik bagi anak didik. Anak didik akan mencontoh sikap guru, seperti orang tua terhadap anak-anaknya, akan berperilaku meniru perilaku orang tua.

Untuk itu kepada semua guru agar senantiasa melaksanakan tugas pengabdian tidak hanya bermotiv karena ada gaji atau honor sehingga tidak hanya mendapat imbalan dunia namun juga imbalan akhirat.

Selepas itu, Izzuddin meminta para guru satu-persatu menyampaikan kondisi dan keluhan yang dialaminya secara pribadi terkait dinamika tugas di sekolah satu atap Maringkik ini.

Para guru yang diberi kesempatan curhat oleh pimpinan kedinasannya, tanpa canggung mengutarakan dilema yang mengganjal selama bertugas dengan tiap hari harus menyeberang laut.

Atas berbagai keluhan para guru di tempat itu. Kadis berjanji akan mempertimbangkan semua keluhan atau usulan, terutama yang datang dari jauh dan sudah terlalu lama bertugas di desa pulau di Lombok Timur itu.

Beberapa guru di tempat itu dijanjikan untuk dipindah-tugaskan ke sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya. Dan akan mengangkat guru tidak tetap yang berasal dari desa setempat sesuai usulan Pemdes Pulau Maringkik atas aspirasi sejumlah tokoh masyarakat.