LOMBOKSATU.com, Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy menghadiri talkshow on strategic issues in G20: “digital literacy to optimize financial Inclussion”.
Pada acara yang berlangsung di Mataram, Senin (22/8) tersebut Bupati Sukiman dan kepala daerah lainnya di NTB menerima Token of Appreciation (ToA) dari Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB.
ToA ini berisi pecahan Uang Kertas mulai dari Rp. 1.000 hingga Rp. 100.000 tahun emisi 2022 yang telah diluncurkan Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan pada 17 Agustus 2022.
Gubernur NTB Zulkieflimansyah menyatakan, peran Pemerintah Provinsi NTB untuk menekan pertumbuhan minus perekonomian di NTB melalui Program Jaring Pengaman Sosial (JPS) Gemilang dengan memanfaatkan UKM selama pandemi.
JLS Gemilang sebagai produsen sekaligus pasar dan membeli produk UKM di NTB. Dampaknya setelah kondisi berangsur membaik telah bermuncul 5.000 UKM di Provinsi NTB.
Ia berharap otoritas jasa keuangan (OJK) dan Bank Indonesia dapat mensosialisasikan hasil financial inclution dari talkshow tersebut.
Financial inclusion adalah upaya menyediakan akses berbagai produk finansial kepada masyarakat secara luas.
Hal ini penting dilakukan, mengingat akses ke layanan finansial juga merupakan salah satu tonggak penting dalam menghidupkan perekonomian di suatu negara.
Contohnya, pelaku UMKM bisa mendapatkan permodalan secara mudah, masyarakat mendapatkan jaminan atas aset yang dimiliki, hingga setiap orang bisa mendapatkan penilaian yang lebih adil.
Sementara itu Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji memaparkan perkembangan dan isu strategis G20. Ia menegaskan, tantangan perekomonian saat ini tidak mudah.
Isu yang dihadapi yaitu scarring effect yang masih mempengaruhi seluruh pelaku ekonomi di suluruh belahan dunia sehingga pemulihan perekonomian global menjadi terbatas.
Tekanan suhu geopolitik Rusia-Ukraina yang menyebabkan pasokan energi dan pasokan kebutuhan pangan global menjadi terbatas.
Kemudian stagflasi yang menyebabkan perekonomian terbatas dan inflasi yang terus meningkat.
Stagflasi adalah kondisi ekonomi yang ditunjukkan dengan pertumbuhan ekonomi yang melemah dan angka pengangguran yang tinggi.
Stagflasi juga bisa didefinisikan sebagai kondisi pada sebuah periode inflasi yang dikombinasikan dengan penurunan Produk Domestik Bruto (PDB).
Kondisi ini, jelas Heru, berdampak pada hampir 60 negara rentan mengalami krisis dan 82 negara mengalami kondisi kebutuhan pangan yang akut.
Walaupun demikian kondisi domestik di Indonesia masih jauh lebih baik, kendati berimplikasi terhadap kondisi perekonomian.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia awalnya diperkirakan tumbuh pada 4,7 persen sampai 5,5 persen, namun kini diproyeksikan bisa bawah sampai 4,5 persen yang disertai inflasi yang relatih terus meningkat.
NTB sendiri, pada triwulan pertama 2022 tumbuh 7,73%, triwulan kedua 5,59%. BI optimis perekonomian NTB tahun 2022 tumbuh dengan perkiraan pada 6,4 – 7,2%.
G20 merupakan forum kerja sama multilateral beranggotakan 19 negara utama dan Uni Eropa (EU). Anggota G20 adalah negara maju dan negara berkembang dengan pendapatan menengah dan tinggi.
Forum ini dalam sejarahnya merupakan upaya mencari solusi atas kondisi ekonomi global yang dilanda krisis keuangan global tahun 1997-1999.
Pertemuan ini melibatkan negara-negara berpenghasilan menengah dan memiliki pengaruh ekonomi sistemik, termasuk Indonesia.
Tahun 2022 Indonesia menjadi tuan rumah KTT G20 pada November 2022 di Bali. Pertama kalinya, Indonesia diberikan kepercayaan dan kehormatan memegang Presidensi G20 terhitung sejak 1 Desember 2021 sampai 30 November 2022.





